|
BATUSANGKA-- Kabupaten Tanahdata yang juga disebut Luhak Nan Tuo dan “pusek jalo pumpunan ikan” yang merupakan daerah asal usul orang Minangkabau, sehingga menjadi pusat adat dan budaya Minagkabau. Sehingga dalam peringatan Seabad Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei 2008, Pemkab Tanahdata akan mencanagkan Hukum Adat Salingka Nagari.
“Seluruh KAN, LKAAM, tokoh masyarakat se-Kabupaten Tanahdata bersama
unsur Muspida pada peringatan seratus tahun Hari Kebangkitan Nasional,
akan menandatangani kesepakatan penerapan hukum adat salingka nagari,”
tutur Kakan Inforkom dan PDE Edi Susanto SH MM, Senin (19/5).
Dengan pencanangan hukum adat salingka nagari tersebut maka peran
lembaga adat seperti KAN dan LKAAM akan lebih menonjol dan penting di
tengah kehidupan masyarakat di nagari. Peran KAN dan LKAAM bertambah
kuat dengan dukungan Perda Nagari yang telah disahkan oleh DPRD Tanah
Data. “Peran mamak dalam membimbing anak kemanakan akan muncul kembali.
Persoalan adat kaum di nagari bisa diselesaikan oleh mamak. Hukum adat
pun juga berlaku dalam penyelesaian sengketa adat,” jelas Edi. (k)
Warga Cubadak Aie Buka Jalan Lingkar
PADANG-- Momentum pra manunggal dan Goro Kelurahan, masyarakat Cubadak Aie Lubuak Lintah Kuranji membuka Jalan lingkar Cubadak Aia —Lubuak Lintah dengan bergoro, Minggu (18/5). Jalan yang didambakan sejak 1978 lalu itu dijadwalkan rampung selama 30 hari kerja. “Jalan yang akan dibuat sepanjang 300 meter dengan lebar 4 meter. Seluruh anggota masyarakat baik kalangan pemuda maupun ninik mamak ikut bekerja,” kata Ketua RW 04 Irwan .
Menurut Irwan didampingi Panitia Manunggal Mastilizal “Iye”, masyarakat mengaku cukup lama menunggu dibangunnya jalan lingkar itu. Selama ini warga yang hendak bepergian ke Nanggalo terpaksa menempuh jalur memutar dengan jarak 4 km lebih. Jalan yang dibangun itu merupakan bagian dari program bantuan desa pemerintah kota. Pembukaan jalan dimulai dari Simpang Cubadak Aia hingga Lubuak Lanciang Nanggalo. Sepanjang ruas jalan yang akan dibangun itu kata Irwan, sejumlah pepohonan milik masyarakat terpaksa ditebang. (u)
Siswa SMTI Dibekali Aturan Lantas
PADANG-- Sekolah Menengah Teknologi Industri (SMTI) Negeri Padang, Sabtu (17/5) mengadakan sosialisasi dan pelatihan tentang peraturan tata tertib lalulintas. Kegiatan ini sendiri, dipandu oleh Kanit Dikyasa, Iptu Arlenawati, mewakili Kasat Lantas Poltabes Padang. “Pelatihan yang diikuti 35 siswa yang merupakan satuan PKS (Patroli Keamanan Sekolah) ini bertujuan untuk melatih siswa untuk tahu dan membantu Polantas dalam mengatur kelancaran lalu lintas, dikarenakan posisi sekolah berada di jalur utama Kota Padang,”terang Wakil Kepala SMTI Bidang jaminan mutu dan Humas, Ir Chandrianto MPd, kepada Koran ini di sela-sela acara pelatihan.
Selanjutnya Chandrianto menambahkan, dengan adanya PKS, keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah bisa teroginir dengan baik serrta bisa meminimalisir tindak pelanggaran tata tertib sekolah, khususnya dalam hal berlalu lintas, PKS yang nantinya siap pelatihan ini diharapkan bisa membantu kelancaran lalu lintas, tidak hanya untuk pihak sekolah namun juga bisa membantu masyarakat umum. “Setidaknya pelatihan ini menjadi ajang bagi siswa untuk mengenal lebih jauh tata tertib Lalu lintas, kami dari pihak Polantas (Polisi Lalu lintas) nantinya bisa terbantu oleh para siswa yang sudah diberikan pembekalan ini,”terang Iptu Arlenawati.
Sekolah yang bernaung di bawah bendera dinas Perindustrian ini, menjadi sekolah pertama yang melaksanakan sosialisasi tata tertib Lantas di Kota Padang. Para siswa yang mengikuti pelatihan terlihat antusias dan serius mendengarkan instruksi dan peragaan dari Polantas Padang. “Untuk ke depannya, tugas mengatur lalu lintas tidak hanya melulu diberatkan kepada Polisi, dengan adanya kesadaran berlalu lintas yang baik, serta merta juga bisa mengurangi dampak kecelakaak pada saat berlalu lintas,”ujar Wakil Kepala Kesiswaan SMTI, Drs Hamzah. (o)
|