Saat ini ada 4 tamu online
PO Harmoni dan Harmonis Masih Mogok, Calon Penumpang Telantar pdf  | cetak |
Kamis, 15 Mei 2008
AGAM, METRO-- Mogok menambang dilakukan PO Harmonis dan Harmoni. Bus yang melayani trayek Lubuakbasuang - Bukiktinggi itu, aksinya mulai menimbulkan keresahan warga. Pasalnya, aksi yang ke empat kalinya ini sejak (12/5) lalu, masyarakat pengguna jasa bus merasa kesulitan untuk berpergian terutama menuju Kota Bukiktinggi.
Aksi mogok menambang sejak Senin (12/5) lalu tersebut, sebagai bentuk protes terhadap beroperasinya jasa angkutan tanpa izin (travel liar-red) dan meminta agar pihak berwenang di Pemkab Agam, menghapuskan angkutan tanpa izin tersebut. Tuntutan yang dimintakan ke Pemkab belum dikabulkan. Sementara, keresahan dan kesulitan di tengah warga mulai dirasakan. Mogoknya kedua perusahaan bus itu, diperparah tidak beroperasinya armada travel. Kalaupun ada yang berani beroperasi, tidak banyak jumlahnya. Karena, Dinas Perhubungan dan Satlantas Agam gencar melakukan penertiban.

Dalam razia penertiban Kamis (15/5) dibilangan Pasa Rabaa, Kecamatan Tanjung Raya, tim gabungan dari Dinas Perhubungan dan Satlantas berhasil menemukan 1 unit travel yang masih beroperasi. Mobil itu pun langsung ditilang petugas. Kasi Perhubungan Pemkab Agam Drs M Usman menghimbau pengelola PO Harmonis dan Harmoni, untuk kembali beroperasi melayani penumpang. “Travel liar akan kita tertibkan. Sementara waktu, kita harapkan PO Harmoni dan Harmonis teruslah mananbang,” harapnya.

“Pertemuan yang telah dilakukan, disepakati untuk melayangkan peringatan kepada pengusaha travel untuk menghentikan operasional mereka menjelang izin dari pemerintah.” Kepada pengelola travel, tegasnya, diminta pengertiannya untuk sementara melakukan cooling down, demi keamanan dan ketertiban. “Jangan dulu beroperasi melayani penumpang,” sebutnya. Mengenai isu adanya pengurusan izin tarvel ke Gubernur, Usman mengatakan Pemkab Agam akan membantu semampunya. “Kasus travel liar, bukan hanya masalah Agam dan Sumbar. Sudah menjadi masalah nasional. Kini, pemerintah sedang berupaya mencari jalan penyelesaian terbaik,” ungkapnya. (ham)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Syawir seorang Pemulung Tanpa Tempat Tinggal, Hidup Sebatang Kara

03.09.2008 | Metro Humaniora

Usaha pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesajahteraan masyarakat telah tertata rapi. Namun secara kontek perlu penelusuran,…

Kaos Jadi Pelampiasan

06.09.2008 | Metro Gaya

“Ekspresikan diri mu dengan tulisan di kaos yang kamu pakai.” Begitulah sebuah tulisan yang terpampang, di salah satu…

peristiwa.gif

Deplu Siap Fasilitasi KPU

06.09.2008

JAKARTA, METRO-- Rencana Komisis Pemilihan Umum (KPU) untuk mengadakan membentuk Panitia Pemilihan Luar Negeri ke-14 negara direspons positif…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

PLN Kembali Berjanji

06.09.2008 | Metro Padang

Mulai 10 September, Pemadaman 3 Jam Saja
SAWAHAN, METRO-- Semakin gencarnya keluhan masyarakat sekaitan dengan kebijakan pemadaman…


selamat_metro.jpg

advert-4.jpg

indosat.gif