|
Danau Maninjau Lokasi Penghilang Stress... |
pdf
|
| cetak |
|
|
Minggu, 25 Mei 2008 |
|
Riak air diiringi gelombang kecil menghantam tepian berbatu Danau Maninjau di kala sore. Hawa sejuk terasa menghinggapi tubuh tatkala menapaki cekungan bumi berbukit dengan penuh kelembutan. Gunung Merapi terlihat menyembul dari barisan bukit yang sambut-menyambut memagari Danau Maninjau yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, yang beribukotakan Lubuak Basuang, sekitar 140 km sebelah utara Kota Padang, Sumatera Barat.
Kawasan wisata Danau Maninjau bisa ditempuh dengan perjalanan darat
melalui Bukittinggi dan Padang Pariaman. Dua jalur darat yang berhulu
di Danau Maninjau tersebut menjadikan kawasan cekungan tersebut sebagai
tempat peristirahatan bagi pengunjung setelah menikmati wisata Tabuik
Pariaman dan berkeliling Kota Bukittinggi. Banyak hal menarik yang bisa
dijumpai para wisatawan ketika berkunjung ke Danau Maninjau yang
terkenal dengan Kelok 44 (tanjakan zig-zag yang jumlahnya mencapai 44
tikungan tajam) jika menempuh jalan darat dari Bukittinggi.
Tersedianya sejumlah penginapan—dari jenis hotel berbintang serta
puluhan homestay—memberi ketenangan tersendiri bagi para pelancong. Air
biru dan hijaunya dedaunan memberikan kesejukan yang bisa melenakan
pelancong untuk bermalas-malasan sambil menikmati luasnya danau yang
diselimuti kabut dingin. Danau vulkanik (danau yang terjadi akibat
letusan gunung berapi) ini berada di ketinggian 461,50 meter di atas
permuakaan laut (mdpl). Luas permukaan danau, seperti tercatat pada
Hotel Maninjau Indah, sekitar 99,5 kilometer persegi, dengan kedalaman
maksimum mencapai 495 meter. Suatu ketenangan yang tak bisa dinilai
dengan sejumlah uang. Bagi wisatawan yang punya hobi berpetualang,
sejumlah tempat bisa dijadikan sebagai ajang penguji nyali.
Bermain Paralayang dari Puncak Lawang, memberikan pengalaman berharga
yang sulit dijumpai di daerah lain. Penggemar olah raga sepeda pun bisa
menikmati kawasan Danau Maninjau secara keseluruhan dengan menyewa
sepeda-sepeda gunung yang bisa disediakan para pengelola wisata di
sekitar tepian danau. Butuh waktu sekitar enam jam bersepeda untuk
mengelilingi danau terluas kedua di Sumatera Barat setelah Danau
Singkarak yang luasnya mencapai 129,69 kilo meter persegi. Secara
nasional, Maninjau merupakan danau terluas kesebelas di Indonesia,
sedangkan di Sumbar merupakan danau terluas kedua dari empat danau di
provinsi tersebut.
Dukungan masyarakat yang familiar dengan para wisman dan domestik
menjadi daya tarik sendiri untuk menikmati wisata budaya dan keindahan
danaunya. Tokoh pariwisata yang mengembangkan Maninjau sejak tahun
1972, Idham Rajo Bintang bahkan menyempatkan waktu untuk berbicara
dengan tamu-tamu hotelnya di tepian danau. Peraih A Lifetime Achiefment
Award dalam dunia pariwisata Sumbar tahun 2007 itu mengibaratkan Danau
Maninjau seperti kekasih yang selalu menyimpan rasa rindu untuk
bertemu. Kecintaannya pada Danau Maninjau menginspirasinya membangun
Hotel Maninjau Indah yang tergolong bintang satu. Letaknya yang
strategis—berada di atas tanah yang menjorok ke danau—memberikan
kesejukan dan kenyamanan bagi wisatawam untuk menyaksikan ketenangan
dan riak lembut Danau Maninjau setiap saat. Dengan fasilitas olah raga
air, para pengunjung bisa menikmati dinginnya air danau di kala pagi
dengan sampan yang telah disediakan pengelola hotel.
Hotel Maninjau Indah juga memberikan kenyamanan bagi keluarga untuk
mandi bola di kolam renang yang berada di tepian danau. Hotel tersebut
juga dilengkapi beragam fasilitas hiburan lain seperti meja billiard
dan tentunya yang paling terkenal dan menjadi ciri khas dari hotel
milik Rajo Bintang tersebut yakni permainan Kim. Permainan tersebut
merupakan perpaduan antara pantun dan lagu yang diwarnai dengan
pengambilan nomor-nomor yang angkanya dimulai dari 1 hingga 90.
Para peserta Kim mendapat selembar kertas yang bertuliskan angka 1—90
secara acak. Angka 1—90 yang dimasukkan dalam botol—seperti alat kocok
dadu—dipegang penyayi Kim yang dengan kocaknya mengguncang-guncang 90
angka yang ada di dalamnya dan sesuai irama akan mengambil satu nomor
yang berada di dalam botol. Setiap nomor yang keluar, para peserta
melingkari nomor yang ada pada kertasnya masing-masing. Penentuan
pemenangnya diketahui setelah satu orang peserta memperoleh enam nomor
yang membentuk garis horizontal dari kiri ke kanan pada kertas Kim.
Walaupun cukup sederhana, keunikan permainan Kim justru terlihat pada
komposisi lagu yang dinyanyikan para penyanyinya. Materi pantun dan
lagu yang dinyanyikan sarat dengan kritik sosial dan kocak yang
menghibur peserta. Banyak hal menarik yang bisa dijumpai di Maninjau.
Wisata kulinernya pun membuat betah penikmat makanan. Pensi—sejenis
siput yang hidup di Danau Maninjau—menjadi sumber protein yang
menyegarkan. Palai Rinuak pun bisa menggoyang lidah yang memakannya.
Beragam keindahan yang ditawarkan kawasan wisata Maninjau yang
merupakan daerah kelahiran tokoh nasional Buya Hamka—ulama besar,
filsuf, dan penulis handal. Keindahan tersebut menggugah Bung Karno
untuk menorehkan sebait pantun saat berkunjung ke Maninjau pada 1948:
“Jika adik memakan pinang, makanlah dengan sirih hijau. Jika adik
datang ke Minang, jangan lupa singgah ke Maninjau...” (Erinaldi)
|
|
|
|
20.11.2008
TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…
20.11.2008 | Metro Padang
M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…
|
|