Saat ini ada 3 tamu online
Kemarau, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan pdf  | cetak |
Selasa, 20 Mei 2008
LIMOPULUAH KOTO, METRO-- Kakan Kesbang Pol Kabupaten Limopuluah Koto Drs Idarusalam mengharapkan, masyarakat di musim kemarau selalu meningkatkan kewaspadaan, seperti  mematikan kompor dan mematikan listrik kalau meninggalkan rumah. Menurutnya, kalau hal itu tidak diperhatikan  san gat rawan kebakaran. “Musim kemarau saat ini, memang luar biasa dibandingkan dengan tahun-tahun lalu, contohnya puntung rokok saja ketika sisanya dicampakan begitu saja oleh seorang pecandu rokok, bisa menyala kembali, apalgi dibuang ditempat sembarangan.
Akibatnya muncul kebakaran,” ujar Idarusman kepada POSMETRO, Senin (19/5). Menurut Idarusman, kemungkinan-kemungkinan kebakaran itu terjadi, tidak saja hanya karena lupa mematikan kompor dan sebagainya, tapi instalasi listrik di rumah maupun diperkantoran yang sudah “usang” juga bisa mendatangkan bahaya kebakaran. Terjadinya kebakaran bukit di Jorong Purwajaya, Kenagarian Sarilamak, Kkecamatan Harau, kemarin diduga api berasal dari puntung rokok.

Makanya, besar harapan kita kepada masyarakat yang hobi berburu babi, untuk tidak membuang puntung rokok di sembarangan. Seyogianya, puntung rokok sebelum dibuang, apinya dimatikan terlebih duhulu. Sebaliknya, kepada pihak PLN, diharapkan memberi tahu kepada seluruh lapisan masyarakat, berapa lamanya masa ketahanan instalasi listrik di rumah, perkankantoran, maupun dipabrik-pabrik dan sebagaianya. Sebab, kuat dugaan kami, sering terjadinya kebakaran api banyak berasal dari konsleting arus pendek listrik. Untuk mewaspadai terjadinya kebakaran, diharapkan juga kepada seluruh lapisan masyarakat, pihak sekolah agar memiliki tabung racun api, dengan tujuan antisipasi terjadinya kebakaran.

 Sedangkan, kepada pemilik toko, dan pengusaha serta tempat-tempat yang rentan dengan kebakaran sudah kami anjurkan untuk memilik tabung racun api. Dalam waktu dekat ini, pihak Kesbang Pol, akan merazia tabung api yang kosong.  Dan kepada personil BPK, diharapkan jangan sampai lengah, tetap menjalankan tugas dengan efekteif dan memberikan pelayan emergency secepatnya. Sebab jika terjadi kebakaran, mobil pemadam kebakaran paling lambat 15 menit sudah sampai di tempat kejadian peristiwa (TKP). Apalagi, kejadian kebakaran hebat yang terjadi selama 3 hari berturut-turut di Kabupaten Limopuluah Koto dan Kota Payokumbuah, ternyata membuat masyarakat kedua daerah ini jadi gelisah.  (nur)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >

Syawir seorang Pemulung Tanpa Tempat Tinggal, Hidup Sebatang Kara

03.09.2008 | Metro Humaniora

Usaha pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesajahteraan masyarakat telah tertata rapi. Namun secara kontek perlu penelusuran,…

Gaya Rambut 2009

20.11.2008 | Metro Gaya

GAYA potongan maupun pewarnaan rambut yang dipilih dapat membangun karakter dan imej seseorang, pun demikian dengan kaum pekerja.…

peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Catatan Bapedalda Kota Padang, Batang Arau Paling Parah Tercemar

20.11.2008 | Metro Padang

SUBARANG PALINGGAM, METRO--Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Padang mencatat Batang Arau sebagai sungai yang paling parah…



advert-4.jpg

indosat.gif