|
SIAPA yang sangka kalau si manis yang dulunya sering dituduh penyebab gemuk ternyata justru menyehatkan? Tidak hanya menyehatkan, penelitian juga menunjukkan kalau mengonsumsi coklat bisa membuat kita tambah pintar, awet muda bahkan mendapat kulit yang lebih sehat. Bagaimana bisa?
Jika ingin kulit yang sehat dan muda, tidak usah susah payah
mengoleskan krim hingga berlapis-lapis. Cukup dengan secangkir coklat
panas, ujar sebuah studi kecil. Tidak hanya itu, para peneliti dari
jerman juga menemukan bahwa para wanita yang rutin meminum coklat panas
dengan kandungan antioksidan tinggi memiliki kulit yang lembab, halus
dan tidak terlalu sensitif terhadap sinar matahari. Manfaat coklat
bersumber dari bahan antioksidan yang terkandung di dalamnya, yaitu
flavonol juga terdapat pada teh, wine, sejumlah buah dan sayuran, juga
biji kokoa. Beberapa riset menunjukkan bahwa zat ini dapat memperbaiki
aliran darah dan fungsi pembuluh darah. Terbukti pula pada riset ini,
para wanita yang meminum coklat dengan kandungan flavonol tinggi
mengalami peningkatan sirkulasi pada kulit.
Kandungan antioksidan di dalam coklat terbukti membuat aliran darah ke
jantung lebih lancar, sehingga pembuluh darah lebih lentur dan tidak
mudah mengeras. Ternyata coklat gelap juga dapat mengurangi risiko
serangan jantung dan stroke, karena dapat membantu menurunkan tekanan
darah, menunjang respon normal terhadap insulin agar kadar gula darah
rendah dan memperbaiki fungsi pembuluh darah pada pasien hipertensi.
Para wanita hamil, boleh bertepuk tangan. Mengonsumsi coklat saat
kehamilan ternyata menguntungkan untuk bayi. Seperti dilansir
info-sehat.com, sebuah riset di University of Helsinki, Finlandia yang
melibatkan 300 wanita hamil mencatat konsumsi coklat dan tingkat stres
mereka setiap hari 6 bulan setelah bayi dilahirkan, para Ibu yang
mengonsumsi coklat melaporkan bahwa bayi mereka lebih sering
menunjukkan reaksi seperti senyum dan tertawa dibandingkan para Ibu
yang tidak mengonsumsi coklat.
Efek ini bisa jadi dipicu oleh zat dalam coklat yang selalu dihubungkan
dengan mood yang positif. Ini sampai ke bayi ketika masih berada di
rahim. Perlu bukti mengapa coklat baik untuk kita? Sebuah studi
menemukan bahwa theobromine, zat yang ditemukan pada kokoa lebih
efektif dalam menyembuhkan batuk yang berkepanjangan dibandingkan obat
batuk yang dikenal luas, codeine. Bagaimana jika Anda terserang migren
setelah mengonsumsi coklat? Memang coklat adalah salah satu dari
makanan (termasuk keju, kacang, buah sitrus dan alkohol) yang
mengandung vosoactive amine. Bahan kimia ini barhubungan dengan
serotonin dan norepinephrine, para penghantar pesan ke otak, dan sejak
dulu dicurigai dapat mencetus migren.
Tak semua coklat sama
Flavonoid pada coklat disarikan dari kokoa, yang kaya akan bahan ini.
Beberapa riset telah menunjukkan bahwa sepotong coklat gelap mengandung
flavonoid setara dengan 6 buah apel, 4,5 cangkir kopi, 28 gelas white
wine dan 2 gelas red wine.Tetapi kadar flavonoid pada coklat dan produk
kokoa lainnya sangat tergantung pada proses produksinya, karena pada
proses ini banyak flavonoid yang bisa hilang. Flavonoid merupakan zat
yang dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, penyebab kematian
nomor satu di banyak negara maju. Zat ini mengurangi agregasi Platelet
(kondisi ketika platelet darah bergabung menjadi massa lengket dan
membentuk sumbatan pada pembuluh darah).
Selain membatasi jumlahnya, coklat yang kita pilih lebih baik jenis
coklat gelap. Sebab menurut para periset dari National Institute for
Food and Nutrition Research, Roma, Italia, jumlah antioksidan yang
diserap tubuh berkurang secara drastis ketika kita mencampur coklat
dengan susu. Alasannya masih kurang jelas, tetapi mungkin karena susu
dapat berperan dalam penyerapan antioksidan yang dikandung coklat.
Analisa darah setelah 1 jam mengonsumsi coklat gelap menunjukkan
kenaikan yang signitifkan pada tingkat antioksidan, termasuk tingkat
epicatechin, zat flavonoid yang terkenal, begitu menurut laporan studi
ini. Sedangkan tingkat antioksidan tidak banyak berubah setelah
mengonsumsi coklat susu atau coklat gelap dengan susu. Juga, ditemukan
kalau penyerapan epicatechin di tubuh lebih rendah dibandingkan ketika
coklat gelap dikonsumsi sendiri.(int)
|