|
Basril Djabar : Spin Off Telah Tuntas
PADANG, METRO-- Ketua Forum Perjuangan Spin Off PT Semen Padang
(PT SP) H Basril Djabar menegaskan perjuangan Spin Off telah tuntas.
Sementara, Afrizal BAc (Wakil Ketua Forum) menilai sebaliknya.
Perjuangan belum membuahkan hasil apapun, bagi masyarakat Sumbar.
Perbedaan penilaian itu terungkap, dalam dialog yang diselenggarakan
Panitia Khusus (Pansus) Nota Kesepahaman Maklumat Sumbar yang dibentuk
MPW Pemuda Pancasila (PP) Sumbar di sekretariatnya Komplek GOR H Agus
Salim Padang, Sabtu (17/5) lalu. Dalam dialog itu, juga hadir
perwakilan DPD KNPI dan LKAAM Sumbar.
Menurut Basril Djabar, keberhasilan dari perjuangan Spin Off itu ditandai dengan komposisi komisaris yang lebih banyak dari masyarakat (tokoh) Minang. Selain itu, jajaran direksi juga diisi putra daerah. “Hal seperti ini, tidak terbayangkan bisa terjadi sebelumnya,” ungkap Basril Djabar. Selain itu, kata Basril Djabar, gubernur selaku pemegang mandat telah optimal memperjuangkan amanat yang diberikan dalam maklumat masyarakat Sumbar, yang ditandatangai 5 elemen masyarakat itu. “Dalam beberapa kali rapat dengan pemerintah pusat, gubernur selalu menyatakan keinginan masyarakat Sumbar akan pemisahan PT SP dari PT SG group.
Kemudian, keinginan itu dijawab pemerintah dengan pendirian sebuah holding dengan nama PT Semen Indonesia,” ungkapnya. Penilaian Basril Djabar itu, ditampik keras Afrizal. “Sampai sekarang, pemisahan itu tidak terjadi. Sehingga, perjuangan ini belum selesai,” tukasnya. Ditegaskan Afrizal, pemisahan PT SP dari PT SG itu, bukan semata-mata eforia reformasi. Akan tetapi, karena akuisisi itu memang cacat hukum semenjak dilaksanakan. Selain itu, Afrizal juga menilai pembelian saham oleh Cemex kepada pemerintah, dilakukan tidak transparan alias di bawah tangan. Sehingga perjuangan Spin Off ini bisa saja dinilai belum membuahkan hasil apapun, bagi masyarakat Sumbar.
Selain itu, Afrizal juga mengingatkan Pansus yang dibentuk MPW PP ini, apakah telah siap dengan lika-liku perjuangan, yang mungkin saja akan dipenuhi praktek kecurangan dalam perjalanannya nanti. “Jangan ada pengkhianatan dalam perjuangan yang akan diretas ini,” ingat mantan anggota DPRD Sumbar 1997-2004 itu. Menjawab keraguan itu, Ketua Pansus Ahmad Taufik BE didampingi Ahniyus Ahmad SE (sekretaris) menegaskan, garis perjuangan yang tengah diretas ini merupakan tindaklanjut dari perjuangan pemisahan PT SP, yang telah dilakukan Forum Perjuangan Spin Off PT SP pada November 2001 lalu. “Kami hanya mempertanyakan sejauh mana perjuangan yang telah dilakukan. Kalau memang akhirnya dianggap telah selesai, maka perlu ada penegasan. Kalau tidak, tentu diperlukan upaya lanjutan. Disinilah, peran yang tengah dimainkan Pansus Spin Off yang dibentuk MPW PP Sumbar sekarang ini,” tegasnya.
Belum Selesai
Menyikapi perbedaan pendapat itu, perwakilan LKAAM Sumbar yang juga Ketua LKAAM Kota Padang Zainuddin Dt Rajo Lenggang di dampingi Dt Rajo Kaciak menegaskan, perjuangan Spin Off PT SP belum selesai. “Kami berterima kasih, atas inisiatif yang dilakukan anak-anak muda di MPW PP ini. Lanjutkan perjuangan yang belum tuntas ini,” tukasnya.
Perwakilan KNPI Sumbar Andi Mastian menilai, perjuangan ini perlu dievaluasi. Waktunya, perlu dirumuskan bersama. Apakah sekali sebulan, sekali dalam triwulan atau seperti apa. “Evaluasi ini penting, untuk mengetahui perjalanan perjuangan ke depan,” tegasnya. (cim)
|