|
LIMOPULUAH KOTO, METRO-- Kakan Kesbang Pol Kabupaten Limopuluah
Koto Drs Idarusalam mengharapkan, masyarakat di musim kemarau selalu
meningkatkan kewaspadaan, seperti mematikan kompor dan mematikan
listrik kalau meninggalkan rumah. Menurutnya, kalau hal itu tidak
diperhatikan san gat rawan kebakaran. “Musim kemarau saat ini, memang
luar biasa dibandingkan dengan tahun-tahun lalu, contohnya puntung
rokok saja ketika sisanya dicampakan begitu saja oleh seorang pecandu
rokok, bisa menyala kembali, apalgi dibuang ditempat sembarangan.
Akibatnya muncul kebakaran,” ujar Idarusman kepada POSMETRO, Senin (19/5). Menurut Idarusman, kemungkinan-kemungkinan kebakaran itu terjadi, tidak saja hanya karena lupa mematikan kompor dan sebagainya, tapi instalasi listrik di rumah maupun diperkantoran yang sudah “usang” juga bisa mendatangkan bahaya kebakaran. Terjadinya kebakaran bukit di Jorong Purwajaya, Kenagarian Sarilamak, Kkecamatan Harau, kemarin diduga api berasal dari puntung rokok.
Makanya, besar harapan kita kepada masyarakat yang hobi berburu babi, untuk tidak membuang puntung rokok di sembarangan. Seyogianya, puntung rokok sebelum dibuang, apinya dimatikan terlebih duhulu. Sebaliknya, kepada pihak PLN, diharapkan memberi tahu kepada seluruh lapisan masyarakat, berapa lamanya masa ketahanan instalasi listrik di rumah, perkankantoran, maupun dipabrik-pabrik dan sebagaianya. Sebab, kuat dugaan kami, sering terjadinya kebakaran api banyak berasal dari konsleting arus pendek listrik. Untuk mewaspadai terjadinya kebakaran, diharapkan juga kepada seluruh lapisan masyarakat, pihak sekolah agar memiliki tabung racun api, dengan tujuan antisipasi terjadinya kebakaran.
Sedangkan, kepada pemilik toko, dan pengusaha serta tempat-tempat yang rentan dengan kebakaran sudah kami anjurkan untuk memilik tabung racun api. Dalam waktu dekat ini, pihak Kesbang Pol, akan merazia tabung api yang kosong. Dan kepada personil BPK, diharapkan jangan sampai lengah, tetap menjalankan tugas dengan efekteif dan memberikan pelayan emergency secepatnya. Sebab jika terjadi kebakaran, mobil pemadam kebakaran paling lambat 15 menit sudah sampai di tempat kejadian peristiwa (TKP). Apalagi, kejadian kebakaran hebat yang terjadi selama 3 hari berturut-turut di Kabupaten Limopuluah Koto dan Kota Payokumbuah, ternyata membuat masyarakat kedua daerah ini jadi gelisah. (nur)
|