|
PADANG, METRO-- Sejumlah pedagang pengecer mulai mengeluhkan
kenaikan barang di tingkat distributor. Menjelang kenaikan harga Bahan
Bakar Minyak (BBM) para distributor sudah mulai menaikkan harga barang.
Bahkan untuk beberapa item barang sudah mulai kosong di tingkat
distributor.
“Tepung beras sudah kosong di tingkat distributor. Harganya juga sudah naik. Yang kami takutkan menjelang BBM naik, harga sudah keburu naik. Yang rugi kami (pedagang pengecer) karena konsumen makin berkurang,” kata salah seorang pedangang P&D H Oyong Sampoerna, yang ditemui POSMETRO, Kamis (15/5) di Pasar Raya Padang.
Tidak hanya itu kebutuhan pokok seperti beras sudah mulai naik di tingkat dealer. Harga beras di sejumlah dealer, seperti Beras Solok dan Beras Pariaman naik diakibatkan kenaikan ongkos produksi untuk penggilingan padi. Para pedagang mengaku, ketika ada isu kenaikan BBM sudah menjadi rahasia umum banyak barang yang menghilang di pasaran. Barang-barang banyak disimpan kemudian dijual saat BBM sudah naik dengan harga yang lebih tinggi. “Pemerintah harus bergerak cepat. Sebelum harga BBM dinaikkan, pemerintah harus bisa mengawasi peredaran barang. Jangan sampai harga meroket,” kata H Oyong yang menyebutkan omzet pedagang akan menurun ketika BBM naik.
Dari pantauan POSMETRO, sejumlah kebutuhan pokok sudah mulai naik. Seperti minyak goreng, mentega, gula pasir, tepung terigu. Untuk minyak goreng naik dari Rp 11 ribu/kg menjadi Rp 11.500/kg, gula pasir dari Rp 6.500/kg menjadi Rp 6.800/kg, tepung terigu dari Rp 7.000/kg menjadi Rp 7.500/kg, mentega ukuran 200 gram dari Rp 3.500 menjadi Rp 5.000. Bahkan untuk kacang tanah kenaikan harga sangat signifikan dari Rp 10 ribu/kg menjadi Rp 13 ribu/kg. “Kami akan menaikkan harga ketika kenaikan BBM sudah diumumkan. Biaya transportasi barang tentu akan bertambah karena minyak naik. Berapa persentase kenaikan tergantung besarnya kenaikan BBM itu sendiri,” kata pedagang beras H Danir, Idaf.
Sebelumnya Walikota Padang Drs H Fauzi Bahar MSi meminta seluruh pihak tidak mengambil keuntungan menjelang kenaikan BBM. Masyarakat diminta mengawasi dan melaporkan jika ditemukan ada aksi penimbunan. “Aksi para penimbun tersebut jelas tidak berperikemanusiaan karena dilakukan pada saat masyarakat tengah susah akibat kenaikan harga BBM. Jika masyarakat mengetahui ada penimbunan sembako dan BBM, langsung melaporkan kepada Pemko atau pihak berwajib,” kata walikota. Bahkan Pemko juga membentuk tim yang terdiri dari Disperindag, Satpol PP, Kesbangpol dan aparat kepolisian untuk mengawasi pendistribusian BBM. Hal ini untuk menghindari penimbunan BBM dan sembako. (ren)
|