Saat ini ada 8 tamu online
BBM Naik Sopir Bingung pdf  | cetak |
Minggu, 25 Mei 2008
HARI pertama pasca pengumuman Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti biasa saya berangkat ke kantor naik angkot. Belum ada tanda-tanda tarif angkot bakalan naik. Tidak ada kertas pengumuman resmi tarif angkot yang baru. Dari pantauan POSMETRO di kawasan Tabiang menuju Pasar Raya Padang sudah menyiapkan uang pas, Rp 2000 tarif angkot sampai ke Pasar Raya.

Ketika sampai di kawasan Ulak Karang, seorang ibu yang turun dan membayar dengan uang Rp 1.500. Eeeh si sopir langsung bilang,” Buk dak caliak TV kapatang. Minyak lah Rp 6.000/liter. Tu ongkos naiak lo buk ,” ujar si supir kepada sang ibu. Karena tidak mau ribut dengan sang sopir, si ibu terpaksa menambah Rp 500 lagi.  Tidak hanya si ibu, beberapa siswa SMA yang akan turun juga diminta tarif baru oleh si supir. Untuk siswa SMA dan SMP mereka menaikkan dari Rp 1.000 menjadi Rp 1.500.

Seorang sopir yang ditanyai menjawab, memang belum ada pengumuman. "Tapi mau bagaimana, saya beli minyak Rp 6.000. Kalau pakai tarif lama, tidak cukup setoran nanti ke pemiliknya,” katanya. Perkataan sopir itu bisa dimaklumi. Karena pemerintah sudah menaikkan BBM sejak pukul 00.00 Wib kemarin. Alhasil bagi mereka (sopir angkot), harus menaikkan tarif kepada penumpang. Namun, tidak semua penumpang akan mengerti. Bagi mereka, kalau tarif angkot naik harus ada pengumuman resmi dari dinas terkait yang menangani masalah transportasi.

Seharusnya ketika pemerintah secara resmi mengumumkan kenaikan BBM, pemerintah daerah setempat sudah menyiapkan segala hal yang menyangkut dengan masyarakat. Seperti pemberlakuan tarif angkot baru.  Tapi, kenyataannya Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padang belum merumuskan tarif angkot baru. Kepala Dishub Padang Firdaus Ilyas menyebutkan, tarif angkot akan dinaikkan setelah dibicarakan dengan seluruh pihak terkait.

Firdaus meminta para sopir tidak menaikkan tarif seenaknya sebelum ada pengumuman resmi. Tapi, apa para supir angkot ini bisa mengikuti kata kepala dinas ini?. Jawabannya jelas tidak. Buktinya di hari pertama kenaikkan BBM, para supir ini telah menaikkan tarif sesuai dengan hati mereka. Jika Pemko Padang dan jajarannya tidak cepat mengambil langkah, bisa saja para supir ini akan melakukan aksi mogok “manambang”. Karena Pemko belum juga memutuskan tarif angkot yang baru.

Walikota Padang Drs H Fauzi Bahar MSi saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Padang, Sabtu (24/5)di Asrama Haji Padang dengan tenang menyebutkan, Pemko akan masih membicarakan persoalan tarif angkot Senin (26/5). “Tidak boleh menaikkan tarif sebelum Pemko menyesuaikan tarif baru. Kita akan melakukan rapat koordinasi dengan jajaran terkait Senin depan,” kata walikota kepada wartawan. (ren)
 
< Sebelumnya
peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Catatan Bapedalda Kota Padang, Batang Arau Paling Parah Tercemar

20.11.2008 | Metro Padang

SUBARANG PALINGGAM, METRO--Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Padang mencatat Batang Arau sebagai sungai yang paling parah…



advert-4.jpg

indosat.gif