Saat ini ada 7 tamu online
Smart Card Diterapkan Bertahap pdf  | cetak |
Senin, 19 Mei 2008
JAKARTA, METRO-- Program penghematan subsidi dengan smart card akan diberlakukan secara bertahap. Pada akhirnya, subsidi hanya akan diberikan pada pemegang smart card, yaitu angkutan umum dan motor. Berdasarkan data Departemen Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagaimana dikutip detikFinance, Minggu (18/5/2008), untuk tahap awal pada 2008 ini, smart card hanya akan difokuskan di seluruh wilayah Jawa dan Bali.
“Untuk tahun 2008 seluruh wilayah Jawa dan Bali. Smart card diberlakukan pada kendaraan umum dan sepeda motor. Pada tahap ini penerapan smart card masih dalam proses “pembelajaran” dan monitoring penjualan BBM. Belum ada perbedaan harga jual BBM bagi pengguna smart card maupun yang tidak,” demikian terungkap dalam data tersebut.

Selanjutnya adalah tahap transisi. Pada tahap ini mulai ada pembedaan harga antara BBM yang dijatah di-smart card dan yang di luar jatah. Jenis dan harga BBM yang masih sesuai dengan jatah smart card akan dihargai sesuai dengan ketetapan subsidi pemerintah. Namun jika konsumen ingin membeli BBM di luar jatah smart card, maka harganya lebih mahal dibanding harga BBM subsidi di-smart card. Harga ini akan ditetapkan oleh PT Pertamina (Persero) atau Badan Usaha yang berkonsultasi dengan Menteri ESDM. Kemudian pada tahap akhir atau lanjut, subsidi akhirnya hanya akan diberikan kepada pengguna smart card dengan volume yang ditetapkan.

Berdasarkan data tersebut, smart card merupakan alat kendali yang diterapkan dalam sistem pendistribusian bensin premium dan minyak solar secara tertutup. Alat kendali berupa chip yang memuat data pengguna serta jatah volume per kendaraan per hari. Chip tersebut melekat secara permanen pada kendaraan sehingga tidak dapat dipindahtangankan. Pemerintah mulai memberlakukan smart card sebagai salah satu langkah penghematan konsumsi BBM. Subsidi dengan sistem tertutup seperti ini dilakukan karena subsidi dengan sistem terbuka selama selama ini banyak yang salah sasaran.(detikfinance)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Syawir seorang Pemulung Tanpa Tempat Tinggal, Hidup Sebatang Kara

03.09.2008 | Metro Humaniora

Usaha pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesajahteraan masyarakat telah tertata rapi. Namun secara kontek perlu penelusuran,…

Gaya Rambut 2009

20.11.2008 | Metro Gaya

GAYA potongan maupun pewarnaan rambut yang dipilih dapat membangun karakter dan imej seseorang, pun demikian dengan kaum pekerja.…

peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Catatan Bapedalda Kota Padang, Batang Arau Paling Parah Tercemar

20.11.2008 | Metro Padang

SUBARANG PALINGGAM, METRO--Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Padang mencatat Batang Arau sebagai sungai yang paling parah…



advert-4.jpg

indosat.gif