Saat ini ada 3 tamu online
Jembatan Kolam Nan Cantik pdf  | cetak |
Minggu, 25 Mei 2008
MENAMBAHKAN ornamen pada kolam hias bertujuan untuk mempercantik tampilan. Salah satunya dengan menghadirkan jembatan agar tampak lebih alami. Bagaimana mendesainnya? Jembatan kolam hias selalu difungsikan sebagai penyambung area yang satu dengan lainnya yang dibatasi kolam. Biasanya yang timbul pertama kali dalam benak kita pada jembatan taman adalah model yang melengkung.

Memang model tersebut sangat ampuh digunakan jika kolam hias milik Anda kecil dan mungil. Aksen melengkung tersebut mampu memberi kesan lega, besar atau luas. Namun, masih banyak pilihan model lain yang tidak kalah menarik dan unik. Misalnya rumah dengan gaya minimalis. Sesuai namanya, jangan terlalu banyak menggunakan profil,aksen atau motif apa pun. Kalaupun ingin menggunakan unsur kayu, boleh saja, misalnya disusun rapat, tapi harus tetap tanpa profil. Bentuk jembatan bisa dimulai dengan satu atau dua anak tangga untuk memberi kesan panggung pada jembatan. Kemudian rata atau flat dan diakhiri model anak tangga yang sama.

Menggunakan jembatan semen plester juga bagus, lebih alami dan warna yang keluar cocok dengan warna kolam yang cenderung berlumut. Tapi hati-hati, semen plester sangat licin jika terkena air, mengakalinya bisa dengan memberikan sedikit kontur di permukaan jembatan. Untuk rumah bergaya klasik, bisa meniru gaya pilar-pilar yang besar berwarna putih. Tujukan ke arah yang old school agar kesan klasiknya keluar.

Seperti dilansir Okezone. com, caranya mudah, berikan berbagai aksen menonjol pada reliefnya, patung-patung klasik seperti Cupid, peri atau wanita bergaun di akses jembatan juga bisa menguatkan karakternya. Namun, dengan catatan, sesuaikan komposisi patung dengan besaran kolam dan besaran jembatan. Selain itu permainan besi railing juga tepat digunakan pada jembatan klasik. Sementara rumah berkonsep tropis, ini yang paling mudah. Kuncinya hanya satu, berkreasilah dengan unsurunsur alam. Misalnya penggunaan material bambu atau kayu-kayuan, susun secara horizontal atau vertikal (jangan bersilang) dan diikat dengan ijuk agar lebih terkesan alami. Untuk berjaga-jaga, sebaiknya selain diikat ijuk, juga diikat memakai kawat, yang penting kuat dan mampu menahan beban tubuh paling tidak sampai tiga orang. Selamat mencoba.(int)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Deplu Siap Fasilitasi KPU

06.09.2008

JAKARTA, METRO-- Rencana Komisis Pemilihan Umum (KPU) untuk mengadakan membentuk Panitia Pemilihan Luar Negeri ke-14 negara direspons positif…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Tradisi Asmara Subuh, Pelampiasan Ruang Kontak Sosial?

07.09.2008 | Metro Padang

LUBUAK LINTAH, METRO-- Tradisi Asmara Subuh bagi kalangan remaja di sebagian Kota di Sumbar, merupakan kronologis penyimpangan dari…


selamat_metro.jpg

advert-4.jpg

indosat.gif