Saat ini ada 3 tamu online
PT Djakarta LLoyd (Persero) Cabang Padang, Menunggu Pelabuhan Taluak Bayua yang Lebih Baik pdf  | cetak |
Minggu, 25 Mei 2008
TAK sedikit yang berharap Pelabuhan Taluak Bayua Padang terus berkembang dan benar-benar menjadi pelabuhan internasional, seperti yang digembar-gemborkan selama ini. H Husaini WS menilai, saat ini ada kecenderungan perusahaan pelayaran mengalihkan usaha ke Sumatera Barat. Apalagi, kata Kepala Cabang Padang PT Djakarta Lloyd (PT DL) ini. Pasca kerap dilanda banjirnya Pelabuhan Muara Baru di Tanjung Priok Jakarta.

Sayang, katanya, pelabuhan yang tambah dikenal dengan tembang lawas Minang Taluak Bayua itu, tidak berkembang cepat — bahkan cenderung stagnan atau lambat. PT DL sendiri, tambahnya sudah menjadikan Kota Padang dengan Taluak Bayuanya sebagai target pengembangan usaha. “Kami dengar, beberapa usaha di Pelabuhan Muara Baru bakal dipindah ke sini,” kata Husaini disela-sela mengikuti ajang ekspor perdana tuna  ke Amerika Serikat.

Pak Haji — sapaan Husaini menilai, PT DL telah berkomitmen untuk menjadi perusahaan pelayaran yang sehat secara operasional dan financial, serta menjadi operator pelayaran yang handal di tingkat nasional dan internasional. “Nah, dengan langkah tujuan inilah, kita akan terus mengembangkan sayap, tidak terkecuali di pelabuhan yang punya prospek cerah ini,” tambahnya.

Sebagai perusahan plat merah — milik pemerintah, PT DL akan terus menunjang kebijakan dan program pemerintah di bidang ekonomi bidang angkutan umum dan khusus angkutan laut. Menjadi perusahaan yang kuat dan mampu memberikan kontribusi kepada pendapatan negara, adalah komitmen PT DL yang berdiri pada 18 Agustus 1950 itu, dengan  nama Namlore Venoschap (N. VI Djakarta LLoyd).

Dalam perjalanannya, tambah Husaini, PT DL terus berkembang dan menjadikan 16 perusahaan di seluruh Indonesia. 16 Cabang yang tersebar di 15 provinsi itu dilengkapi dengan berbagai sarana pendukung. “Sekarang PT DL telah mampu mensejajarkan diri dengan berbagai perusahaan pelayaran asing. Bahkan, kita sudah mampu beroperasi sampai ke Afrika,” kata Husaini.

PT DL Cabang Padang, kata Husaini,  saat ini memiliki dua kapal, yaitu Kapal Manado III/42 dan KM Belawan III/38. Keduanya siap memberikan pelayanan maksimal hingga 208 kontainer (tews) perkeberangkatannya. Setidaknya, sekali seminggu 2 kapal utama yang mangkal di Pelabuhan Taluak Bayua itu siap mengangkut dan melayarkan ratusan ton barang.

Kembali ke pelabuhan Taluak Bayua, Husaini yang telah banyak mengenyam asam garam penugasan di berbagai daerah itu mengatakan, perlu keseriusan segala pihak. Banyak program yang dilakukan untuk pengembangan, tapi kenyataannya tidak sesuai dengan harapan. Yang paling dekat, akses untuk ke pelabuhan masih sangat buruk dan butuh perbaikan maksimal.

“Saya berikan contoh kecil saja ya. Menuju ke Taluak Bayua dari berbagai arah, ternyata tidak ada jalan yang mulus. Dari arah pusat kota (Padang), baik dari By Pass Atau Padang Selatan, tetap akan ditemui jalan-jalan berlobang besar. Beritu juga dari Arau Batas Kota Padang dengan Pesisir Selatan (Pessel), dengan jalur mendaki, harusnya sudah diperbaiki. Jadi, kita tunggu sajalah, pelabuhan ini menjadi lebih baik,” tukasnya.(revi)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Deplu Siap Fasilitasi KPU

06.09.2008

JAKARTA, METRO-- Rencana Komisis Pemilihan Umum (KPU) untuk mengadakan membentuk Panitia Pemilihan Luar Negeri ke-14 negara direspons positif…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

PLN Kembali Berjanji

06.09.2008 | Metro Padang

Mulai 10 September, Pemadaman 3 Jam Saja
SAWAHAN, METRO-- Semakin gencarnya keluhan masyarakat sekaitan dengan kebijakan pemadaman…


selamat_metro.jpg

advert-4.jpg

indosat.gif