Sebutir peluru jenis Jetmi 63, yang menembus rumah warga di komplek Pasia Putiah Padang masih dibiarkan tergeletak di ruang tengah mereka kemarin.
PADANG, METRO-- Peluru milik personel TNI Angkatan Udara (AU) Padang, Kamis (15/5) sekitar pukul 04.00 WIB, nyasar menghantam rumah warga Pasie Putiah, Tabing, Kecamatan Koto Tangah. Dipagi buta itu, personil TNI AU tengah latihan pengamanan pangkalan udara Tabiang. Komandan Pangkalan Udara TNI AU Tabiang Letkol (PNB) Sugiharto kepada koran ini mengakui adanya musibah itu. Namun demikian, kejadian yang terjadi dan 3 rumah warga yang terkena peluru nyasar tersebut, adalah hal yang tidak disengaja oleh personil yang sedang menggelar latihan rutin pengamanan pangkalan. Latihan yang digelar itu, merupakan kegiatan pokok demi pengamanan. “Amat disayangkan, saat latihan terjadi hal-hal yang tak diingini,” tutur Sugiarto.
Kejadian yang amat disayangkan itu, telah mengakibatkan tiga rumah warga yang dihuni Mushabib (63), Kiki (17) dan Syamsul Anwar (63), terletak di Blok I No 14, Blok J No 8 dan Blok K3, dihantam peluru yang dimuntahkan dari senjata jenis Jetmi 63. Beruntung, tidak ada korban jiwa akibat peluru nyasar ini. Menindaklanjutinya, tim dari TNI AU, Poltabes Padang dan Polsek Koto Tangah sudah melakukan identifikasi di lokasi kejadian. Dikatakan Sugiarto, sejumlah personil sedang menggelar latihan dini hari. Saat terjadi tembakan beberapa kali yang dimuntahkan dari senjata jenis Jetmi 63, tiba-tiba ada peluru nyasar. Peluru itu ditembakan kemudian mengenai seng yang ada di lokasi. Karena kuatnya pantulan itu, peluru kemudian mengarah ke udara dan akhirnya turun mengenai rumah warga yang terletak di Pasie Putiah. “Semuanya tidak disengaja, latihan yang digelar sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku” aku Perwira Tertinggi di Lanud Tabing Padang ini.
Dihubungi terpisah, 3 orang warga yang berhasil ditemui di lokasi kejadian, mengaku sangat kaget akibat peluru yang memasuki rumah mereka. “Ketika itu, saya usai melaksanakan shalat tahajud dan tertidur di ruangan tengah. Baru saja memejamkan mata menunggu waktu Subuh, tiba-tiba meluncur peluru dan nyaris menghantam kepala,” aku Syamsul Anwar. Lain halnya yang dikatakan Mushabib (63), waktu kejadian dirinya tengah berada di ruangan keluarga. Peluru menembus atap dan akhirnya memasuki ruang keluarga. Sedangkan Kiki mengaku, peluru masuk dari atas atap langsung ke ruangan tidurnya. “Untung saja tidak mengenai tubuh saya,” aku Kiki. (ped)
|