|
AGAM, METRO-- Mogok menambang dilakukan PO Harmonis dan
Harmoni. Bus yang melayani trayek Lubuakbasuang - Bukiktinggi itu,
aksinya mulai menimbulkan keresahan warga. Pasalnya, aksi yang ke empat
kalinya ini sejak (12/5) lalu, masyarakat pengguna jasa bus merasa
kesulitan untuk berpergian terutama menuju Kota Bukiktinggi.
Aksi mogok
menambang sejak Senin (12/5) lalu tersebut, sebagai bentuk protes
terhadap beroperasinya jasa angkutan tanpa izin (travel liar-red) dan
meminta agar pihak berwenang di Pemkab Agam, menghapuskan angkutan
tanpa izin tersebut. Tuntutan yang dimintakan ke Pemkab belum dikabulkan. Sementara, keresahan dan kesulitan di tengah warga mulai dirasakan. Mogoknya kedua perusahaan bus itu, diperparah tidak beroperasinya armada travel. Kalaupun ada yang berani beroperasi, tidak banyak jumlahnya. Karena, Dinas Perhubungan dan Satlantas Agam gencar melakukan penertiban.
Dalam razia penertiban Kamis (15/5) dibilangan Pasa Rabaa, Kecamatan Tanjung Raya, tim gabungan dari Dinas Perhubungan dan Satlantas berhasil menemukan 1 unit travel yang masih beroperasi. Mobil itu pun langsung ditilang petugas. Kasi Perhubungan Pemkab Agam Drs M Usman menghimbau pengelola PO Harmonis dan Harmoni, untuk kembali beroperasi melayani penumpang. “Travel liar akan kita tertibkan. Sementara waktu, kita harapkan PO Harmoni dan Harmonis teruslah mananbang,” harapnya.
“Pertemuan yang telah dilakukan, disepakati untuk melayangkan peringatan kepada pengusaha travel untuk menghentikan operasional mereka menjelang izin dari pemerintah.” Kepada pengelola travel, tegasnya, diminta pengertiannya untuk sementara melakukan cooling down, demi keamanan dan ketertiban. “Jangan dulu beroperasi melayani penumpang,” sebutnya. Mengenai isu adanya pengurusan izin tarvel ke Gubernur, Usman mengatakan Pemkab Agam akan membantu semampunya. “Kasus travel liar, bukan hanya masalah Agam dan Sumbar. Sudah menjadi masalah nasional. Kini, pemerintah sedang berupaya mencari jalan penyelesaian terbaik,” ungkapnya. (ham)
|