|
LAMPU-LAMPU yang dipasang di luar rumah (outdoor) sering kali terabaikan. Padahal, elemen eksterior ini butuh perawatan dan pemeliharaan yang tepat. Sesuai namanya, lampu outdoor memang didesain khusus untuk diletakkan di luar rumah. Dari segi bentuk memang tak jauh berbeda, namun lampu outdoor punya daya tahan yang lebih kuat dibandingkan lampu indoor.
Seperti dilansir okezone.com, Pasalnya, lampu outdoor diletakkan di
luar rumah yang notabene sering kontak langsung dengan panas, dingin,
basah, dan kering, daya tahannya sudah didesain untuk tangguh terhadap
cuaca. Dari segi fisik lampu indoor dengan outdoor biasanya ada
perbedaan. Lampu outdoor dibuat dengan kerapatan yang baik pada tiap
celahnya yang ditujukan agar tidak terkena air hujan. Contohnya model
lampu gantung dengan desain cangkang kerang yang sering dipasang
di-entrance bagian fasad.
Lampu ini terlihat sangat rentan menampung
air. Namun, bagian dasarnya sudah didesain agar tahan terhadap air.
Lampu taman yang termasuk kategori lampu outdoor, desainnya sudah
disesuaikan dengan tempat yang tentunya di taman, seperti cat,
material, dan desain yang tahan terhadap cuaca. Namun, sebagai
pengingat, tidak menutup kemungkinan juga kalau lampu indoor dipasang
di outdoor atau sebaliknya, lampu outdoor dipasang di indoor. Karena
pada dasarnya yang lebih menentukan positioning-nya adalah desain.
Nah, setelah Anda paham perbedaan lampu indoor dengan outdoor, kini
kita akan membicarakan satu per satu trik dan tipsnya dalam merawat
maupun tata letaknya. Merawat lampu outdoor (termasuk di dalamnya lampu
taman) tidak sulit, harus dirawat secara berkala, yakni dengan
membersihkan cangkangnya. Misalnya lampu taman gaya klasik, biasanya
kan desainnya meliuk-liuk, ini sering menyimpan debu dan jika kualitas
catnya tidak bagus akan mudah berkarat di bagian sela-sela yang
menyimpan air. Untuk buka-tutup lampu yang jadi akses pemasangan
bohlam, bersihkan bagian dalamnya dari debu yang terkumpul.
Bagian
cangkang yang luar, bersihkan secara berkala. Apalagi musim hujan
seperti sekarang-sekarang ini, usahakan dua minggu sekali. Kalau jarang
hujan, paling tidak sebulan sekali dibersihkan. Bagian yang
bermaterialkan besi, berikan lapisan antikarat. Kalaupun sudah mulai
berkarat, sebaiknya dicat ulang. Sebelum mulai mengecat, buka bohlam
lampu dan bagian yang terbuat dari kaca. Jika bagian kaca dibuat
permanen, jangan kehilangan akal, gunakan penutup dari kertas koran,
berikan selotip di bagian perbatasan kaca dengan besi (bagian yang
ingin dicat). Jika material lampu terbuat dari besi krom,tidak ada cara
mudah yang bisa Anda lakukan. Satu-satunya jalan ialah mengkrom ulang,
kalaupun Anda berencana untuk mengubah tampilannya dengan bahan cat,
itu akan sia-sia. Selamat mencoba.(int)
|