|
TAK sedikit yang berharap Pelabuhan Taluak Bayua Padang terus berkembang dan benar-benar menjadi pelabuhan internasional, seperti yang digembar-gemborkan selama ini. H Husaini WS menilai, saat ini ada kecenderungan perusahaan pelayaran mengalihkan usaha ke Sumatera Barat. Apalagi, kata Kepala Cabang Padang PT Djakarta Lloyd (PT DL) ini. Pasca kerap dilanda banjirnya Pelabuhan Muara Baru di Tanjung Priok Jakarta.
Sayang, katanya, pelabuhan yang tambah dikenal dengan tembang lawas
Minang Taluak Bayua itu, tidak berkembang cepat — bahkan cenderung
stagnan atau lambat. PT DL sendiri, tambahnya sudah menjadikan Kota
Padang dengan Taluak Bayuanya sebagai target pengembangan usaha. “Kami
dengar, beberapa usaha di Pelabuhan Muara Baru bakal dipindah ke sini,”
kata Husaini disela-sela mengikuti ajang ekspor perdana tuna ke
Amerika Serikat.
Pak Haji — sapaan Husaini menilai, PT DL telah berkomitmen untuk
menjadi perusahaan pelayaran yang sehat secara operasional dan
financial, serta menjadi operator pelayaran yang handal di tingkat
nasional dan internasional. “Nah, dengan langkah tujuan inilah, kita
akan terus mengembangkan sayap, tidak terkecuali di pelabuhan yang
punya prospek cerah ini,” tambahnya.
Sebagai perusahan plat merah — milik pemerintah, PT DL akan terus
menunjang kebijakan dan program pemerintah di bidang ekonomi bidang
angkutan umum dan khusus angkutan laut. Menjadi perusahaan yang kuat
dan mampu memberikan kontribusi kepada pendapatan negara, adalah
komitmen PT DL yang berdiri pada 18 Agustus 1950 itu, dengan nama
Namlore Venoschap (N. VI Djakarta LLoyd).
Dalam perjalanannya, tambah Husaini, PT DL terus berkembang dan
menjadikan 16 perusahaan di seluruh Indonesia. 16 Cabang yang tersebar
di 15 provinsi itu dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung.
“Sekarang PT DL telah mampu mensejajarkan diri dengan berbagai
perusahaan pelayaran asing. Bahkan, kita sudah mampu beroperasi sampai
ke Afrika,” kata Husaini.
PT DL Cabang Padang, kata Husaini, saat ini memiliki dua kapal, yaitu
Kapal Manado III/42 dan KM Belawan III/38. Keduanya siap memberikan
pelayanan maksimal hingga 208 kontainer (tews) perkeberangkatannya.
Setidaknya, sekali seminggu 2 kapal utama yang mangkal di Pelabuhan
Taluak Bayua itu siap mengangkut dan melayarkan ratusan ton barang.
Kembali ke pelabuhan Taluak Bayua, Husaini yang telah banyak mengenyam
asam garam penugasan di berbagai daerah itu mengatakan, perlu
keseriusan segala pihak. Banyak program yang dilakukan untuk
pengembangan, tapi kenyataannya tidak sesuai dengan harapan. Yang
paling dekat, akses untuk ke pelabuhan masih sangat buruk dan butuh
perbaikan maksimal.
“Saya berikan contoh kecil saja ya. Menuju ke Taluak Bayua dari
berbagai arah, ternyata tidak ada jalan yang mulus. Dari arah pusat
kota (Padang), baik dari By Pass Atau Padang Selatan, tetap akan
ditemui jalan-jalan berlobang besar. Beritu juga dari Arau Batas Kota
Padang dengan Pesisir Selatan (Pessel), dengan jalur mendaki, harusnya
sudah diperbaiki. Jadi, kita tunggu sajalah, pelabuhan ini menjadi
lebih baik,” tukasnya.(revi)
|