|
LIMOPULUAH KOTO, METRO-- Maklumlah, karena alamat tempat tinggal, jauh dari pusat kota , letaknya di jorong Balai Malintang, kenagarian Sitanang, kecamatan Lareh Sago Halaban. Jika malam tiba, kesunyian sudah berganti, brisiknya suara jengkrik. Tapi dikesunyian itu pulalah terciptanya kedamaian, ketentraman dan kenyamanan yang ditemani oleh sebuah buku dan catatan-catatan kecil, yang siap dibaca kapan saja.
“Dengan hobi membaca, ternyata mengantarkan saya kepada sebuah kesuksesan, tidak menyangka dan tidak pernah bermimpi akan mendapat penghargaan di kantor sebagai PNS yang berprestasi tahun 2008. Ini benar-benar rahmat dari Allah,” ujar Irwandi, S. Sos kepada POSMETRO, dalam sebuah wawancara, Rabu (23/4) di ruang kerjanya. Setelah saya terpilih sebagai PNS berprestasi dari 7000 PNS lainnya dan menerima piagam penghargaan serta uang tunai sebanyak Rp7 juta, dari Bupati Kabupaten Limopuluah Koto, Drs. H. Amri Darwis, SA, beberapa bulan lalu, hanya satu yang teringat bagi saya, “Ya Allah, inilah rupanya yang engkau janjikan kepada umatMu, dengan bekerja sungguh-sungguh akan diberikan hadiah, “cerita Irwandi.
Selain saya bersyukur telah menerima piagam dan bonus Rp 7 juta, membuat diri saya semakin bersemangat, untuk bekerja, sebab untuk mempertahankan prestasi itu tidak gampang, saya harus selalu berhati-hati dan tidak boleh lengah, kuncinya bagi saya, dikantor. Misalnya, setiap yang dikerjakan terlebih dahulu dicari dasar hukumnya, sehingga tidak berbenturan dan peraturan-peraturan lain. Kemudian, dalam bekerja saya tidak mau mengeluarkan kalimat perintah, paling saling mengingatkan. Hubungan emosional harus dijaga. Begitu juga di rumah, terhadap anak-anak, yang perlukan disuguhkan adalah pemahaman yang dibarengi dengan agama, dengan memberikan contoh-contoh, sebut suami Ernita. S ini. Cerita dari ayah Mafid Irwan (15) dan Fauzan Irwan (7) ini, sejak dirinya diangkat menjadi CPNS pada tahun 1986 dengan golongan I/b, dan ditempatkan di kantor Camat Kapur IX, sejak itupulalah, tidak mau ketinggalan dengan membaca, apa saja peraturan daerah dan undang-undang mengenai kepegawaian, jadi lengket di kepalanya.
Ternyata, dengan hafalnya peraturan dan undang-undang itu, saya sering dipanggil oleh atasan untuk menjabarkan persoalan-persoalan kemudian dianalisa dan di tuangkan kepada sebuah penjelasan tertulis. Waktu itu, saya masih menyempatkan diri untuk menambah study S1 Ilmu Administrasi Negara, dan dapat diselesaikan dengan baik, dan diwisuda pada tahun 2000. Pengalaman jadi PNS di lingkungan Pemkab Limopuluah Koto, setelah bertugas di kantor Camat Kapur IX selama 7 tahun, pindah tugas ke bagian keuangan sebagai staf, dan sejak tahun 2000 hingga sekarang dipercayakan sebagai Kasubid Anggaran BPKD, alhamdulillah di BPKD inilah penilaian PNS berprestasi tersebut yang diberikan kepada saya. (nur)
Pemkab Programkan Cetak PNS Berprestasi
LIMOPULUAH KOTO, METRO-- Pemkab Limopuluah Koto, setiap tahunnya selalu mencetak PNS yang memiliki karir dan komit dengan reward terhadap PNS yang berprestasi. Buktinya, pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat, telah menyusun rencana pembinaan karir PNS dengan melaksanaan seleksi, wawancara dan administrasi.Kepala BKD Limopuluah Koto, Ir. H. Deswan Putra, MM, didampingi Kabid Pengadaan Mutasi dan Kesejahteraan Pegawai, Fitma Indrayani, kepada POSMETRO, Rabu (23/4) diruang kerjanya, mengatakan, untuk menciptakan karir PNS, pihaknya selalu menilai seluruh PNS di jajarannya, terutama disiplin, administrasi, kejujuran dan kerapian.
Memang untuk menilai seorang PNS yang benar-benar bekerja serius itu, kreterianya tidak dibocorkan, yang jelas seluruh PNS sudah tahu terhadap tanggung jawab dan tugasnya masing-masing. Yang jelas, bupati dan wakil bupati akan melaksanakan sidak keseluruh SKPD dan Camat. Nah, pada waktu sidak itulah tim akan menilai kinerja masing-masing PNS, dalam pembinaan dan pengembangan aparatur tersebut. Yang jelas selaku PNS dapat memberikan pelayanan terhadap sesama PNS tentang kepegawaian, tersedianya data PNS yang berdasarkan kompetensi PNS, tersedianya keputusan bupati tentang penetapan formasi dan pengangkatan CPNS.
Harapan kita, dimasing-masing SKPD, administrasinya jangan sampai “brantakan”, penataan sistem administrasi, harus rapi dan lengkap, agar kenaikan pangkat otomatis mapun reguler PNS terealisasi dengan cepat, itulah yang disebut dengan pelayanan prima. “Kemudian, pembangunan dan pengembangan sistem informasi kepegawaian daerah, seleksi dan penetapan PNS untuk tugas belajar, pemberian penghargaan untuk PNS yang berprestasi dan proses penanganan kasus-kasus pelanggaran disiplin PNS, monitoring, evaluasi dan pelaporan, sasarannya adalah terciptanya aparatur yang memiliki pengetahuan dalam tugas,” sebut Deswan. (nur)
|