Saat ini ada 11 tamu online
Pemko Minta Tambahan Anggaran Lagi, APBDP Kota Padang Meningkat 1,004 Triliun pdf  | cetak |
Sabtu, 17 Mei 2008
SAWAHAN, METRO-- Walikota Padang Drs H Fauzi Bahar MSi masih optimis, pertumbuhan ekonomi Kota Padang 2008 mencapai 6,2 persen. Meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, 6,12 persen Tahun 2007,  5,12 persen (2006), 5,28 persen (2005) dan 5,69 pada tahun 2004.  Namun, PAN ini memberikan catatan yang banyak, untuk target itu. “Target 6,2 persen itu akan diperoleh dengan asumsi inflasi dan pertumbuhan penduduk dapat di pertahankan.
Selanjutnya juga tidak terjadi peristiwa besar, seperti bencana alam dan peristiwa sosial ekonomi yang sangat berpengaruh terhadap perthumbuhan ekonomi,” kata Walikota, saat membacakan nota pengantar kebijakan umum anggaran (KUA) APBD Perubahan 2008, Jumat (16/5 di DPRD Kota Padang. Pada paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kota Padang Hadison SSi APt itu, sebelum meminta tambahan anggaran, walikota menyebutkan, perkiraan pendapatan daerah akan mengalami peningkatan. Katanya, dari perkiraan semula Rp 867,23 miliar, akan meningkat menjadi Rp 885,00 miliar atau bertambah Rp 17,77 miliar.

“Untuk pendapatan asli daerah (PAD), meningkat Rp 2,3 miliar. Dari Rp 116,24 miliar menjadi Rp 118,54 miliar. Pendapatan ini bertambah dari pengurangan retribusi sebesar lebih dari Rp 1 miliar dan penambahan pada lain-lain pendapatan daerah.  Berbagai perubahan, seperti bagi hasil pajak, penambahan DAK, pengurangan hibah dan lainnya, turut mempengaruhi,” kata walikota.

Dengan itu, lanjut pak wali, APBD 2008 akan bertambah Rp 98,57 miliar atau senilai 10,87 persen. Sehingga setelah perubahan menjadi Rp 1,004 triliun. Tambahan belanja itu dialokasikan untuk belanja langsung Rp 50,05 miliar dan belanja langsung Rp 49,51 miliar. “Dengan demikian, belanja tidak langsung yang semula direncanakan sebesar Rp 579,65 miliar setelah perubahan menjadi Rp 629,7 miliar mengalami peningkatan sebeasr Rp 50,05 miliar. Tambahan digunakan untuk belanja pegawai Rp 24,43 miliar, belanja subsidi sebesar Rp 250 juta, belanja hibah Rp 6,12 miliar dan belanja bantuan sosial Rp 7,87 miliar,” tandas walikota masih dalam paripurna.

Sedangkan untuk belanja langsung semula Rp Rp 326,22 miliar bertambah Rp 374,73 miliar mejadi Rp 374,73 miliar. Penambahan belanja sebesar Rp sebesar Rp 48,51 miliar digunakan untuk belanja pegawai sebesar Rp 3 miliar, belanja barang dan jasa Rp 20,51 miliar dan belanja modal Rp 25 miliar. “Dengan hitung-hitungan itu, terdapat defisit anggaran sebesar Rp 80,97 miliar  (rencana tambahan pendapatan meningkat dari 17,78 miliar menjadi Rp 98,56 miliar). Dengan itu, pendapatan 2008 menjadi Rp 885,00 miliar dan belanja Rp 1.004 triliun, maka defisit anggaran mencapai Rp 119,43 miliar. Defisit akan ditutup oleh surplus anggaran pembiayaan pada 2008,” tandasnya.

Dari catatan yang diserahkan walikota ke DPRD Kota Padang, Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah atau nama baru Dinas Pekerjaan Umum mengalami penambahan tertinggi mencapai 17,51 persen atau menjadi Rp 65,98 miliar. Yang terendah berda pada pemberdayaan perempuan yang hanya bertambah Rp 200 juta atau 0,05 persen. Dengan diserahkannya KUA dan PPA itu, DPRD akan kembali membahaskan di tatatan fraksi untuk dilanjutkan dengan pembahasan dengan tim anggaran pemerintahan daerah (TAPD) dalam beberapa waktu kedepan. DPRD Kota Padang akan segera melakukan tugas legislasi mereka, anggaran.(rvi)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Catatan Bapedalda Kota Padang, Batang Arau Paling Parah Tercemar

20.11.2008 | Metro Padang

SUBARANG PALINGGAM, METRO--Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Padang mencatat Batang Arau sebagai sungai yang paling parah…



advert-4.jpg

indosat.gif