|
Jika selama ini pekerjaan bonafit yang menjanjikan kecukupan materi dan
kemewahan adalah impian yang tidak akan dilepaskan oleh setiap orang,
maka bagi Kung Z Boma prinsip tersebut tidak berlaku. Sutradara
nasional yang telah lama berkecimpung di dunia perfilman nasional
dengan kehidupannya yang serba glamor ini justeru meninggalkan dunianya
tersebut dan bertekad membangun daerah. Kekuatan membangun daerah ini
sangat jelas diperlihatkan Boma.
Berangkat dari kegelisahan melihat kevakuman perfilman di daerah dan banyaknya cerita-cerita asal daerah Minang diambil pihak lain, Boma lalu memilih hijrah ke Padang. Di Kota Bingkuang ini, ia menumpahkan segala kemampuan, kreatifitas dan pemikiran demi memajukan dunia perfilman yang selama ini digelutinya. Keinginannya tersebut bukan bersifat sporadis tetapi benar-benar dilandasi optimisme insan muda film dalam berkarya untuk membangun daerah asalnya sendiri. Boma sendiri mengawali kariernya di teacter Katak TVRI Pusat sekitar tahun 1991. Berbekal pengalaman itulah, pria ini langsung merambah dunia perfilman nasional. Telah banyak sinetron yang disutradarainya seperti Malam Pertama (MP2) yang tayang di SCTV, serial “Disini Ada Cinta” yang tayang di Global TV, Serial Kedai Bambu di RCTI, Dimana Cinta ku titipkan yang tayang di TPI, Hutan Belantara Jakarta yang tayang di Global TV dan puluhan sinetron lainnya.
Selain itu Boma juga terlibat dalam penyutradaraan video klip penyanyi Reza Artamevia, Asril Tanjung, Kamila Warau serta puluhan penyanyi lainnya. Atas dasar pengalamannya itulah Boma berhasrat besar membangun Sumatera Barat ini melalui dunia perfilman yang telah membesarkan namanya tersebut. “Dunia perfilman Sumatera Barat perlu mendapat sentuhan baru dengan menggali kembali SDM yang ada demi perkembangan kehidupan masyarakat,” tegasnya. Menurut suami Govianti ini film adalah praktek budaya yang juga merupakan satu kegiatan intelektual dan ekonomi yang dapat memberikan sumbangan pada kecerdasan dan kesejahteraan daerah. Arah dan strategi pengembangan perfilman di daerah yang sehat akan berpengaruh pula pada perkembangan kemajuan dan kehidupan masyarakat khususnya Kota Padang sebagai ibukota Propinsi Sumatera Barat. Oleh sebab itu, tak salah bila dirinya bersama insan perfilman Sumbar lainnya menaruh banyak harapan dengan dunia perfilman daerah yang sekaligus dijadikan sebagai bentuk identitas daerah.
Salah satu usaha untuk memberikan masukan atas arah dan strategi pengembangan perfilman daerah ditempuh Boma dengan cara mendirikan Production House yang pada intinya menciptakan produk-produk film daerah yang bisa bersaing dikancah perfilman nasional seperti FTV Minang.
Bos Rumah Kreatif Pariwara ini mengaku memakai cerita asli daerah dalam setiap garapannya dan sekaligus melibatkan generasi muda Sumbar sebagai pemainnya. Usahanya itu diharapkan Boma mendapat respon dari masyarakat film Sumbar sendiri. Disini dirinya menjelaskan masyarakat film yang termaktub sebagai pendukung pernyataan ini adalah pekerja dan komunitas perfilman daerah seperti para produser film, sutradara, penulis skenario, penulis kritik film, musisi, kru produksi, penata kamera, animator, penata artistik, penata cahaya, editor, publisis, pemerhati dan periset film, aktivis komunitas film, dan individu-individu yang memiliki hubungan langsung dan tidak langsung dalam produksi film.
Bahkan untuk mendukung ambisinya tersebut Boma mencoba merekrut individu-individu pekerja film dan generasi muda Sumbar itu untuk bergabung bersamanya di Rumah Kreatif. Di perusahaan yang bergerak di bidang Production House, Iven Organizer, Kursus Entertainment, Advertising Agency dan Promosi dan Strategi ini, para pendukung perfilman dapat menggali ilmu lebih dalam lagi mengenai kemasan film. Selain itu mereka ini dikatakan Boma dapat saling mengingatkan pihak-pihak terkait akan posisi sesungguhnya perfilman kita di masa datang dan saat ini Diskusi mengenai keindahan format penyajian yang sarat kreativitas dan inovasi dalam segi teknis adalah faktor yang dielu-elukan oleh film-film baru saat ini. Tetapi sayangnya dikatakan Boma, segi skenario masih sangat jauh dan kurang dari cukup. “Dengan diadakannya diskusi ini para praktisi film benar-benar dapat menentukan arah perfilman daerahnya, dengan harapan penikmat film nantinya benar-benar akan berpendapat bahwa yang perfilman Minang benar-benar mencerminkan jati diri orang Minang sesungguhnya.
Tak tanggung-tanggung, lebih jauh pria ini mengungkapkan, dalam waktu dekat akan berdiri sebuah organisasi legal yang menampung semuanya insan perfilman ke dalam “Komunitas Masyarakat Film (KFT) Sumbar. Bahkan saat ini KFT sedang dalam persiapan AD/ART guna melegalkannya sebagai organisasi terbesar dalam dunia “entertainment” Sumbar. Tak lupa pemeran Taram dalam mini seri “Kasih tak Terlerai” bersama Rieke Diyah Pitaloka ini meminta dukungan seluruh pihak terkait termasuk Pemprov Sumbar dalam membantu permasalahan sarana dan prasarana pendukungnya. “Kami insan perfilman Sumbar berharap Pemprov Sumbar bersedia membantu dalam setiap anggarannya guna kemajuan dunia perfilman daerah, sehingga dunia perfilman daerah nanti benar-benar dapat berkopetensi di pentas perfilman Nasional dan Internasional,” pungkasnya. (sri agustini)
Biodata
Nama : Kung Z Boma
T/TL : Padang,15 Februari 1970
Pendidikan :
- SD 51 Alai
- SMP 5 Padang
- SMA Adabiyah Padang
- Mahasiswa Institut Kesenian Jakarta (IKJ)
Jabatan : Direktur Utama Rumah Kreatif Pariwara
Istri : Govianti
Anak : - M.Z.Bovi Andra
- M.Akil Tabrani
Organisasi
- Anggota PB Parfi Jakarta
- Anggota Komunikasi Anti Pembajakan (Fokap) Jakarta
- Anggota Karyawan Film & Televisi (KFT) Jakarta
- Pengurus DPP Hanura Sumbar
- Pengurus Fans Pandeka Minang PSP Padang
- Ketua Komite Sekolah SD Bayangkari 2 Padang
Pekerjaan
- Direktur Pengembangan Usaha Jendela (Production House) Jakarta
- Direktur Pengembangan Usaha PT.Coleca Production Jakarta
- Manager Promosi Indomode Jakarta
- Tim kreatif perusahaan iklan Kyu Comm Advertising
- Tim bagian produksi RCTI
- Tim bagian produksi TPI
- Penyutradaraan Video Klip, Sinetron, Film Independen dan puluhan vidio presentasi.
- Manager Program & Production Favorit TV Padang
- Direktur Utama Rumah Kreatif Pariwara
|