Saat ini ada 5 tamu online
Nagari Tingkatkan Ekonomi, Galakkan Keramba pdf  | cetak |
Sabtu, 17 Mei 2008
PEMERINTAH Nagari Koto Bangun, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limopuluah Koto, terus tingkatkan perekonomian dengan mengembangkan pemeliharaan ikan melalui keramba dihiliran Batang Sopan yang mengalir di Nagari  tersebut. Peningkatan ekonomi ini, menurut Pjs Wali Nagari, setempat, Syahrul Kasmi, kepada POSMETRO, Kamis (15/5), menyebutkan ide untuk memelihara ikan ini berawal  dengan keberadaan Batang Sopan yang mengalir melewati Nagari Koto Bangun  dapat dimanfaatkan untuk perikanan.
Warga masyarakat sepakat untuk membuat keramba yang berukuran 15 X 3 meter dapat menampung 5000 ekor bibit ikan jenis majalaya, pembuatan keramba ini adalah memanfaatkan dana bantuan yang berasal dari Pemerintah Kabupaten Limopuluah Koto sendiri yang berjumlah  Rp25 juta. Kalau disigi, Nagari yang berpenduduk 3784 orang jiwa dari 972 KK ini, merupakan Nagari yang paling terkecil jumlah penerimaan pendapatannya untuk Nagari yaitu Rp22 juta per tahun.

Jika dibandingkan dengan tujuh Nagari yang ada di kecamatan Kapur IX. Apa lagi kalau kita bandingkan dengan Nagari Lubuak Alai yang pendapatan aslinya untuk Nagari mencapai ratusan juta sementara kesejahteraan perangkat Nagari tentu perlu pula kita pikirkan, karena tidak dapat dipungkiri kesejahteraan perangkat Nagari ini  mau tidak mau harus kita carikan jalan keluarnya. Pengelolaan Keramba yang cukup panjang ini, menurut Syahrul dikelola oleh dua kelompok tani perikanan yang berjumlah 18 orang, kalau tidak ada aral melintang, pemerintah Nagari Koto Bangun akan melaksanakan panen raya pada tanggal 23 Mei 2008 mendatang.

 Pada panen mendatang, ikan yang ditebar kedalam keramba lebih kurang empat bulan lalu, telah mencapai berat per ekornya 1 kg, sementara yang bakal dipanen nantinya paling rendah ada 3000 ribu ekor, sedangkan harga ikan ini di Koto Bangun mencapai Rp 20.000. per kg nya, kalau kita hitung-hitung, pada panen nanti akan menghasilkan  lebih kurang Rp60.juta. “Dari hasil panen ini, sudah ada kesepakatan antara pengelola keramba dengan pemerintah Nagari dalam hal pembagian hasil, sedangkan hasil penjualan ikan yang diperuntukan untuk pemerintah Nagari sepenuhnya diberikan kepada perangkat Nagari untuk peningkatan kesejahteraan bagi perangkat nagari itu sendiri, “cerita Syahrul. (***)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Syawir seorang Pemulung Tanpa Tempat Tinggal, Hidup Sebatang Kara

03.09.2008 | Metro Humaniora

Usaha pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesajahteraan masyarakat telah tertata rapi. Namun secara kontek perlu penelusuran,…

Gaya Rambut 2009

20.11.2008 | Metro Gaya

GAYA potongan maupun pewarnaan rambut yang dipilih dapat membangun karakter dan imej seseorang, pun demikian dengan kaum pekerja.…

peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Catatan Bapedalda Kota Padang, Batang Arau Paling Parah Tercemar

20.11.2008 | Metro Padang

SUBARANG PALINGGAM, METRO--Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Padang mencatat Batang Arau sebagai sungai yang paling parah…



advert-4.jpg

indosat.gif