|
JAKARTA, METRO-- Tim Uber Cina berhasil mengukuhkan dominasinya
dalam dunia bulu tangkis. Bertanding di bawah tekanan penonton
Indonesia, Tim Negeri Tirai Bambu sukses mempertahankan gelar Uber,
setelah mengalahkan Tim Uber Indonesia 3-0, pada babak final, di Istora
Gelora Bung Karno, Sabtu (17/5) malam. Penampilan Indonesia yang
mencapai babak final juga tidak dapat diremehkan, karena tidak
diunggulkan dari pertama.
Cina yang berhasil mengalahkan Korsel 3-1 memang bukan lawan sepadan bagi Tim Uber Merah Putih. Terbukti juara bertahan lima kali berturut-turut itu langsung meninggalkan Indonesia 1-0, ketika tunggal pertama tuan rumah Maria Kristin menyerah 21-8, 21-15 dari pebulu tangkis nomor satu dunia Xie Xingfang. Keunggulan Cina berlanjut menjadi 2-0, ketika ganda Putri Yang Wei/Zhang Jiewen membungkam pasangan Liliyana? Nasir/Vita Marissa, 21-15, 19-21, 16-21. Indonesia yang mencoba bangkit harus kembali menelan pil pahit. Itu ketika tunggal kedua Ardiyanti Firdasari harus menyerah dari pebulu tangkis nomor dua dunia Lu Lan (2-0) 21-12, 21-10. Sejak 1998, Tim Uber Cina terus mendominasi perebutan gelar. Gelar ini sekaligus menjadi gelar keenam beruntun yang bisa didapatkan Tim Uber Cina.
Kristin Kalah Kelas
Dengan mudah, Xie Xingfang mengalahkan tunggal pertama China Maria Di atas kertas, Maria memang kalah peringkat dari Xie Xingfang. Menurut daftar peringkat terbaru dari BWF, Maria saat ini menduduki peringkat ke-24 sedangkan Xie Xingfang sendiri merupakan pebulu tangkis peringkat satu dunia. Di set pertama, banyaknya kesalahan yang dilakukan Maria Kristin membuat langkah Xi Xingfang lebih mudah. Pebulutangkis peringkat satu dunia itu memang banyak diuntungkan dari banyaknya cock Maria Kristin yang menyangkut di net. Alhasil, Xie Xingfang menang mudah, 21-8. Memasuki set kedua, Maria Kristin mencoba bangkit. Awalnya, Maria sempat memberikan perlawanan dan terbantu dengan banyaknya kesalahan yang dilakukan Xie. Namun, Maria harus mengakui keunggulan Xie, setelah smash keras Xie gagal dikembalikan, Xie akhirnya menyudahi perlawanan Maria, 21-15. Dengan kekalahan Maria ini, Tim Uber Indonesia untuk sementara tertinggal 1-0 dari China.
Ganda Sempat Buat Peluang
Penampilan Lilyana/Vita sebenarnya cukup bagus di pertandingan ini. Laga berjalan menarik sejak set awal. Tapi pasangan Cina yang duduk di ranking satu dunia bisa mencuri kemenangan di set pertama 21-15. Indonesia baru bangkit di set kedua. Lilyana/Vita bisa menemukan permainan terbaiknya di set ini. Pertahanan dan serangan yang dilakukan pasangan terbaik Indonesia ini cukup menyulitkan pasangan Cina. Laga menarik terjadi di angka-angka terakhir saat kedudukan sama kuat 18-18. Kedua pasangan menunjukan smash dan pengembalian cock yang luar biasa. Tapi Indonesia akhirnya mencuri set ini 21-19, setelah sebuah pengembalian dari Cina menyangkut di net. Skor menjadi satu sama.
Pada set penentuan, permainan pasangan Indonesia justru mengendur. Beberapa kali baik Lily maupun Vita kerap melakukan kesalahan yang menguntungkan Cina, baik itu pengembalian yang tanggung atau melebar. Cina pun memastikan kemenangan 2-1, setelah smash keras Wei Yang tidak bisa dikembalikan pasangan Indonesia. Beberapa petinggi negeri, mulai dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Menegpora Adiaksa Dault dan Ketua PB PBSI Sutiyoso tidak menunjukan rasa kesedihan. Perjuangan anak-anak Tim Uber itu lebih baik dari Tim Thomas yang kandas pada semifinal melawan Korea Selatan. Presiden SBY, Sutiyoso secara bergantian mengalungkan medali kemenangan kepada para pemain Cina. (*)
|