|
LIMOPULUAH KOTO, METRO-- Seluruh masyarakat Kabupaten
Limopuluah Koto diimbau selalu meningkatkan kewaspadaannya. Sikap mawas
diri tersebut perlu ditingkatkan karena cuaca yang dinyatakan belum
bersahabat, seperti hujan deras dan tanah longsor. Dan kondisi seperti
itu terjadi sejak beberapa pekan belakangan ini.
Wakil Bupati Limopuluah Koto Ir Irfendi Arbi MP mengatakan, pihaknya masih mengimbau masyarakat selalu dalam keadaan waspada. Karena cuaca yang belum bersahabat, seperti hujan curah hujan yang tinggi dan potensi terjadinya tanah longsor bisa saja timbul, sarana umum dan serta jalan raya. Kebijakan Pemkab mengingatkan masyarakatnya kiranya sudah pada tempatnya. Sebab, akibat hujan yang turun lebat dalam pekan lalu, dari 13 wilayah kecamatan di Limopuluah Koto, dilaporkan sebanyak 6 kecamatan di antaranya dilanda banjir. Bencana itu terjadi akibat tingginya curah hujan. Keenam kecamatan yang dihantam banjir tersebut Kecamatan Gunuang Omeh, Suliki, Guguak, Mungka, Harau dan Lareh Sago Halaban.
Di Kecamatan Gunuang Omeh, 3 jembatan besi ambruk, tepatnya di Jorong Sungai Mangkirai, Kenagarian Pandam Gadang. Di Kecamatan Suliki, jalan antara Suliki-Tanjuang Bungo terban ke dalam sungai Batang Sinamar. Lalu juga terdapat jalan lingkungan yang longsor sepanjang 15 meter. Di Guguak, areal persawahan masyarakat berubah jadi lautan. Puluhan hektar sawah yang hampir dipanen pemiliknya terendam banjir. Sedangkan di Kecamatan Payokumbuah, SMPN1 Bungo Sitangkai, sebuah SD, kedua sekolah itu sudah lama dikenal sebagai langganan banjir, juga tak luput dari genangan air. Sehingga mengakibatkan para murid kedua sekolah terpaksa diliburkan.
Masih di Kecamatan Payokumbuah, jalan antara Simalanggang dengan Mungka sempat terendam air setinggi lutut orang dewasa. Air yang naik ke badan jalan mencapai panjang 1 kilometer. Di Kecamatan Harau, tidak kurang 395 ha sawah masyarakat setempat ikut dihondoh banjir yang mengganas. Sementara di Kecamatan Lareh Sago Halaban, air selain menggenangi sawah juga merusak beberapa rumah masyarakat. “Hingga kini kerugian memang belum bisa kita ketahui secara pasti. Tapi sawah yang dilanda banjir tak kurang luasnya 500 hektar,” papar Irfendi.
Banjir yang menelan beberapa titik dalam 6 kecamatan di Limopuluah Koto, terjadi akibat meluapnya air Batang Sinamar, Batang Lampasi, Batang Namang, dan Batang Balubuih. Hingga tadi malam, hujan masih terus mengguyur alam Luak Limopuluah Koto dan sekitarnya. “Karena itulah, saya mengimbau masyarakat supaya selalu dalam keadaan waspada. Mohon kepada Allah agar dijauhkan dari marabahaya. Sebab, bencana datangnya tanpa diduga,” ungkap Irfendi. (sas)
|