Orang tua dari Nurul dan Rahmat tengah menyusui salah seorang dari anaknya.
PADANG, METRO-- Dua pasien suspect flu burung, dirawat di ruangan isolasi Irna C Penyakit Dalam RS M Djamil Padang. Kondisi kedua pasien itu, terlihat lemas dan mendapatkan bantuan oksigen. “Dua Balita warga V Suku Sungai Pua Kabupaten Agam yang bernama Nurul (3) dan Rahmat (1 tahun 8 bulan) ini diduga suspect meskipun tidak ada riwayat kontak dengan unggas,” ujar Kepala Pelayanan Medik RSUP Djamil Padang dr Irayanti MKes di Padang, Rabu (14/5). Dikatakan, dua pasien itu masih diperiksa secara insentif. “Serangkaian pemeriksaan bagi kedua pasien, tadi pagi (kemarin, red) telah dilakukan.
Seperti pengambilan lendir tenggorokan dan ronsen bronchopneumonia pasien,” tukasnya. Hasil tes tersebut, jelasnya, dapat mengindikasikan awal apakah pasien positif atau tidak terjangkit virus flu burung. Untuk hemoglobin dan trombosit kedua pasien ini, dikatakan Irayanti masih normal. Hemoglobin Nurul 11,2 dan trombosit-nya 406 ribu. Sementara, Rahmat 13,29 dan 496 ribu. Sedangkan jumlah leukosit Nurul, 23 ribu dan Rahmat 13 ribu. “Ini menunjukan adanya infeksi disaluran darah mereka,” ungkap Irayanti. “Pasien memang demam, flu dan sesak nafas. Ciri-cirinya seperti flu burung. Tapi, itu tidak cukup menyebut mereka suspect flu burung. Pasien dikatakan suspect jika dia ada kontak dengan unggas. Atau ada unggas yang mati di sekitarnya.”
Virus flu burung merupakan virus yang sangat mematikan. Virus ini menyebar antar unggas dan dapat menginfeksi manusia. Gejala klinis serangan virus flu burung pada unggas sering tidak tampak. Yang sangat khas adalah kematian mendadak. Misalnya, ayam tengah makan tiba-tiba mati. Sejauh ini, di Sumatera Barat baru ditemukan 4 kasus pasien positif flu burung. Satu orang akhirnya meninggal dan tiga orang lainnya sembuh.
Terakhir, kasus positif flu burung ditemukan pada warga Ngarai Sianok Kota Bukiktinggi. Namun balita yang bernama Alifah Qasha sembuh dan diperbolehkan pulang. Sementara untuk kasus flu burung pada unggas di Sumbar, tertinggi terjadi pada Februari 2007. Tercatat, 4.452 ekor ayam mati mendadak dengan sebaran pada 68 kepala keluarga (KK). (ren)
|