Saat ini ada 4 tamu online
Sejenak Dengan Kasi BPK Payokumbuah Erizon SSos, pdf  | cetak |
Senin, 19 Mei 2008
“Mobil Kebakarannya Didorong Baru Hidup”
PETUGAS pemadam kebakaran Kota Payokumbuah sering menjadi sasaran carut marut warga. Hal itu menyusul akibat keterlambatan armada penjinak api datang ke lokasi kebakaran, membuat warga kesal. Karena, kobaran api telah  menghanguskan rumah korban.“Tak ada niat kita seperti itu. Sebaliknya, hati ini terasa lega, kalau rumah penduduk yang terbakar, bisa diselamatkan.
Barangkali, tidak banyak yang mengucapkan terimakasih, kalau kita sukses menyelamatkan bangunan penduduk yang terbakar. Tapi, semuanya kita pulangkan kepada Yang Satu, Allah SWT,” ungkap Kasi BPK Sat Pol PP Payokumbuah Erizon SSos kepada POSMETRO, Minggu (18/5). Erizon mengemukakan, ada kepuasan batin dalam diri dan seluruh anggota Satpol PP dan petugas BPK, kalau dalam waktu yang singkat, musibah kebakaran dapat diatasi.

Walau begitu, katanya, semua tugas mulia itu bakal berjalan lancar, kalau dalam peperangan menghadapi kobaran api, petugas kebakaran, tidak bersenjatakan dengan bambu runcing.  Kondisi sarana dan prasarana pemadam kebakaran, seperti kendaraan dan fasilitas pendukung lainnya, serba terbatas. Dari dua kendaraan yang ada, hanya satu yang baik. Satu kendaraan lagi, kendaraan tua, yang semestinya sudah tak layak jalan, tapi masih tetap dipaksakan beroperasi. Akibatnya, jika terjadi panggilan kebakaran, kendaraan tersebut didorong  dulu, baru bisa hidup mesinnya. Kadang-kadang, di saat kendaraan melaju kencang di jalan raya, tiba-tiba mesinnya ngadat dan untuk jalan lagi, harus didorong kembali.

 Harapan Erizon, ke depan, seyogianya Pemko Payokumbuah memenuhi perencanaan yang dilakukan Satpol PP, terhadap pemenuhan fasilitas BPK Payokumbuah. Tidak hanya pengadaan kendaraan kebakaran, tapi juga kelengkapan lainnya, untuk menunjang operasional di lapangan.  Erizon juga berharap, agar seluruh petugas  kebakaran di lapangan, dilengkapi dengan mantel tahan api serta helem dan sepatu yang representatif.  Erizon mengakui, pihaknya masih sering menerima telepon gelap. Suara dari ujung sana mengatakan, ada kebakaran di suatu tempat, tapi setelah dikebut kesana, tahu-tahu kebakarannya tak ada. “Saya mengimbau warga, agar tidak berbuat seperti itu. Soal kebakaran, jangan main-main,” ingatnya. (***)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Syawir seorang Pemulung Tanpa Tempat Tinggal, Hidup Sebatang Kara

03.09.2008 | Metro Humaniora

Usaha pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesajahteraan masyarakat telah tertata rapi. Namun secara kontek perlu penelusuran,…

Tetap Cantik dengan Blazer

11.10.2008 | Metro Gaya

Blazer dan wanita karir, sudah seperti satu kesatuan dalam hidup keseharian. Bagi wanita karir yang bekerja di perkantoran…

peristiwa.gif

Parsenibud Solsel Ikuti Fiesta Nusa II di Bali

28.09.2008

SOLSEL, METRO-- Kantor Pariwisata, Seni, dan Budaya (Parsenibud) kabupaten Solok Selatan akan mengikuti Fiesta Nusa II di Bali…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

PDAM Dinilai Langgar Prosedur, Azhar: BPKP Telah Mengaudit

11.10.2008 | Metro Padang

SAWAHAN, METRO-- Anggota DPRD Kota Padang menilai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang, tidak profesional dalam melaporkan…



advert-4.jpg

indosat.gif