|
MENAMBAHKAN ornamen pada kolam hias bertujuan untuk mempercantik tampilan. Salah satunya dengan menghadirkan jembatan agar tampak lebih alami. Bagaimana mendesainnya? Jembatan kolam hias selalu difungsikan sebagai penyambung area yang satu dengan lainnya yang dibatasi kolam. Biasanya yang timbul pertama kali dalam benak kita pada jembatan taman adalah model yang melengkung.
Memang model tersebut sangat ampuh digunakan jika kolam hias milik Anda
kecil dan mungil. Aksen melengkung tersebut mampu memberi kesan lega,
besar atau luas. Namun, masih banyak pilihan model lain yang tidak
kalah menarik dan unik. Misalnya rumah dengan gaya minimalis. Sesuai
namanya, jangan terlalu banyak menggunakan profil,aksen atau motif apa
pun. Kalaupun ingin menggunakan unsur kayu, boleh saja, misalnya
disusun rapat, tapi harus tetap tanpa profil. Bentuk jembatan bisa
dimulai dengan satu atau dua anak tangga untuk memberi kesan panggung
pada jembatan. Kemudian rata atau flat dan diakhiri model anak tangga
yang sama.
Menggunakan jembatan semen plester juga bagus, lebih alami dan warna
yang keluar cocok dengan warna kolam yang cenderung berlumut. Tapi
hati-hati, semen plester sangat licin jika terkena air, mengakalinya
bisa dengan memberikan sedikit kontur di permukaan jembatan. Untuk
rumah bergaya klasik, bisa meniru gaya pilar-pilar yang besar berwarna
putih. Tujukan ke arah yang old school agar kesan klasiknya keluar.
Seperti dilansir Okezone. com, caranya mudah, berikan berbagai aksen
menonjol pada reliefnya, patung-patung klasik seperti Cupid, peri atau
wanita bergaun di akses jembatan juga bisa menguatkan karakternya.
Namun, dengan catatan, sesuaikan komposisi patung dengan besaran kolam
dan besaran jembatan. Selain itu permainan besi railing juga tepat
digunakan pada jembatan klasik. Sementara rumah berkonsep tropis, ini
yang paling mudah. Kuncinya hanya satu, berkreasilah dengan unsurunsur
alam. Misalnya penggunaan material bambu atau kayu-kayuan, susun secara
horizontal atau vertikal (jangan bersilang) dan diikat dengan ijuk agar
lebih terkesan alami. Untuk berjaga-jaga, sebaiknya selain diikat ijuk,
juga diikat memakai kawat, yang penting kuat dan mampu menahan beban
tubuh paling tidak sampai tiga orang. Selamat mencoba.(int)
|