Saat ini ada 4 tamu online
Hadapi UN, Pemkab Gelar Dzikir Bersama pdf  | cetak |
Rabu, 23 April 2008
LIMOPULUAH KOTO, METRO-- Pemkab Limopuluah Koto lakukan “gebrakan” menghadapi Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2007/2008 dengan melakukan dzikir bersama di Masjid Al-Kausar Tanjungpati, Selasa (22/4).  Dzikir  bersama yang dihadiri Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di se-Kabupaten Lima Puluh Kota, guru-guru  dan jajaran Departemen Agama itu dimaksudkan untuk membantu doa agar pelajar yang mengikuti UN dengan tingkat kelulusan yang tinggi.
“Dzikir ini bukan merupakan kegiatan ikut-ikutan atau hanya sekedar mencari perhatian, namun terkandung niat yang dalam agar pelajar Limopuluah Koto diberikan ketenangan,  kesabaran serta tekun dalam belajar sehingga mereka berhasil lulus dengan nilai yang baik, ”jelas Bupati  Drs H Amri Darwis SA dalam sambutannya  pada acara dzikir bersama tersebut. Kepada pelajar peerta UN ini juga diharapkan sebelum mengikuti ujian agar memanjatkan doa dan melaksanakan sholat tahajud pada malam hari.  “Seperti diketahui, ”ungkap bupati tingkat kelulusan tahun ini jauh lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu mencapai 5,25, untuk itu bukan saja anak didik yang diharapkan berusaha semaksimal mungkin, namun juga perlu dukungan orang tua dengan jalan memanjatkan  doa ,” tambah bupati.

Sedangkan bagi tenaga pendidik berbagai upaya sebelum pelaksanaan UN sudah dilakukan seperti Try Out, belajar sore dan belajar kelompok.  Sementara itu Kadis Pendidikan kabupaten Limopuluah Koto, Drs. Indra Kasuma menjelaskan, keberhasilan UN merupakan cerminan dari keberhasilan pendidikan, untuk itu berbagai upaya perlu dilakukan guna meningkatkan  kualitas maupun kuantitas kelulusan pelajar di daerah ini. Bila tahun lalu, untuk tingkat SMA hanya diuji 3 mata pelajaran, pada pelaksanaan tahun ini menjadi 6 mata pelajaran, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kimia, Matematik dan Biologi serta Fisika untuk jurusan IPA. Sedangkan untuk jurusan IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematik, Ekonomi, Sosiologi dan Geografi. Untuk jurusan Bahasa adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, matematik, Sastra Indonesia dan Sejarah Budaya, Bahasa Asing, untuk tingkat SLTA diikuti oleh 1.755 orang.

Sementara untuk SD jumlah peserta tahun ini mencapai 6.161 orang dan materi soal 25 persen dari pusat dan 75 persen dari propinsi, nilainya boleh ada angka 4 tapi rata-rata 6, kelulusan ditentukan oleh dewan guru. Sedangkan UN SMP akan diikuti 3.917 orang, dengan syarat lulus rata-rata 5,25 paling rendah 4,26 nilai boleh angka 4 dengan rata-rata mencapai 6. Karena itu, kepada orang tua dan pelajar diharapkan agar meningkatkan frekuensi belajar, ujarnya. UN MA untuk IPA 19 orang, IPS 149 orang syarat lulus rata-rata 5,25, paling rendah 4,26 boleh angka 4 tapi rata-rata 6. UN SMK yang diuji Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematik, peserta 258 orang syarat lulus rata-rata 5,25, paling rendah 4,26 boleh angka 4 tapi rata-rata 6.

Di tahun 2008 ini, pemerintah daerah menargetkan tingkat kelulusan SLTP 95 persen, SMA 96 persen, sedangkan SMK 93 persen, berdasarkan hasil pra UN SMP Lima puluh Kota rata-rata lulus 14,94 persen, sedikit dibawah rata-rata Sumbar 15 persen. Disisi lain Pra UN SMA rata-rata lulus 12 persen dan Sumbar 10 persen.  Menyinggung masalah pengamanan soal-soal UN disimpan dengan alternative seperti berikut untuk sekolah-sekolah penyelenggara yang berdekatan dengan kantor Polres/Polsek soal disimpan di Polres/Polsek, untuk sekolah penyelenggara yang tempatnya relative jauh dari Polres/Polsek di simpan di sekolah penyelenggara dengan pengamanan dari pihak kepolisian. (nur)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Parsenibud Solsel Ikuti Fiesta Nusa II di Bali

28.09.2008

SOLSEL, METRO-- Kantor Pariwisata, Seni, dan Budaya (Parsenibud) kabupaten Solok Selatan akan mengikuti Fiesta Nusa II di Bali…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

PDAM Dinilai Langgar Prosedur, Azhar: BPKP Telah Mengaudit

11.10.2008 | Metro Padang

SAWAHAN, METRO-- Anggota DPRD Kota Padang menilai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang, tidak profesional dalam melaporkan…



advert-4.jpg

indosat.gif