Saat ini ada 3 tamu online
Eri Tewas Dipangkua, Tiga Pelaku Diamankan Polisi pdf  | cetak |
Rabu, 26 Maret 2008
Image
SOLOK, METRO-- Nagari Taratak Pauah yang biasanya sunyi senyap, karena masyarakatnya lebih menekuni usaha pertanian milik mereka ketimbang hiruk pikuk duniawi, Senin (25/3) siang sekitar jam 13.30 WIB mendadak buncah. Hal itu terjadi, setelah seorang pria muda bernama Eri Azwardi (38), warga Nagari Taratak Pauah, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok tewas secara mengenaskan setelah dikeroyok warga sekampungnya.
Walau sampai berita ini dilansir belum diketahui secara pasti motif pengeroyokan itu, namun aparat kepolisian di Polres Arosuka menyebutkan itu berkaitan dengan persoalan tanah. Baik Kabag Ops Polres Arosuka AKP Asmar Yunus maupun Kasat Reskrim Polres Arosuka AKP Asli Chan yang dihubungi POSMETRO secara terpisah, belum bisa memberikan keterangan lebih detil. Sebab, pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap tiga tersangka yang telah diamankan.

"Pelaku yang telah diamankan adalah “Nwr” (47), “Jnr” (42), “Ged” (25). Ketiganya ditangkap di TKP tanpa perlawanan. Saat ini, mereka masih diperiksa secara intensif atas perbuatan yang dilakukannya terhadap Eri," jelas Asli Chan. Mantan Kapolsek Talang ini juga mengatakan, nyawa korban tidak tertolong setelah menerima pukulan bertubi-tubi dari para pelaku di bagian kepala dan juga mendapat cangkulan di sejumlah bagian vital di tubuhnya. Atas perbuatan tersebut, jelas Asli Chan, para pelaku diancam dengan hukuman sebagaimana diatur dalam Pasal 170 Ayat 3 yo Pasal 351 Ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Ditambahkan Asmar Yunus, selain terus memeriksa para pelaku yang masih badunsanak ini, juga melakukan pengejaran terhadap dua tersangka lagi yang juga diduga terlibat dalam kasus tersebut. "Kami belum bisa memberikan keterangan secara lebih rinci seputar kasus tersebut. Sebab, saat ini kami masih mengejar dua warga lagi yang diduga terkait dengan kasus tersebut," imbuhnya. Korban sendiri, lanjut Asmar Yunus, diduga meninggal karena kekurangan darah setelah menerima hantaman dan pukulan. Namun demikian, pihaknya jelas Asmar akan terus melakukan penyelidikan secara lebih intensif. (e/nto/ted)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Pedagang Rokok di Jalan Veteran, Mengasuh 9 Anak Yatim Piatu

04.07.2008 | Metro Humaniora

Tubuh renta Eni (40),  terlihat sosoknya lebih tua dari umurnya. Sesekali pandangannya menyapu para pengguna jalan Veteran yang tak…

Nonton Konser, Bebas Berekspresi

04.07.2008 | Metro Gaya

Beragam gaya menghiasi pelataran parkir Lanud Tabing saat konser salah satu band papan atas digelar. Walaupun terkadang tak matching…

peristiwa.gif

Jalinsum Butuh Rambu

04.07.2008

DHARMASRAYA, METRO-- Tingginya angka kecelakaan lalulintas di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), harus segera dihentikan. Jika tidak, tentu korban…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

4000 Calon Siswa Tak Dapat Kursi

04.07.2008 | Metro Padang

TANMALAKA, METRO-- Sekitar 4.000 siswa tamatan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dipastikan tidak bisa mencicipi Sekolah Menengah Atas (SMA) dan…


advert-4.jpg

indosat.gif