|
Minibar dalam Rumah |
pdf
|
| cetak |
|
|
Minggu, 25 Mei 2008 |
|
MINIBAR memang bukan desain umum untuk hunian Indonesia. Namun, kehadirannya bisa dioptimalkan dan multifungsi. Minibar biasanya identik dengan tempat penyajian minuman beralkohol. Namun, fungsinya kini bisa berubah atau disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penghuni rumah. Misalnya saja, tempat minum kopi saat sarapan atau bersantai dengan tamu yang tidak terlalu formal.
Minibar merupakan salah satu tempat menjamu tamu di mana lokasinya
diletakkan berdekatan dengan ruang makan, pantry maupun ruang keluarga.
Kehadiran minibar akan menambah suasana santai dan rileks di dalam
rumah. Ini merupakan tiruan atau bentuk yang lebih simpel dari bar.
Bahkan, kadang- kadang juga dipakai untuk menyebut kulkas mini atau
lemari pendingin yang digunakan untuk menyimpan minuman kaleng atau
botol. Meskipun merupakan adaptasi dari budaya Barat dan bukan
merupakan budaya asli Indonesia, menghadirkan minibar di dalam rumah
merupakan hal yang lumrah.
Terutama jika kita sering dan banyak memiliki rekanan orang asing yang
erat dengan budaya alkohol. Namun, bagi yang tidak cocok dengan budaya
tersebut, maka kita dapat membuat adaptasi atau penyesuaian yang lebih
cocok dengan budaya kita dengan juga menyediakan minuman non alkohol.
Seperti dilansir okezone.com, Tempat penyajian berbentuk meja dengan
kursi-kursi berbentuk stool atau berkaki tinggi dan biasanya dapat
diputar. Ketinggian mejanya pun tetap tidak diubah. Dengan begitu masih
lebih tinggi dari meja pantry biasa. Jadi dibuat ketinggian yang
berbeda atau trap antara 2 meja tersebut.
Fungsinya pun menjadi lebih efektif dan efisien karena bukan hanya
dapat digunakan untuk menyiapkan minuman, juga dapat digunakan untuk
menyiapkan makanan ringan maupun sarapan. Gaya yang dipakai dalam
membuat minibar ini biasanya mengikuti gaya rumah yang ada dan
disesuaikan dengan perabot rumah secara keseluruhan. Apakah bergaya
modern minimalis, klasik maupun mediterania. Material yang digunakan
pun tidak ada yang terlalu spesifik, cukup dipadupadankan dengan
perabot yang ada di sekitarnya. Untuk yang bergaya minimalis, maka
dapat menggunakan kayu untuk kursi-kursinya dengan granit atau marmer
sebagai bahan mejanya. Untuk klasik, dapat menggunakan kombinasi bahan
kayu dengan marmer dan kayu, besi tempa sebagai aksen dan batu alam
atau marmer untuk yang bergaya Mediterania.
Adapun bentuk minibar sendiri memiliki pilihan yang beragam. Bentuknya
disesuaikan dengan bentuk ruangan yang tersedia dan memungkinkan
dipakai. Dapat berbentuk huruf C,huruf L, huruf I maupun huruf U yang
bergantung pada lokasinya masing-masing di dalam rumah. Lokasinya dapat
diletakkan di pojok ruangan atau merupakan area yang berdiri
sendiri.Yang penting mudah terlihat dan diakses dari berbagai lokasi
dalam rumah.
Sedangkan untuk tempat minumannya, dapat menggunakan rak gantung maupun
rak yang dapat diakses dari 2 arah dan bersifat transparan. Dengan
begitu memudahkan pengguna untuk mengambilnya. Biasanya, digunakan
lemari kabinet dengan tutup kaca sehingga terhindar dari kotoran dan
debu. Tertarik untuk menghadirkan minibar dalam hunian? Selamat
mencoba.(int)
|
|
|
|
20.11.2008
TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…
20.11.2008 | Metro Padang
M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…
|
|