|
MENOPAUSE adalah proses biologis yang alami, bukan penyakit. Walaupun dihubungkan dengan perubahan hormon, fisik dan psikososial, menopause bukanlah akhir dari masa muda atau seksualitas. Setiap wanita menghadapi menopause dengan cara berbeda dan mengalaminya di usia berbeda pula. Namun menopause paling umum terjadi pada rentang usia 45 hingga 55 tahun. Prosesnya sendiri dimulai secara alami ketika ovarium mulai mengurangi produksi estrogen dan progesteron- hormon-hormon yang mengatur siklus ovarium dan menstruasi.
Banyak wanita yang mengalami penambahan berat badan selama transisi
menuju masa menopause. Lemak yang tadinya berkonsentrasi di pinggul dan
paha akan merayap naik ke atas pinggang dan perut. Jika termasuk salah
satu wanita yang tengah menyongsong menopause, kurangi asupan makanan
antara 200 sampai 400 kalori sehari. Imbangi dengan olahraga rutin.
Mengendalikan berat badan amatlah penting. Mengapa? Kenaikan berat
badan pasca menopause ternyata terkait erat dengan peningkatan risiko
kanker payudara. Pada studi yang dimuat di jurnal American Medical
Association edisi juli 2006 ditemukan, wanita yang mengalami penambahan
berat badan 10 kg atau lebih pasca menopause menghadapi peningkatan
risiko kanker payudara sebanyak 18%. Sementara, wanita yang melar 27kg
sejak usia 18 tahun sampai menginjak menopause menghadapi peningkatan
risiko kanker payudara hingga 45%!
Untungnya, menurunkan berat badan terbukti dapat membantu. Penurunan
berat badan setidaknya 10 kg sebelum menopause akan mengurangi risiko
kanker payudara sekitar 16%. Sementara penurunan setidaknya 10 kg berat
badan setelah menopause akan mengurangi risikonya hingga 23%. Jika
berat badan ideal dapat dipertahankan pasca menopause, risiko akan
berkurang hingga 57%. Selain kanker payudara, datangnya menopause
biasanya juga disertai risiko penyakit jantung (karena berkurangnya
kadar estrogen), osteoporosis (karena merosotnya densitas tulang) dan
kebocoran urin atau urinary incontinence ( karena jaringan vagina dan
uretra kehilangan elastisitasnya). Karenanya penting bagi wanita
menopause untuk menjadwalkan check rutin, tentu atas petunjuk dokter.
Merokok & Gejala Menopause
Penelitian yang dipublikasikan oleh American Journal of Public Health
edisi juli 2006 menemukan, wanita yang memiliki kelebihan berat badan
dan wanita yang merokok lebih rentan mengalami gejala-gejala menopause
yang tak nyaman. Merokok juga dapat mempercepat datangnya menopause.
Bagaimana proses seseorang dalam memasuki menopause? Seperti dilansir
info-sehat.com, pada akhir usia 30-an, jumlah progesteron yang
diproduksi tubuh berangsur-angsur berkurang, dan sel telur yang masih
ada di ovarium akan berkurang kemungkinannya untuk dibuahi. Akhirnya
mentruasi Anda akan berhenti, dan Anda tidak lagi bisa hamil karena
proses ini memakan waktu bertahun-tahun, menopause biasanya dibagi
menjadi dua tahap: perimenopause (berlangsung sekitar 5 tahun atau
lebih lama, saat Anda mulai mengalami tanda-tanda dan gejala menopause,
walaupun masih berovulasi) dan pasca menopause (setelah 12 bulan
berlalu tanpa mentruasi).
Apa saja gejala menopause? Cukup banyak, meliputi perubahan fisik dan
emosi. Pada awalnya, mentruasi Anda akan menjadi tidak teratur.
Mentruasi dapat berhenti secara mendadak, atau menyedikit secara
bertahap, atau semakin banyak kemudia berhenti total. Sejalan dengan
berkurangnya level estrogen, jaringan dinding vagina dan uretra
(saluran pada kandung kemih) juga menjadi lebih kering, lebih tipis dan
lebih tidak elastis.
Gejala paling khas dari menopause adalah hot flas. Ketika level
estrogen menurun drastis, pembuluh darah akan melebar secara cepat,
sehingga kulit meningkat. Ini memunculkan perasaan ’hangat’ yang
menjalar naik dari dada ke bahu, leher dan kepala. Wanita yang memasuki
masa menopause pun cenderung mengalami gangguan tidur dan banyak
berkeringat di malan hari. Ini dapat mempengaruhi mood dan kesehatan
secara umum. Dari segi fisik, akan mengalami perubaan pada payudara,
penipisan rambut dan bertambahnya kerutan di kulit. Muncul pula
bulu-bulu kasar yang tumbuh didagu, atas bibir, dada dan perut.
Sementara dari segi emocional dan kognitif, mungkin akan lebih mudah
tersinggung, mudah lelah dan mengalami kurangnya daya ingat dan
konsentrasi.
Terapi pengganti hormon adalah langkah untuk meringankan gejala
menopause yang paling popular, tetapi juga paling controversial. Pada
terapi pengganti hormon ini, wanita pasca menopause diberikan hormon
estrogen saja atau kombinasi estrogen dan progesteron untuk mengganti
hormon yang tak lagi diproduksi tubuh. Sebuah penelitian terbaru
menunjukkan, terapi pengganti hormon justru dapat memberikan
perlindungan terhadap risiko penyakit jantung. Kuncinya adalah
pemilihan waktu yang tepat. Jika terapi pengganti hormon diberikan pada
awal menopause, kandungan estrogen di dalamnya membantu mencegah
terbentuknya plak di pembuluh darah. Sebaliknya jika terlambat, plak
yang sudah terbentuk dapat pecah, sehingga mencetus penyumbatan
pembuluh darah dan serangan jantung.
Terapi Alternatif
Jika tetap ragu untuk mendapatkan terapi pengganti hormon, bisa jadi
akan berpaling ke perawatan alternatif. Walaupun banyak yang mengklaim
bahwa perawatan alternatif dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan
gejala menopause, sebenarnya belum ada penelitian mendalam mengenai hal
ini. Penelitian tentang perawatan alternatif seperti konsumsi black
cosh, vitamin E, kaya dan phytoesterogen (dari tumbuhan seperti kedelai
dengan aktivitas seperti hormon estrogen) tidak menawarkan hasil yang
konsisten dan memuaskan. Karena itu berhati-hatilah jika menggunakan
suplemen-suplemen ini dalam jangka panjang. Suplemen kedelai- jika
digunakan dalam jangka waktu lama – dapat menyebabkan endomentrial
hyperplasia (penebalan dinding bagian dalam rahim abnormal).
Jika tetap menginginkan perawatan alternatif untuk meredakan gejala
menopause, mungkin akupunktur bisa jadi pilihan. Studi terbaru yang
dimuat dalam jornal Fertility and Sterility edisi bulan September 2006
menyatakan, grup wanita yang menerima terapi akupunktur merasa gejala
hot flash mereka tidak separah ketika sebelum mendapatkan terapi ini. Dengan berkurangnya hoth flash, tidur mereka juga semakin nyenyak.
Menopause adalah kodrat setiap wanita. Jika dikelola dengan baik,
niscaya ‘sang momok’ bisa berubah menjadi anugrah. (int)
|