|
“Mobil Kebakarannya Didorong Baru Hidup”
PETUGAS pemadam kebakaran Kota Payokumbuah sering menjadi sasaran carut
marut warga. Hal itu menyusul akibat keterlambatan armada penjinak api
datang ke lokasi kebakaran, membuat warga kesal. Karena, kobaran api
telah menghanguskan rumah korban.“Tak ada niat kita seperti itu.
Sebaliknya, hati ini terasa lega, kalau rumah penduduk yang terbakar,
bisa diselamatkan.
Barangkali, tidak banyak yang mengucapkan terimakasih, kalau kita sukses menyelamatkan bangunan penduduk yang terbakar. Tapi, semuanya kita pulangkan kepada Yang Satu, Allah SWT,” ungkap Kasi BPK Sat Pol PP Payokumbuah Erizon SSos kepada POSMETRO, Minggu (18/5). Erizon mengemukakan, ada kepuasan batin dalam diri dan seluruh anggota Satpol PP dan petugas BPK, kalau dalam waktu yang singkat, musibah kebakaran dapat diatasi.
Walau begitu, katanya, semua tugas mulia itu bakal berjalan lancar, kalau dalam peperangan menghadapi kobaran api, petugas kebakaran, tidak bersenjatakan dengan bambu runcing. Kondisi sarana dan prasarana pemadam kebakaran, seperti kendaraan dan fasilitas pendukung lainnya, serba terbatas. Dari dua kendaraan yang ada, hanya satu yang baik. Satu kendaraan lagi, kendaraan tua, yang semestinya sudah tak layak jalan, tapi masih tetap dipaksakan beroperasi. Akibatnya, jika terjadi panggilan kebakaran, kendaraan tersebut didorong dulu, baru bisa hidup mesinnya. Kadang-kadang, di saat kendaraan melaju kencang di jalan raya, tiba-tiba mesinnya ngadat dan untuk jalan lagi, harus didorong kembali.
Harapan Erizon, ke depan, seyogianya Pemko Payokumbuah memenuhi perencanaan yang dilakukan Satpol PP, terhadap pemenuhan fasilitas BPK Payokumbuah. Tidak hanya pengadaan kendaraan kebakaran, tapi juga kelengkapan lainnya, untuk menunjang operasional di lapangan. Erizon juga berharap, agar seluruh petugas kebakaran di lapangan, dilengkapi dengan mantel tahan api serta helem dan sepatu yang representatif. Erizon mengakui, pihaknya masih sering menerima telepon gelap. Suara dari ujung sana mengatakan, ada kebakaran di suatu tempat, tapi setelah dikebut kesana, tahu-tahu kebakarannya tak ada. “Saya mengimbau warga, agar tidak berbuat seperti itu. Soal kebakaran, jangan main-main,” ingatnya. (***)
|