|
LIMOPULUAH KOTO, METRO-- Lahirnya Forum Kerukunan Umat Beragama
(FKUB) di Indonesia juga merupakan salah satu solusi untuk menciptakan
iklim kerukunan antar umat beragama, yang harus tetap terpelihara,
dipupuk dan dikembangkan oleh sesama umat seiman dan berlainan iman di
Kabupaten Limopuluah Koto. Hal ini disampaikan Bupati Limopuluah Koto
yang diwakili Asisten Administrasi Drs Resman Kamar SPd, MH, kepada
POSMETRO, di ruang kerjanya, Kamis (15/5).
Dengan dikukuhkan forum
tersebut, diharapkan dapat lebih memberikan warna dan pencerahan
terhadap kemajemukan dan heterogenitas masyarakat dengan tingkat
mobilisasi penduduk yang semakin meningkat. Kita menyadari bahwa konflik-konflik dibidang keagamaan semakin intens memasuki melinium ketika abat ke 21 ini, era globalisasi dunia yang telah membawa dampak yang sangat luas terhadap peradaban.
Begitu juga dengan bangsa Indonesia saat ini, sebagai Negara yang ikut dalam percaturan Dunia dan antar Bangsa imbas masalah Internasionalpun turut mewarnai perjalanan kehidupan bangsa kita. Munculnya kasus-kasus pelecehan terhadap satu agama, walaupun dalam skala global, juga berakibat buruk yang terjadi didalam negeri suatu bangsa, seperti munculnya reaksi-reaksi miring dan protes umat yang agamanya dilecehkan.
Karena itu, Resman menambahkan, jika para tokoh agama tidak arif untuk menyikapi berkaitan dengan persoalan tsb, perbenturan peradaban semakin tidak dapat dihindarkan. Sebagai salah satu aspek dalam kehidupan umat, terutama dibidang keagamaan fenomenanya telah dapat kita rasakan dengan timbulnya sentiment-sentiment negatif dalam tatanan regional dan lokal ke Daerahan, terjadinya mobilitas penduduk Indonesia yang dulunya Plural dan Homogen telah berubah menjadi komunitas Iheterogen akibat adanya Transmigrasi, Urbanisasi keluar dari kampung halaman ke luar Propinsi untuk merantau.
Kepada pengurus Forum umat beragama kabupaten Limopuluah Koto yang baru saja dikukuhkan, perlu kami tekankan bahwa forum kerukunan umat beragama merupakan Forum Dialog yang Kontruktif, wadah penyelesaian masalah ke agamaan, penyelesaian sengketa di bidang agamaan, karena itu dimintakan kearifan, solidaritas dan rasa kesabaran yang tinggi,” harap Resman. (nur)
|