Ikan Bilih Hanya ada di Danau Singkarak pdf  | cetak |
Minggu, 18 Mei 2008
Selain pemandangannya nan amat elok dan indah dicekungan kehijauan alam Bukit Barisan, Danau Singkarak juga menyimpan sebuah keunikan spesies ikan yang ada di dunia yakni IKAN BILIH (latin ; Mystacoleucus padangensis). Species Ikan ini hanya satu satunya di dunia (namun menurut beberapa sumber kiranya jenis ikan ini juga ada di Brazilia). Ikan ini merupakan andalan utama mata pencarian penduduk yang ada diselingkaran Danau Singkarak, selain rasanya yang amat khas, gurih dan wangi.
Ikan ini juga menjadi andalan kenangan anda dengan memanjakan selera untuk mencicipi makanan yang ada di warung/restoran yang ada di pinggir pinggir danau Singkarak, tentunya juga ada paket untuk oleh oleh dari Ikan Bilih yang sudah kering. Uniknya ikan ini tidak bisa dibudidayakan diluar habitatnya, baik di aquarium, kolam atau jala terapung sekalipun. Ikan bilih merupakan ikan bernilai ekonomis penting sebagai plasma nutfah endemik dan diperkirakan penyebarannya di dunia hanya di Danau Singkarak, Provinsi Sumatera Barat. Produksi ikan bilih akhir-akhir ini telah mengalami penurunan, sehingga berakibat pada menurunnya tingkat pendapatan masyarakat sekitar Danau Singkarak yang memanfaatkan ikan bilih sebagai sumber mata pencahariannya maupun penyerapan tenaga kerja. Untuk mengurangi dampak negatif menurunnya produksi, telah dialokasikan kegiatan untuk melakukan upaya pelestarian dan peningkatan stok ikan bilih di Danau Singkarak.

Sebagai tindak lanjut untuk melakukan upaya pelestarian dan peningkatan stok ikan bilih di Danau Singkarak pada tahun 2002 diadakan mini workshop yang menghasilkan beberapa point diantaranya : stocking dan restocking, pengembangan reservaat / suaka perikanan, pengaturan penangkapan, perlindungan lingkungan, penetapan tata ruang, pengawasan pemanfaatan sumberdaya ikan. Selanjutnya pada tahun 2004 ditetapkan untuk membangun suaka perikanan ikan bilih di Danau Singkarak yang berlokasi di Kenagarian Sumpur Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Suaka perikanan tersebut dibangun dengan cara memodifikasi lahan yang merupakan sarana yang dibuat untuk menangkap ikan bilih dengan membuat semacam saluran atau alur buatan yang kedua sisinya dibatasi dengan tanggul kecil atau batas tepian sungai. Lebar alahan 3 meter dan panjang 100 meter dengan dasar perairan berupa batu kerikil. Prinsip pemanfaatan lahan adalah membiarkan saluran air terbuka selama waktu tertentu sehingga ikan bilih bisa beruaya dan memijah secara bebas.

Kegiatan pembangunan suaka perikanan ini didukung oleh kegiatan penelitian dari Pusat Riset Perikanan Tangkap yang melakukan pengkajian mengenai budidaya  ikan bilih di alahan milik masyarakat di Muara Pingai, Paninggahan Kabupaten Tanah Datar serta pada lokasi suaka perikanan tersebut. Hasil penelitian tersebut digunakan untuk memberikan keyakinan pada masyarakat bahwa perlindungan terhadap perkembangan ikan bilih memang diperlukan. Di sekitar Danau Singkarak wilayah Kabupaten Solok, terdapat 5.857 hektar areal persawahan, sedangkan di wilayah Kabupaten Tanahdatar terdapat 5.798 hektar persawahan yang tergantung dengan keberadaan Danau Singkarak. Lahan sawah di pinggiran Danau Singkarak wilayah Solok menghasilkan produksi gabah kering sebesar 5,394 ton per hektar. Baiknya sistem pengelolaan lahan persawahan ini menyebabkannya meraih penghargaan di tingkat nasional sebagai juara Supra Insus pada tahun 1999 lalu. (berbagai sumber)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Deplu Siap Fasilitasi KPU

06.09.2008

JAKARTA, METRO-- Rencana Komisis Pemilihan Umum (KPU) untuk mengadakan membentuk Panitia Pemilihan Luar Negeri ke-14 negara direspons positif…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Tradisi Asmara Subuh, Pelampiasan Ruang Kontak Sosial?

07.09.2008 | Metro Padang

LUBUAK LINTAH, METRO-- Tradisi Asmara Subuh bagi kalangan remaja di sebagian Kota di Sumbar, merupakan kronologis penyimpangan dari…


selamat_metro.jpg

advert-4.jpg

indosat.gif