|
PAYOKUMBUAH-- Peringatan satu abad Harkitnas di Kota Payokumbuah, diisi dengan berbagai kegiatan. Upacara puncak yang dijadwalkan berlangsung di lapangan Kubu Gadang Payokumbuah, 21 Mei 2008, disejalankan dengan upacara peringatan Hardiknas, HUT Hansip dan Linmas ke-46 dan HUT IDI ke-100. Asisten I Setdako Payokumbuah Drs Richard Moesa, Minggu (18/5) mengatakan, peringatan Harkitnas bukan sekedar acara seremonial saja. Tapi, dimaknai dengan kebangkitan seluruh anak bangsa ini.
Seratus tahun lalu, anak bangsa ini bangkit untuk bersatu menghadapi
penjajahan kolonial Belanda, dalam rangka merebut kemerdekaan. Sekarang
ini, bangkit bersatu untuk mengisi cita-cita kemerdekaan, dengan segala
aspek pembangunan. Guna meningkatkan kesejahteraan seluruh anak bangsa,
tegasnya. Makanya, dalam upacara di Kubu Gadang, Rabu lusa, seluruh elemen
masyarakat diundang.
Selain kalangan PNS, TNI/Polri, juga melibatkan
mahasiswa dan pelajar, kalangan guru, tokoh masyrakat, ormas, orpol,
OKP dan kalangan medis dan paramedis. Menyemarakkan hari bersejarah itu, sejumlah kegiatan telah dirancang
pemko. Di antaranya, pameran promosi seni dan dagang, selama 20 hari,
21 Mei s/d 7 Juni 2008, di Medan nan Bapaneh Taman Wisata Ngalau Indah.
Selama pameran, digelar berbagai lomba seni budaya Minangkabau tingkat
Sumbar, serta pementasan kesenian rakyat kota ini dan musik pop. (nur)
PBB Tanahdata Gelar Seminar PAKEM
BATUSANGKA-- Mengisi Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), DPC Partai Bulan Bintang Tanahdata menggelar seminar sehari dengan tema “Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) “ untuk kalangan guru-guru SD, SLTP dan SLTA se-Tanah Data, Minggu kemarin, di Batusangka. Ketua DPC PBB Tanahdata Basrizal Dt Rangkayo Basa kepada POSMETRO mengatakan, seminar pendidikan ini menghadirkan 2 pembicara yang berkompeten yakni Dr Ir H Rusda Khairati Idrus, Msi (Anggota DPRD Sumbar) dan Meira Tumeri, SPd (LPMP UNP Padang). Menurut Basrizal, pihaknya merasa ikut bertanggungjawab untuk meningkatkan mutu pendidikan, salah satunya adalah meningkatkan kapasitas guru. Dengan seminar ini diharapkan dapat membuka wawasan guru dalam proses belajar dan mengajar (PBM) di kelas.
Guru dalam mengajar diharapkan punya inovasi dan kreasi sendiri jangan ada tekanan dari kepala sekolah bahwa dalam proses belajar harus begini harus begitu. Kadisdik dan Tenaga Kerja Tanahdata Drs Suryanasukma berharap, guru dalam PBM dapat mendidik siswa dengan aktif, kreatif, inovatif dan komunikatif. “Sekarang bukan zamannya lagi guru menerangkan di depan kelas dan siswa duduk tenang mendengarkan,”ucapnya. (k)
“Mamasak Sakampuang” Giliran di Timbalun
BUNGUIH-- Gelaran “Masak Sakampuang” yang hdinakhodai PadangTV, Minggu kemarin, digelar di Timbalun Bunguih Taluak Kabuang. Alek itu tidak hanya diisi kegiatan masak-memasak saja, tapi juga kegiatan kesenian tradisional. Seperti kesenian tradisi lukah gilo, salawaik dulang, bailau, tari piriang, dan lain sebagianya, turut memeriahkan acara ini. Program penjalin kebersamaan kampuang yang diusung PadangTV ini membuka mata sejumlah kalangan terhadap lambannya pembangunan desa kecil dibelaham selatan Kota Padang. Di saat pemerintah gencar mensosialisasikan Padang Kota Sehat 2010, Timbalun di Kelurahan Bunguih Timur hingga hari ini sebagian besar warganya masih melangsungkan MCK (Mandi, cuci, kakus) di sungai.
Ketua RW IV Erman B Dt Rajo Nan Putih, mengatakan, keberadaan Batang Timbalun yang belum terkontamidasi dengan pencemaran, adalah sebagai sarana vital bagi warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mencuci dan lain sebagainya. Tapi beliau menyayangkan sikap warga yang belum juga merubah kebiasaan MCK disungai, karena bagaimanapun juga “rutinitas” itu tidak baik untuk kesehatan.
“Tapi masyarakat sangat mendambakan keberadaan Masjid serta sarana jembatan untuk mempermudahkan transportasi dan mengangkut hasil pertanian mereka, namun hingga kini, keinginan tersebut masih sebatas mimpi belaka,” ujar Syafrudin Camat Bunguih Taluak Kabuang. (o)
|