|
Minggu, 24 Agustus 2008 |
|
Reyna Fitri France, gadis kecil berkulit manis berhidung mancung, raib
dari orangtuanya secara tiba-tiba. Saat itu bocah berusia enam tahun
dua bulan ini sedang berada di Pasar Kongsi kawasan Pondok Padang.
Disini orang tuanya Endri France (37) dan Ferawati (30) berjualan
sepatu.
|
|
|
Minggu, 24 Agustus 2008 |
|
Anak-anak bukan saja rawan penculikan, tapi juga tindak kekerasan.
Lembaga Perlindungan Anak (LPA) mencatat kasus kekerasan anak meningkat
setiap tahunnya. Puluhan kasus yang ditangani LPA didominasi kekerasan
seksual dengan pelaku orang terdekat dan bertalian darah dengan korban.
Umumnya korban berasal dari keluarga menengah ke bawah di daerah
pesisir pantai.
|
|
|
Minggu, 24 Agustus 2008 |
|
Anak-anak rentan menjadi korban penculikan. Dari berbagai kasus
penculikan yang terjadi, kalau diamati, ternyata memang yang menjadi
korbannya seringkali anak-anak. Beberapa hal yang bisa menjadi
penyebabnya adalah karena sifat dasar mereka yang pada umumnya tidak
memiliki prasangka buruk,
|
|
|
Minggu, 24 Agustus 2008 |
|
Kriminolog Universitas Andalas, Fadilah Sabri menilai penculikan anak
yang terjadi di Seberang Palinggam, Kecamatan Padang Selatan dua hari
lalu disebabkan faktor kesempatan. “Orang tua seharusnya mengawasi anak
lebih ketat. Setiap kesempatan bisa dimanfaatkan oleh penculik,” kata
nya.
|
|
|
Minggu, 24 Agustus 2008 |
|
Laki-laki itu berkali-kali menghela nafas panjang. Meski terlihat
cukup tabah, dia tampak terpukul. Saat Tim Telusur menemuinya Jumat
(22/8), dia ditemani salah seorang menantunya yang datang khusus dari
Jakarta. Laki-laki itu adalah “Kt” (63). Dia menjadi saksi kasus
penculikan Reyna Fitri France (5,8), putri Endri France.
|
|
|
Minggu, 10 Agustus 2008 |
|
Bicara keterwakilan perempuan, data Inter-Parliamentary Union 2002
menunjukkan rendahnya keterwakilan perempuan dalam politik di
Indonesia. Angkanya baru sekitar sembilan persen, sementara di Amerika
Serikat sudah mencapai 16,5 persen, Filipina 17,6 persen, dan Vietnam
27,3 persen. Beberapa negara di Eropa bahkan lebih tinggi dari itu.
|
|
|
Minggu, 10 Agustus 2008 |
|
Berani, Belajar dan percaya diri. Demikian nasehat Uni Djan terhadap
kaum hawa yang hendak meniti karier sebagai anggota legislatif. “Jangan
pernah menunggu dan rebut kesempatan,” tambah Dra Hj Zarnifa Asmara
alias Uni Djan atau akrab disapa Mandeh itu, Sabtu (9/8). Dikatakan,
kuota 30% merupakan kesempatan yang sangat bagus bagi wanita untuk
maju dalam persaingan calon legislatif.
|
|
|
BACA JUGA BERITA LAINNYA...
|
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 Berikutnya > Akhir >>
|
| Hasil 27 - 39 dari 67 |