Saat ini ada 11 tamu online
Mantan Walinagari Gelapkan DAUN ? Tersangka: Dipakai Untuk Pembangunan Kantor pdf  | cetak |
Jumat, 16 Mei 2008
PADANGPARIAMAN, METRO-- Diduga menggelapkan Dana Alokasi Umum Nagari (DAUN) Kanagarian Kataping, Kecamatan Batang Anai sejak 2003 hingga 2006, mantan walinagari ditahan Kejaksaan Negeri Padangpariaman, Senin (12/5) sekitar pukul 18.00 WIB. Tersangka ‘YH’ (41), kemudian dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Karan Aur.  “Dalam rentang waktu itu, tersangka diduga telah menggelapkan DAUN sebesar Rp 200 juta,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Pariaman Abu Zanar SH didampingi Kasi Pidsus Ronalwind SH menjawab POSMETRO kemarin.
Menurut Kajari, mantan walinagari itu diperiksa dan akhirnya ditahan penyidik dari Kejaksaan Negeri, berdasarkan laporan masyarakat dan temuan Bawasda  Kabupaten Padangpariaman. Dalam temuan tersebut, tersangka belum dapat membuat SPj (Surat Pertanggungjawaban) DAUN sebanyak Rp 200 juta. Berdasarkan laporan tersebut, Kejaksaan Negeri Pariaman melakukan proses pemeriksaan pada tersangka. “Akhirnya, tersangka diduga kuat telah menggelapkan DAUN Kanagarian Ketaping Kecamatan Batang Anai ini,” tukasnya.

Dikatakan, setelah menjalani serangkaian pemeriksanaan, tersangka lansung ditahan. Sebab, saat ditanya tentang DAUN dari 2003 sampai 2006 itu, ternyata mengaku belum dapat mempertangungjawabakannya. Walaupun demikian, Kejaksaan Negeri Pariaman masih akan mengajukan proses pemeriksaan selanjutnya, pada BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan), terkait dana yang diduga telah digelapkan itu. Perbuatannya ini, tersangka diduga telah melanggar UU No 31 Tahun 1999 tentang Anti Korupsi. Selama menjadi walinagari Kataping pada 2003 lalu, DAUN Nagari Ketaping yakni sebanyak Rp 47 juta, sebesar Rp 56.353 juta (2004). Selanjutnya, sejumlah Rp 87 juta (2005) dan Rp 128 juta (2006). “Sewaktu dalam pemeriksaan, tersangka mengaku uang DAUN itu dipergunakan untuk operasional nagari dan pembangunan kantor walinagari Katapiang,” terang Abu Zanar. (efa)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Syawir seorang Pemulung Tanpa Tempat Tinggal, Hidup Sebatang Kara

03.09.2008 | Metro Humaniora

Usaha pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesajahteraan masyarakat telah tertata rapi. Namun secara kontek perlu penelusuran,…

Gaya Rambut 2009

20.11.2008 | Metro Gaya

GAYA potongan maupun pewarnaan rambut yang dipilih dapat membangun karakter dan imej seseorang, pun demikian dengan kaum pekerja.…

peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Catatan Bapedalda Kota Padang, Batang Arau Paling Parah Tercemar

20.11.2008 | Metro Padang

SUBARANG PALINGGAM, METRO--Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Padang mencatat Batang Arau sebagai sungai yang paling parah…



advert-4.jpg

indosat.gif