|
PADANG, METRO-- Maraknya isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak
(BBM) belakangan ini sempat membuat sejumlah Stasiun Pengisian Bahan
Bakar Umum (SPBU) di Indonesia dan juga Sumatera Barat kesulitan
mendapatkan pasokan BBM. Namun ternyata hal itu tidak ditemukan di Kota
Padang, dari pantauan POSMETRO sepanjang Rabu (14/5) kemarin, stok BBM
di sejumlah SPBU di Kota Padang masih lancar dan tidak mengalami
masalah sama sekali.
Di SPBU Marapalam, SPBU Sawahan, SPBU Jati, SPBU Khatib Sulaiman yang sempat dipantau POSMETRO, tak terlihat antrian sama sekali. Bahkan aktivitas di tempat itu dari pagi hingga siang hari justru lengang. Sejumlah kendaraan yang mengisi tangki kendaraannya dengan BBM pun dapat dengan lancar meluncur dari areal SPBU. “ Sampai sekarang stok BBM masih aman dan tidak ada masalah. Entah esok atau lusa, kami tidak tahu,” ungkap Adi (28) seorang operator pengisian BBM di SPBU Sawahan. Apa yang diungkapkan Adi, dibenarkan Kusbandi (26) seorang konsumen yang tengah mengisi tangki sepeda motornya. Menurutnya, kalaupun harga BBM tetap harus dianikkan, jangan sampai pasokan BBM ke SPBU digantung. Karena BBM merupakan kebutuhan masyarakat ucapnya.
Walaupun kondisi SPBU tetap aman terkendali dan harga BBM tetap stabil, namun di tingkat pengecer harga jual BBM khususnya premium sudah lebih dulu naik. Sejak seminggu terakhir, para pengecer menaikan harga premium mereka Rp 1000 lebih tinggi dari sebelumnya untuk setiap liter premium yang mereka jual. Hal itu menurut pengecer terpaksa dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan harga BBM yang bisa saja membuat mereka tidak mendapat keuntungan. Premium yang dijual Rp 6000/liter, ternyata tidak membuat konsumen mereka tertarik. Banyak pengendara kendaraan bermotor yang balik kanan begitu mengetahui harga jual BBM di eceran yang sudah naik dari harga sebelumnya. “Dari pada membeli di pedagang eceran Rp 6000, lebih baik mengisi di SPBU saja. Karena selain harganya masih normal, juga tidak ada antrian panjang” kata Rudi, pengendara sepeda motor yang ditemui di Pasar Baru.
Sementara itu, salah seorang penjual bensin eceran yang mengaku bernama Epi menuturkan, dia telah menaikkan harga bensin ecerannya sejak empat hari yang lalu. Sejauh ini, belum satu pun konsumennya yang mengajukan keberatan, sehingga dia tetap memberlakukan harga baru.
“Mungkin harga itu masih terjangkau oleh pengendara sepeda motor, sehingga mereka tidak banyak yang protes. Kalau nantinya mereka protes, tentu saya perlu mengkaji ulang besaran harga yang harus ditetapkan” imbuh Epi berlagak pengusaha besar. Tak berbeda dengan Epi, Yusman yang juga menjalankan bisnis serupa pun telah memberlakukan harga baru kepada konsumennya. Walau hanya menaikkan Rp 500, ternyata konsumennya banyak yang protes. Apa yang dilakukan Epi dan juga Yusman juga dilakukan penjual bensin eceran lainnya. Kenekatan itu dilakukan untuk menghindari terbenamnya modal seandainya harga BBM benar-benar dinaikkan. (a/u)
|