Saat ini ada 3 tamu online
Berantas Narkoba Butuh Peran Masyarakat pdf  | cetak |
Kamis, 15 Mei 2008
PADANG-- Pengantisipasian dan pemberantasan peredaran narkoba secara umum tidak hanya tugas aparat kepolisian. Karena tanpa peran serta aktif dari masyarakat, polisi tidak akan bisa berbuat apa-apa dalam pemberantasan narkoba tersebut. Karena itu, koordinasi dan kerjasama yang berkelanjutan diharapkan bisa terus dipupuk antara lembaga kepolisian dan masyarakat serta aparatur pemerintahan.
Demikian dikatakan Kasi Peningkatan Kesadaran Politik Masyarakat (PKPM) pada Kantor Kesbang Pol Kota Padang Chandra Amel SE MM di hadapan peserta sosialisasi narkoba di kantor camat Padang Barat, Selasa (13/5). “Tidak bisa dipungkiri, peran serta masyarakat dalam memerangi narkoba sangatlah besar. Tanpa peran serta aktif dan berkelanjutan itu, mustahil pemberantasan narkoba bisa berjalan dengan baik. Polisi pun sebagai aparat penegak hukum akan kesulitan memberantasnya kalau masyarakat apatis,” imbuhnya. (ted)

Penilaian Lomba Nagari Berprestasi Dimulai

DHARMASRAYA-- Tim Penilaian nagari berprestasi tingkat Kabupaten Dharmasraya,  Senin  kemarin mulai dilakukan penilaian dengan kunjungan lapangan ke nagari- nagari.  Selasa (13/5)  kemarin, giliran Nagari IV Koto Pulau Punjung dan Nagari  Siguntur Kecamatan Sitiung yang di kunjungi Tim. Tim yang yang dipimpin  A.Kandam dari Disos PM KB itu  beranggotakan 10 orang, mereka itu antara lain, Kasasih dari Pemerintahan Nagari,  Khairuddin dari Koperindag, Nini Deswita dari Dinas Pertanian, Hj Herlim  dari Kesehatan, Epa Reza dari PKK, Hendri S.Ag dari Asosiasi LPM dan  sejumlah anggota lainya. Di Kanagarian IV Koto tersebut tim tersebut di sambut langsung Walinagari,Syafruddin dan sejumlah petinggi nagari lainya. Ketua im A.Kandam yang didampingi sekretaris Camat Pulau Punjung,  Amran Amir menjelaskan pemilihan nagari berprestasi  kali ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya.  (tib)

Lustrum FISIP Unand Bertajuk Pengabdian Masyarakat

PADANG-- Sidang senat terbuka yang digelar senat Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unand berhasil melahirkan komitmen baru civitas akademika untuk mengabdi lebih jauh di tengah masyarakat. Tidak hanya itu, sidang yang masuk dalam rangkaian lustrum III Fakultas ISIP juga menggelar orasi ilmiah, lecture series, expo dan launching buku, Selasa (13/5). “Peringatan Lustrum kali ini akan dilakukan dengan serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat. Juli mendatang fakultas akan mengadakan sunatan massal di daerah Ketaping,” kata Dekan FISIP Drs Bakaruddin Rosyidi MS disela acara kemarin siang.

Lustrum yang menandai hari jadi FISIP yang ke-15 ini sekaligus mengenang para senior yang telah berjasa membangun fakultas sejak awal pendiriannya 13 Mei 1993. Diantaranya tercatat nama Prof Abdul Aziz Shaleh MA selaku Dekan pertama. Dalam perkembangannya belasan tahun kemudian, FISIP telah memiliki enam program studi yaitu, ilmu politik, antropologi, sosiologi, hubungan internasional, dan ilmu komunikasi. Menurut dekan yang berasal dari jurusan ilmu politik ini, Lustrum FISIP setiap tahun perayaannya selalu bersamaan dengan dies natalis Fakultas Teknik Unand. “Kedua fakultas dibentuk oleh satu surat keputusan yang sama dari menteri pendidikan di Jakarta 15 tahun silam,” kenang Bakaruddin.(u)

Mental Buruk tak Membuat Kemajuan

PADANG--Harapan masyarakat terhadap eksistensi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang sangat besar. Dibutuhkan aparatur yang memiliki sikap melayani stakeholder. Mental yang buruk tidak akan mampu membuat kemajuan besar. Hal ini dikatakan Rektor IAIN Imam Bonjol Padang, Prof Dr H Sirajuddin Zar MA, ketika melantik pejabat eselon di kampus Lubuk Lintah, kemarin.

“Kerja besar sedang menunggu aparatur yang bermental baja. Melayani dan bersikap positif dan tidak korup,” ungkap Sirajuddin. Guru Besar Filsafat Islam ini mengharapkan, dinamika pergantian jabatan merupakan titik awal kebangkitan IAIN. “Otonomi kampus membawa jalan pikiran baru agar aparatur kampus tidak menutup diri atas gebrakan demi kemajuan. Jangan menunggu dan apatis terhadap pekerjaan dan tantangan,” tegas Sirajuddin. (u)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Catatan Bapedalda Kota Padang, Batang Arau Paling Parah Tercemar

20.11.2008 | Metro Padang

SUBARANG PALINGGAM, METRO--Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Padang mencatat Batang Arau sebagai sungai yang paling parah…



advert-4.jpg

indosat.gif