|
Minggu, 29 Juni 2008 |
|
Wajib belajar sembilan tahun terkadang hanya menjadi slogan pemerintah
untuk meningkatkan taraf pendidikan masyarakat. Sasarannya,
meminimalisir masyarakat Indonesia yang buta huruf hingga tahun 2009.
Beragam program pun diajukan pemerintah. Mulai pembebasan biaya masuk
sekolah hingga pungutan-pungutan lain yang dinilai memberatkan orang
tua siswa. Tentunya, hal tersebut akan terealisir jika anggaran
pendidikan mencapai angka 20 persen dari anggaran belanja negara.
Kenyataannya, janji tak semanis realisasi.
|
|
|
Minggu, 29 Juni 2008 |
|
Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun 2008 ini sudah dianggarkan dalam
APBD Kota Padang sebesar Rp 600 juta lebih. Jadi tidak ada alasan lagi
bagi sekolah melakukan pungutan. Dalam bentuk apapun. “Kita di DPRD
mendukung komitmen dinas pendidikan untuk menindak setiap kepala
sekolah yang melakukan pungutan saat PSB. Karena memang sudah
dianggarkan dalam APBD,” kata wakil ketua komisi D DPRD Kota Padang,
Aljufri.
|
|
|
Minggu, 29 Juni 2008 |
|
Pungutan saat pendaftaran siswa baru dan sesudanya, biasanya hasil
kesepakatan sekolah, komite dan orang tua siswa. Tanpa kesepakatan itu,
tidak mungkin kebijkan tersebut bisa diambil Guru besar pendidikan IAIN
Imam Bojol Padang, Prof Dr H Syafruddin Nurdin MPd, menilai pembayaran
sejumlah uang dari orang tua siswa kepada sekolah, merupakan bentuk
tanggung jawab moral masyarakat pada dunia pendidikan. Hanya saja,
sekolah pun harus lebih bijaksana denga tidak memberatkan orang tua
siswa.
|
|
|
Minggu, 29 Juni 2008 |
|
Setiap tahun ajaran baru datang, Wirdawati (45), warga Kelurahan
Parupuak Tabiang pasti merasah resah. Mengapa tidak, sudah terbayang
lembaran-lembaran rupiah yang harus di usahakannya untuk membeli
peralatan sekolah ke-3 anaknya.Namun pada tahun ajaran baru sekarang,
keresahan yang dirasakan Wirdawati kian mendesak. Kalau dulu dia hanya
memikirkan baju serta buku untuk anaknya yang bersekolah di Sekolah
Dasar dan SMP.
|
|
|
Sabtu, 21 Juni 2008 |
|
Sebait tembang anyar ‘Sarjana Muda’ milik Iwan Fals di era ’80-an itu
seperti tak pernah keliru melukiskan masa-masa sulit para pencari
kerja. Berbekal ijazah Diploma III, belum menjamin diterima bekerja
saat menamatkan pendidikan. Waktu tiga tahun—bahkan lebih—untuk
menyelesaikan kuliah, menyisakan kepanikan dan kesulitan untuk mencari
lowongan.
|
|
|
Sabtu, 21 Juni 2008 |
|
Rektor Universitas Eka Sakti (UNES),Prof Dr H Andi Mustari Pide Sh,
menilai masalah penganguran tidak hanya disebabkan faktor
ketidakmampuan ataupun minimnya keahlian masyarakat tentang suatu
pekerjaan. Tapi jauh dari itu, pengangguran disebabkan karena minimnya
objek maupun lapangan yang akan menampung pekerja itu sendiri. “Kalau
ditilik secara penyetaraan pendidikan.
|
|
|
Minggu, 15 Juni 2008 |
|
Di pusat-pusat pertokoan, pengunjung lebih hiruk pikuk ketika ada
barang baru yang diperjualbelikan ketimbang membaca koran. Ketika
dikabari tentang perselingkuhan, jawabannya pun beragam. Ada yang
sekedar menjawab: “Ooo...” Yang sedikit nyentrik dan punya rasa ingin
tahu lebih besar biasanya menanyakan: “Siapa yang selingkuh? Di mana?
Kok bisa ketahuan ya? Apes kali ya...Salah pilih tempat kali!.”
|
|
|
BACA JUGA BERITA LAINNYA...
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 1 - 13 dari 42 |