Saat ini ada 7 tamu online
Ski Air Sumbar Bangkit pdf  | cetak |
Minggu, 18 Mei 2008
PADANG, METRO-- Ketat persaingan yang dihadapi para atlet Persatuan Ski Air Seluruh Indonesia (PSASI) Sumbar saat ini, membuat para atlet gagal melangkah ke PON XVII di Kaltim. Namun melihat perkembangan para atlet dan telah terbentuknya pengurus baru PSASI, olahraga air ini optimis bisa bersaing pada masa mendatang dan lolos ke PON XVIII di Riau. “Saat ini kami belum bisa berbuat banyak di cabang ski air ini. Tapi melihat perkembangan dan bibit atlet  kami yakin pada masa yang akan datang akan lahir perski nasional di Sumbar ini,” ujar Ketua Umum PSASI Sumbar, James Hallyward didampingi Ketua Harian, Sukri, Sekum Esneti dan Bendahara Aziwir Amir saat audensi dengan KONI Sumbar kemarin.
Katanya, saat ini PSASI Sumbar telah membentuk pengurus baru, di mana orang dalam susunan kabinet ini, merupakan perpaduan pengurus lama dengan orang baru di PSASI Sumbar. Namun orang baru itu sudah lama berkecimpung di dunia ski air. Penyususun kabinet ini berpatokkan pada susunan pengurus PB PSASI. “Penyusunan pengurus disesuaikan dengan kebutuhan organisasi saat ini dan berpatokkan kepada PB,” ulasnya. Orang-orang yang dipercaya mengemban amanah untuk empat tahun mendatang, menurutnya, telah melalui pertimbangan matang dan sesuai dengan kriteria yang digariskan organisasi. Kriteria tersebut meliputi, pertama; punya dedikasi dan keinginan demi kemajuan ski air  Sumbar ke depan, kedua; punya waktu, ketiga; memeliki keinginan untuk memajukan ski air dan yang keempat; bertanggung jawab kepada tugas sebagaimana diamahkan jabatannya masing-masing.

Sementara Wakil Sekum KONI Sumbar Nursyirwan Zakariah yang menerima pengurus PSASI ini menyatakan, terbentuknya pengurus baru PSASI merupakan langkah awal untuk menjadikan Pengprov ini sebagai cabang andalan Sumbar di masa mendatang. “Pada PON XVII di Kaltim cabang Ski belum bisa mewakili Sumbar. Tapi melihat susunan pengurus baru ini kami dari KONI optimis para atlet ski Sumbar bisa bersaing pada masa mendatang terutama di PON XVIII di Riau,” ujar Nursyirwan didampingi Media Promosi, Jumadi dan Sekretariat KONI Furqan. (can)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Syawir seorang Pemulung Tanpa Tempat Tinggal, Hidup Sebatang Kara

03.09.2008 | Metro Humaniora

Usaha pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesajahteraan masyarakat telah tertata rapi. Namun secara kontek perlu penelusuran,…

Gaya Rambut 2009

20.11.2008 | Metro Gaya

GAYA potongan maupun pewarnaan rambut yang dipilih dapat membangun karakter dan imej seseorang, pun demikian dengan kaum pekerja.…

peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Catatan Bapedalda Kota Padang, Batang Arau Paling Parah Tercemar

20.11.2008 | Metro Padang

SUBARANG PALINGGAM, METRO--Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Padang mencatat Batang Arau sebagai sungai yang paling parah…



advert-4.jpg

indosat.gif