Saat ini ada 1 tamu online
Mencegah Menopause Jadi Momok pdf  | cetak |
Minggu, 25 Mei 2008
MENOPAUSE adalah proses biologis yang alami, bukan penyakit. Walaupun dihubungkan dengan perubahan hormon, fisik dan psikososial, menopause bukanlah akhir dari masa muda atau seksualitas.  Setiap wanita menghadapi menopause dengan cara berbeda dan mengalaminya di usia berbeda pula. Namun menopause paling umum terjadi pada rentang usia 45 hingga 55 tahun. Prosesnya sendiri dimulai secara alami ketika ovarium mulai mengurangi produksi estrogen dan progesteron- hormon-hormon yang mengatur siklus ovarium dan menstruasi.

Banyak wanita yang mengalami penambahan berat badan selama transisi menuju masa menopause. Lemak yang tadinya berkonsentrasi di pinggul dan paha akan merayap naik ke atas pinggang dan perut. Jika termasuk salah satu wanita yang tengah menyongsong menopause, kurangi asupan makanan antara 200 sampai 400 kalori sehari. Imbangi dengan olahraga rutin. Mengendalikan berat badan amatlah penting. Mengapa? Kenaikan berat badan pasca menopause  ternyata terkait erat dengan peningkatan risiko kanker payudara. Pada studi yang dimuat di jurnal American Medical Association edisi juli 2006 ditemukan, wanita yang mengalami penambahan berat badan 10 kg atau lebih pasca menopause menghadapi peningkatan risiko kanker payudara sebanyak 18%. Sementara, wanita yang melar 27kg sejak usia 18 tahun sampai menginjak menopause menghadapi peningkatan risiko kanker payudara hingga 45%!

Untungnya, menurunkan berat badan terbukti dapat membantu. Penurunan berat badan setidaknya 10 kg sebelum menopause akan mengurangi risiko kanker payudara sekitar 16%. Sementara penurunan setidaknya 10 kg berat badan  setelah menopause akan mengurangi risikonya hingga 23%. Jika berat badan ideal dapat dipertahankan pasca menopause, risiko akan berkurang hingga 57%. Selain kanker payudara, datangnya menopause biasanya juga disertai risiko penyakit jantung (karena berkurangnya kadar estrogen), osteoporosis (karena merosotnya densitas tulang) dan kebocoran urin atau urinary incontinence ( karena jaringan vagina dan uretra kehilangan elastisitasnya). Karenanya penting bagi wanita menopause untuk menjadwalkan check rutin, tentu atas petunjuk dokter.

Merokok & Gejala Menopause

Penelitian yang dipublikasikan oleh American Journal of Public Health edisi juli 2006 menemukan, wanita yang memiliki kelebihan berat badan dan wanita yang merokok lebih rentan mengalami gejala-gejala menopause yang tak nyaman. Merokok juga dapat mempercepat datangnya menopause. Bagaimana proses seseorang dalam memasuki menopause? Seperti dilansir info-sehat.com, pada akhir usia 30-an, jumlah progesteron yang diproduksi tubuh berangsur-angsur berkurang, dan sel telur yang masih ada di ovarium akan berkurang kemungkinannya untuk dibuahi. Akhirnya mentruasi Anda akan berhenti, dan Anda tidak lagi bisa hamil karena proses ini memakan waktu bertahun-tahun, menopause biasanya dibagi menjadi dua tahap: perimenopause (berlangsung sekitar 5 tahun atau lebih lama, saat Anda mulai mengalami tanda-tanda dan gejala menopause, walaupun masih berovulasi) dan pasca menopause (setelah 12 bulan berlalu tanpa mentruasi).

Apa saja gejala menopause? Cukup banyak, meliputi perubahan fisik dan emosi. Pada awalnya, mentruasi Anda akan menjadi tidak teratur. Mentruasi dapat berhenti secara mendadak, atau menyedikit secara bertahap, atau semakin banyak kemudia berhenti total. Sejalan dengan berkurangnya level estrogen, jaringan dinding vagina dan uretra (saluran pada kandung kemih) juga menjadi lebih kering, lebih tipis dan lebih tidak elastis.

Gejala paling khas dari menopause adalah hot flas. Ketika level estrogen menurun drastis, pembuluh darah akan melebar secara cepat, sehingga kulit meningkat. Ini memunculkan perasaan ’hangat’ yang menjalar naik dari dada ke bahu, leher dan kepala. Wanita yang memasuki masa menopause pun cenderung mengalami gangguan tidur dan banyak berkeringat di malan hari. Ini dapat mempengaruhi mood dan kesehatan secara umum. Dari segi fisik, akan mengalami perubaan pada payudara, penipisan rambut dan bertambahnya kerutan di kulit. Muncul pula bulu-bulu kasar yang tumbuh didagu, atas bibir, dada dan perut. Sementara dari segi emocional dan kognitif, mungkin akan lebih mudah tersinggung, mudah lelah dan mengalami kurangnya daya ingat dan konsentrasi.

Terapi pengganti hormon adalah langkah untuk meringankan gejala menopause yang paling popular, tetapi juga paling controversial. Pada terapi pengganti hormon ini, wanita pasca menopause diberikan hormon estrogen saja atau kombinasi estrogen dan progesteron untuk mengganti hormon yang tak lagi diproduksi tubuh. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, terapi pengganti hormon justru dapat memberikan perlindungan terhadap risiko penyakit jantung. Kuncinya adalah pemilihan waktu yang tepat. Jika terapi pengganti hormon diberikan pada awal menopause, kandungan estrogen di dalamnya membantu mencegah terbentuknya plak di pembuluh darah. Sebaliknya jika terlambat, plak yang sudah terbentuk dapat pecah, sehingga mencetus penyumbatan pembuluh darah dan serangan jantung.

Terapi Alternatif

Jika tetap ragu untuk mendapatkan terapi pengganti hormon, bisa jadi akan berpaling ke perawatan alternatif. Walaupun banyak yang mengklaim bahwa perawatan alternatif dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan gejala menopause, sebenarnya belum ada penelitian mendalam mengenai hal ini. Penelitian tentang perawatan alternatif seperti konsumsi black cosh, vitamin E, kaya dan phytoesterogen (dari tumbuhan seperti kedelai dengan aktivitas seperti hormon estrogen) tidak menawarkan hasil yang konsisten dan memuaskan. Karena itu berhati-hatilah jika menggunakan suplemen-suplemen ini dalam jangka panjang. Suplemen kedelai- jika digunakan dalam jangka waktu lama – dapat menyebabkan endomentrial hyperplasia (penebalan dinding bagian dalam rahim abnormal).

Jika tetap menginginkan perawatan alternatif  untuk meredakan gejala menopause, mungkin akupunktur bisa jadi pilihan. Studi terbaru yang dimuat dalam jornal Fertility and Sterility edisi bulan September 2006 menyatakan, grup wanita yang menerima terapi akupunktur merasa gejala hot flash mereka tidak separah ketika sebelum mendapatkan terapi ini. Dengan berkurangnya hoth flash, tidur mereka juga semakin nyenyak. Menopause adalah kodrat setiap wanita. Jika dikelola dengan baik, niscaya ‘sang momok’ bisa berubah menjadi anugrah. (int)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Deplu Siap Fasilitasi KPU

06.09.2008

JAKARTA, METRO-- Rencana Komisis Pemilihan Umum (KPU) untuk mengadakan membentuk Panitia Pemilihan Luar Negeri ke-14 negara direspons positif…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

PLN Kembali Berjanji

06.09.2008 | Metro Padang

Mulai 10 September, Pemadaman 3 Jam Saja
SAWAHAN, METRO-- Semakin gencarnya keluhan masyarakat sekaitan dengan kebijakan pemadaman…


selamat_metro.jpg

advert-4.jpg

indosat.gif