|
Pada malam naas itu, warga sekitar Jalan A Yani Kota Payokumbuah
berhamburan mendengar adanya suara sirene mobil kebakaran. Karena mobil
pemadam menuju arah ke Blok M Danguang-danguang tepatnya ke arah
Kenagarian Guguak, sebagaian warga tidak mengacuhkannya. Apa dinyana,
petugas yang ada di mobil pemadam itu kecele. Laporan yang diterima
ternyata palsu. Akibatnya, Ruko milik Anwar beserta warung kopi Kobeng
yang benar-benar terbakar, menjadi terlambat diselamatkan.
Alhasil, Ruko berlantai tiga dan warung kopi yang berjarak sekitar 75 meter dari lokasi parkir mobil pemadam kebakaran itu, akhirnya kini berubah menjadi arang. Tragisnya, suami-istri Anwar (70) dan Rita Kamsari (66) ikut terbakar bersama Rukonya.Laporan palsu dari warga itu, membuat Kasi Kebakaran Pemko Payokumbuah Erizon SSos meradang. Dengan wajah suram, di tengah kekecewaan awak pemadam kebakaran yang berjumlah 10 orang itu, Erizon kemudian mendapat kabar bahwa yang terbakar itu toko Bintang Timur dan warung kopi Kobeng.
Beruntung, mereka masih berada di Kelurahan Napa, Kecamatan Payokumbuah Utara. Anggotanya pun, langsung diperintahkan untuk balik kanan. Sesampainya di TKP, kobaran api sudah membesar. Sehingga, mereka hanya bisa melokalisir lokasi kebakaran, agar tidak meluas di komplek yang cukup rapat dengan pertokoan itu. Berkat kesigapan awak pemadam kebakaran plus dengan memanfaatkan 1 unit mobil usangnya yang diberi nama ‘buaya darat,’ truk yang berjejer di sebelah kedai Kobeng atau Bintang Timur dapat diselamatkan. Upaya pemadaman api, kemudian juga dibantu 1 unit mobil pemadam dari Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi.
Saking paniknya, tidak satu wargapun yang memberi tahu, bahwa di dalam toko itu ada orang yang menghuninya yakni pemilik toko yang bernama Anwar dan Rita Kamsari. Akhirnya, kedua insan itu ditemukan petugas kepolisian sudah dalam keadaan terbakar dengan kondisi hangus dan bau amis. “Kini, keluarga korban hanya bungkam dan belum bisa diajak berkomunikasi. Karena, mereka dalam keadaan berduka. Sedangkan keluarga keturunan Tionghoa yang tergabung dalam Himpunan Bersatu Teguh (HBT) itu, juga masih dalam berduka,” kata Erizon. Dikatakan salah seorang petugas kebakaran Kota Payokumbuah Dedi, pada saat kejadian tiga petak ruko itu dihuni oleh empat orang, yaitu Elysa Halim istri dari Yunus Kamsuri, (57) Hingston Sutanto (Ko Ing) (51) serta pasangan suami istri Anwar dan Rita Kamsari. Sementara itu, Yunus Kamsari atau yang biasanya di panggil warga Payokumbuah dengan Kobeng, sedang berobat di Jakarta, ditemani anaknya Verawati Kamsari.
Elisa dengan Ko Ing berhasil menyelamatkan diri dengan melompat dari lantai dua ke atap rumah warga yang berada di belakang Ruko. Tetapi malang bagi pasangan suami-istri Anwar dan Rita Kamsari. Saat api mulai bisa dijinakkan sekitar pukul 05.00 WIB, petugas pemadam kebakaran menemukan mayat Rita Kamsari dengan posisi telungkup di lantai satu. Sedangkan mayat Anwar ditemukan di lantai III dengan kondisi telentang. “Saya langsung mengangkat mayat itu, begitu api mulai bisa dijinakkan,” ujar Dedi. Sementara, jumlah kerugian ditaksir sekitar Rp 2 miliar. Sebab, dari keterangan A Sui, anak Yunus Kamsuri, sehari sebelum kejadian barang-barang P&D baru masuk di toko Bintang Timur. “Kemarin, kita baru saja habis berbelanja dan sebagian besar barang dagangan tidak bisa diselamatkan,” ujar A Sui yang tinggal di Parit Rantang. (***)
|