|
KAMAR tidur adalah tempat paling pribadi bagi pasangan suami istri. Karena itu, kamar tak hanya perlu desain yang estetis, tapi juga sentuhan suasana romantis. Berbeda dengan kamar tidur anak atau kamar lainnya, kamar tidur bagi pasangan suami istri (pasutri) biasanya dirancang dengan sentuhan berbeda. Bukan tanpa sebab, tapi tak berlebihan kiranya kalau di kamar inilah awal dari keharmonisan hubungan pasutri. Kamar yang nyaman dan penuh aura kedamaian tentunya menjadi idaman bagi semua pasutri.
Namun, karena kamar ini ditempati oleh dua orang yang berbeda dengan
selera yang juga berbeda, tentunya dibutuhkan kompromi antara kedua
belah pihak. Jangan sampai demi memenuhi keinginan satu pihak saja,
kamar yang seharusnya jadi tempat paling menyenangkan bagi pasutri,
justru tak mewakili selera pribadi pemiliknya. Untuk menyatukan selera
dan kompromi dari dua orang yang berbeda, tema interior yang dipilih
haruslah netral.
Maka, desain interior yang ditampilkan sebaiknya tak terlalu feminin,
juga tak dominan maskulin. Seperti dilansir okezone.com, untuk interior
kamar, salah satu cara yang bisa ditempuh ialah dengan menggunakan
unsur-unsur garis lurus yang bersifat maskulin diperlembut dengan
garis-garis lengkung yang lebih feminin. Untuk ukuran tempat tidurnya,
umumnya ukuran ranjang kamar pasutri pasti berukuran queen size atau
king size.
Langkah pertama yang dapat dilakukan dalam menata sebuah kamar pasutri
adalah memposisikan tempat tidur tidak membelakangi pintu masuk kamar.
Tujuannya, jika pintu dibuka, tidak mengagetkan penghuni kamar yang
sedang berada di tempat tidur. Di samping itu, jendela harus dekat
tempat tidur. Hal ini bertujuan agar tempat tidur mendapat cukup sinar
matahari untuk kebersihan tempat tidur.View utama kamar pasutri sangat
baik jika langsung menghadap taman sehingga memberi kesejukan.
Segi kenyamanan juga tak boleh dikesampingkan. Suasana kamar tidur yang
tenteram dan nyaman dapat diperoleh dari warna-warna sejuk, seperti
hijau atau biru. Warna yang bisa dipilih antara lain warna krem, peach,
atau pink pastel untuk kesan hangat. Untuk amannya, bisa bermain dengan
warna-warna pastel karena cenderung netral dan menghangatkan. Tak hanya bersifat menenangkan,warna-warna netral juga mempermudah
pasutri dalam mencari padanan aksesori kamar.
Karena mempermudah dalam
memadupadankan dengan tema dan warna seprei, sarung bantal atau slip
cover sofa. Kamar dengan suasana yang hangat juga bisa diperoleh dari
unsur-unsur kayu, misalnya menyertakan parket sebagai lantai kamar.
Terkait dengan perkembangan zaman dan tren, umumnya konsep desain
interior untuk kamar pasutri cenderung memakai gaya modern, minimalis,
atau simplistis. Bagi pasutri berusia lanjut, tak jarang interior
bergaya klasik dan tradisional kerap menjadi pilihan.(int)
|