|
PADANG-- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar mengimbau ummat agar tidak menilai setengah-setengah (parsial) setiap persoalan yang muncul terutama menyangkut aliran kepercayaan yang lari dari akidah ummat Islam. Pernyataan demikian disampaikan Ketua Fatwa Sumbar Gusrizal Gazahar LC Mag dalam diskusi yang membahas isu-isu terhangat agama dewasa ini, Selasa (14/5).
Ajaran Ahmadiyah yang oleh MUI difatwa sesat dan menyesatkan menurut
Gusrizal suatu langkah yang tepat dan penuh perhitungan. “Setiap kali
fatwa hendak dikeluarkan MUI akan mengoordinasikannya dengan pengurus
di seluruh daerah. Semuanya dipelajari, apakah itu keuntungan maupun
mudaratnya. Dalam fatwa itu nantinya juga disertai himbauan kepada
ummat untuk tidak terpancing berbuat anarkis setelah fatwa
dikeluarkan,” jelas Gusrizal.
Ketua Fatwa tidak menampik adanya perbedaan pendapat di kalangan ummat
Islam itu sendiri dalam menyikapi keberadaan aliran Ahmadiyah. Namun
menurutnya, ummat Islam harus mau belajar lebih banyak sebelum segala
sesuatunya berubah menjadi sikap dan pernyataan. Menurut Gusrizal,
ummat Islam tidak selalu bersikap lunak terhadap musuh-musuhnya.
Terkadang diperlukan juga peperangan untuk menyelesaikan sebuah
permasalahan. Di antaranya dibuktikan dengan peristiwa perang badar dan
khandaq yang pernah terjadi di zaman rasul. (u)
Jelang Kenaikan BBM, Warga Jangan Gelisah
BATUSANGKA-- Sekdaprov Sumbar Drs H Yohanes Dahlan mengimbau, masyarakat masyarakat Tanah Data khususnya dan Sumbar umumnya, jangan gelisah atau panik menghadapi rencana pemerintah menaikkan harga BBM, karena hal ini terpaksa dilakukan. “Masyarakat tidak perlu gelisah menghadapi kenaikan BBM. Kita sebagai umat beragama dituntut selalu berusaha, rezeki itu datang dari Allah SWT,” ujar Yohanes, kemarin.
Ia juga meminta masyarakat tidak perlu memborong atau membeli bahan kebutuhan sehari-hari terlalu banyak. Karena ini akan berdampak kepada kenaikan harga oleh pedagang akibat bahan kebutuhan pokok sedikit di pasar. “Belanja lah seperti biasa, bila bahan kebutuhan sehari-hari banyak di pasar tentu harga tetap stabil,” jelasnya. Pemerintah akan melakukan pengawasan ketat terhadap penjualan BBM di SPBU dan peredaran bahan kebutuhan sehari-hari di pasar. Pihaknya juga akan menindak tegas para spekulan yang berusaha menimbun BBM dan Sembako. (k)
Bangun Monumen, Ambil Tanah Asal Pariangan
PARIANGAN--Upacara Pengambilan Tanah dan Air di Nagari Tuo Pariangan dimulai dengan prosesi membakar kemenyan oleh Dt Putiah, sesepuh adat Nagari Pariangan. Dt. Putiah lalu mendinginkan tanah yang diambil dari Makam Dt Tantejo Gurhano untuk kemudian diserahkan kepada empat dubalang. Tapi sebelumnya empat rang mudo telah mengambil air suci dari mato aia Simarunciang. Tanah dan air tersebut diarak dengan tarian menuju lapangan Suri Rajo Mahadirajo. Tanah diterima Ketua KAN Pariangan, sementara Air diterima Walinagari Pariangan.
Untuk kemudian Tanah dan Air tersebut diserahkan kepada Bupati Tanahdata dan dibawa ke Padang. Rencananya Tanah dan Air tersebut diberangkatkan ke Jakarta menjadi pondasi dasar pembangunan Monumen Pemuda Tanah Air Bergabung dengan Tanah dan Air dari 33 provinsi se-Indonesia. “Pemprov Sumbar menetapkan pengambilan tanah dan air dari Nagari Pariangan ini karena masyarakat kita mengakui dan menghormati bahwa Nagari Pariangan adalah nagari tuo yang sekaligus sebagai asal orang Minangkabau,” tutur Sekdaprov Sumbar H Yohanes Dahlan, kemarin.(k)
Nasyid SBY Pontren Hamka Juara Audisi Medan
PADANG-- Hasil membanggakan ditunjukkan Tim Nasyid Swaka Brother Yunior atau SBY Pontren Hamka pada audisi Festival Nasyid Pemuda Indonesia (FNPI) I di Medan Sumatera Utara. Menjuarai ajang yang digelar 11 Mei 2008 itu, SBY berhak mewakili Audisi Medan pada Final FNPI I di Jakarta. SBY akan bergabung dengan pemenang audisi dari Lampung, Jakarta, Bandung, Kalimantan Timur dan Jogjakarta. “Alhamdulillah, hasil maksimal telah kita raih. Selanjutnya, perjuangan berat telah menanti.
18 Mei kita akan menunjukkan prestasi ini di tingkat yang lebih tinggi. Sabtu (17/5) kami akan bertolak ke Jakarta,” ujar Pembina Tim Nasyid SBY M Taufik ‘Air’, Kamis (15/5) dalam keterangan persnya di Padang. Taufik yang juga pernah berlaga di Festival Nasyid Nasional (FNN) beberapa tahun lalu itu menyebutkan, terus memberikan motivasi kepada timnya untuk lebih memfokuskan diri menghadapi FNPI I yang digelar oleh Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga ini. Katanya, SBY adalah tim yang terakhir lolos ke Jakarta, karena audisi Medan memang lebih lambat dari 7 kota lainnya.(rvi)
Tim Penilai KUA Turun ke Sungayang
TANAHDATA-- Ratusan warga Kecamatan Sungayang menyambut gembira kedatangan Tim Penilai KUA Percontohan tingkat Provinsi Sumbar 2008 di Nagari Minangkabau, kemarin. Sambutan yang dimulai dengan Tarian Pasambahan oleh siswa sekolah itu membuat decak kagum Tim Penilai yang datang bersama unsur Muspida Kabupaten Tanahdata.
Ketua Tim Penilai KUA Percontohan Provinsi Sumbar 2008, Drs H. Marzuki mengatakan kebersamaan dan kekompakan yang ditunjukkan warga Kecamatan Sungayang ini hendaknya terus dipertahankan. Karena di era sekarang ini, masyarakat mudah sekali terprovokasi dan terpancing dengan berbagai isu yang tidak jelas. “Dengan adanya persaudaraan seperti ini, mudah-mudahan kita terhindar dari marabahaya,” tuturnya.
Ditambahkan Marzuki, penilaian dalam KUA Percontohan tingkat Provinsi Sumbar 2008 ini adalah kerapian administrasi, pelayanan terhadap nasyarakat, dan aspek pengorganisasian lembaga. Ia berharap KUA Sungayang dapat tampil sebagai KUA Percontohan menyusul KUA Salimpaung, KUA Sungai Tarab, KUA Rambatan dan KUA Lintau Buo yang lebih dulu memperoleh predikat KUA Percontohan tingkat nasional. (k)
|