|
MENYEBUT nama AIPT, tentu akan langsung mengingatkan kita kepada Kota Padangpanjang. Tidak dapat dipungkiri, nama AIPT adalah nama yang melekat secara utuh di masyarakat Kota Padangpanjang khususnya pedagang di Pasar Pusat Padangpanjang. Malah para pedagang yang bakureh di pasar tersebut sejak tahun 1954 sepakat membentuk sebuah koperasi pedagang pasar dengan menggandeng nama AIPT. Sejak didirikan hingga saat ini, nama tersebut tetap tidak berubah yaitu KOPPAS AIPT.
Koperasi rang balai ini memang mengalami pasang surut seiring dengan
kondisi zaman saat itu, namun demikian kemaslahatan anggota selalu
menjadi acuan utama bagi pengurus koperasi bersangkutan. Saat ini,
koperasi yang beranggotakan sebanyak 337 orang ini tetap eksis dengan
kegiatannya. Sayangnya, untuk lebih memaksimalkan kinerja dan juga
lebih meningkatkan kesejahteraan seluruh anggotanya, untuk tahun 2008
ini sementara waktu KOPPAS AIPT tidak lagi melakukan penambahan jumlah
anggota. Ini dilakukan untuk lebih meningkatkan kesejahteraan seluruh
anggota yang ada, dalam hal ini pengurus KOPPAS AIPT telah mencanangkan
target kalau kesejahteraan anggota di atas segalanya.
Sebagai koperasi pasar, sesungguhnya perjalanan koperasi ini telah
sangat jauh melampaui target awal. Dimana saat ini, KOPPAS AIPT
memiliki lima unit usaha yang terdiri dari Unit Simpan Pinjam (USP),
Unit Kredit Candak Kulak (KCK), Unit SP subsidi BBM, Unit Warung
Telekomunikasi, Unit penebusan rekening listrik dan air anggotanya. Meskipun memiliki lima unit usaha, namun hanya tiga unit kegiatan saja
yang benar-benar menjadi primadona yaitu USP, KCK dan SP BBM. Sementara
sisanya walau tetap mengantongi keuntungan namun masih belum sebesar
tiga unit usaha yang menjadi primadona sebagaimana disebut di atas.
H Mawardi Sidi Sutan selaku ketua KOPPAS AIPT kepada POSMETRO di kantor
koperasi bersangkutan, Sabtu (24/5) kemarin menyebutkan, selama tahun
2007, ketiga unit usaha yang menjadi primadona terus menunjukkan
peningkatan volume usaha. Dari sebesar Rp 8.046.200.000,- untuk volume
usaha unit simpan pinjam, selama tahun 2007 meningkat sebesar Rp
304.200.000, atau dengan persentase 3,9 persen. Sementara volume usaha
untuk unit KCK sebesar Rp 4.216.500.000,-, terjadi peningkatan sebesar
Rp 464.850.000,- sama dengan 12,4 persen. Sedangkan untuk volume usaha
pada unit SP BBM sebesar Rp 2.573.800.000,-, meningkat sebesar Rp
342.650.000,- atau 15,4 persen
"Dalam upaya melanjutkan dan mengembangkan kegiatan usaha, serta
meningkatkan prestasi yang telah dicapai, kami senantiasa melakukan
pembenahan-pembenahan di semua bidang. Disamping itu, kami juga selalu
berupaya untuk konsisten melakukan penyesuaian-penyesuaian pelaksanaan
operasional kegiatan usaha yang ada. Ada yang membanggakan, dalam
melaksanakan sistim administrasi keuangan di sini, KOPPAS AIPT sudah
mengarah kepada sistim akuntansi murni, yakni dengan berpedoman kepada
Pernyataan Standar Akuntansi Koperasi (PSAK) No 27 yang merupakan
revisi tahun 1999," jelasnya.
Tidak hanya selalu berkutat mengurus uang masuk saja, KOPPAS AIKP pun
ternyata memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitar.
Dimana, KOPPAS AIPT tercatat secara rutin memberikan kepentingan
keagamaan seperti ke mushalla dan masjid. Selain itu, KOPPAS AIPT pun
menyisihkan sebagian keuntungan untuk memberikan santunan bagi anak
yatim. Sementara untuk meningkatkan kesejahteraan anggota, setiap tahunnya
KOPPAS AIPT juga mengeluarkan Tunjangan Hari Raya (THR), pemberian
penghargaan (reward) bagi 12 orang anggota berpertasi dalam hal ini
kategorinya adalah anggota yang memiliki simpanan tertinggi. Perhatian
lainnya adalah bantuan atau santunan bagi keluarga anggota yang
meninggal dan bantuan bagi anggota yang menggelar pesta pernikahan.
Ketika disinggung persyaratan untuk menjadi anggota KOPPAS AIPT,
Mawardi yang akrab disapa Pak Haji ini menyebutkan semuanya disesuaikan
dengan AD/ ART KOPPAS AIPT yaitu membayar simpanan pokok sebesar Rp
300.000, membayar uang sosial sebesar Rp 100.000, serta membayar uang
administrasi sebesar Rp 50.000,-. "Bagi anggota yang meminjam, total jumlah pinjaman juga akan diberikan
bunga sebesar enam persen setahun. Tidak hanya itu, jasa simpanan dan
pinjaman juga akan dikembalikan kepada anggota. Hingga 31 April 2008
ini, KOPPAS AIPT telah mengeluarkan pinjaman kepada anggota, dengan
total sebesar Rp 5.448.550.000,-. Tentunya pinjaman diberikan bagi
anggota yang dianggap telah memenuhi segala persyaratan yang
ditetapkan. Dalam hal ini, besaran pinjaman tidak kami batasi,"
lanjutnya.
Selain terus mengupayakan peluang-peluang usaha baru guna meningkatkan
daya saing di tahun 2008, KOPPAS AIPT juga melakukan peningkatan
manajemen pelaksanaan di masing-masing unit usaha yang telah ada.
Khusus bidang permodalan, koperasi juga telah berkomitmen untuk
meningkatkan kerjasama dalam bidang pembiayaan dengan pihak luar. Dari total target pendapatan operasional dan non operasional tahun 2008
sebesar Rp 814.457.097,-, setidaknya hingga 31 April tahun ini sebut
Mawardi, telah terealisasi sebesar Rp 495.547.573,-. Melihat kondisi
tersebut, pihaknya mengaku optimis jika target pendapatan tahun 2008
bisa direalisasikan secara maksimal.
"Secara organisasi kami bisa berbangga hati karena perkembangan KOPPAS
AIPT terus terlihat, namun demikian kami tetap berharap pembinaan dan
perhatian dari pemerintah khususnya institusi perkoperasian tetap ada.
Karena hanya melalui pembinaan berkelanjutanlah KOPPAS AIPT bisa tetap
maju," tandasnya mengakhiri.(ryan syair)
|