Saat ini ada 1 tamu online
Sesibuk Apapun Keluarga adalah Segalanya pdf  | cetak |
Minggu, 25 Mei 2008
Sebagai tokoh muda yang sedang mengalami lonjakan dalam kariernya dan sebagai pemimpin dalam keluarganya, Wendra Yunaldi mampu membagi waktu di antara kesibukan kerja, kesibukan dalam organisasi serta dalam keluarga. Wendra yang juga menjadi dosen luar biasa di tiga Universitas, antara lain : Universitas Tarumanegara, Universitas YARSI dan Universitas Sahid harus bolak-balik Jakarta-Padang. 15 hari dihabiskan di Jakarta dan 15 harinya lagi di Padang. Belum lagi kesibukannya sebagai Ketua KNPI Kota Kelahirannya, Payakumbuh.

“Saya tidak ingin terlalu larut dalam pekerjaan dan kesibukan organisasi. Walaupun waktu saya memang banyak disita oleh pekerjaan tapi bagi saya keluarga adalah segala-galanya. Setiap hari Sabtu dan Minggu, pasti saya luangkan untuk keluarga saya. Bagaimanapun istri terutama anak saya yang sekarang sedang lucu-lucunya dan sangat butuh bimbingan dari sosok seorang Ayah. Keluarga adalah segala-galanya. Saat penat dan letih menyerang sekujur tubuh sepulang bekerja, sambutan derai tawa dari anak saya adalah jurus terjitu dalam mengusir segala kepenatan tersebut,” ujar Wendra.

Dulu, Wendra kecil tidak pernah terbayang akan menjadi seorang yang selalu sibuk dengan semua rutinitas hidupnya sekarang ini. Wendra yang pernah menjadi siswa teladan tingkat SDN Kota Payakumbuh, dulunya hanya bertekad untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya. Segala buku, baik fiksi maupun non-fiksi, tidak pernah luput dari bacaan Wendra, semua yang dia baca dia renungkan untuk kemudian dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan.

“Bagi saya, buku adalah jendela dunia, dengan buku saya bisa tahu apa yang belum saya ketahui. Sampai sekarang membaca itu masih belum bisa saya tinggalkan. Sedikit waktu saya luangkan untuk membaca apa saja, pokoknya menambah wawasan,” ujar Wendra.

Ternyata dari membaca Wendra bisa menggapai semua impian yang dulu hanya jadi angan-angan dalam mimpinya. Kehidupan yang mapan, dengan istri yang senantiasa menyokong segala pekerjaannnya dan ditambah kehadiran seorang buah hati, Wendra semakin mantap menantang segala hadangan di dunia.

Tidak itu saja, walaupun telah dilimpahi segala kemurahan, tapi mantan ketua Umum Osis MAN I Payakumbuh ini tidak pernah melupakan Sang Pencipta-Nya. “Sesibuk-sibuknya saya, yang namanya sholat lima waktu serta mengaji tidak pernah saya tinggalkan, rasanya ada yang hilang kalau sholat saya tinggalkan,” terang Wendra yang sedari kecil telah dibekali oleh berbagai ilmu agama oleh ke-2 orang tuanya.

“Saya ini hanya orang kecil, apa yang saya dapatkan adalah anugerah dari Maha Kuasa untuk itu apa salahnya kita membalas segala apa yang diberinya dengan bersedekap dan bersujud padanya. Semua yang ada di dunia ini tidak ada yang abadi, nantinya di kehidupan ke dua kita diakhirat yang menolong kita adalah amal ibadah kita, bukan harta,”ujar Wendra.

“Saya hanya ingin menjalani hidup sesuai apa yang saya mampu, bekerja dengan jujur dan serius serta yang terpenting, apa yang saya kerjakan tidak merugikan orang lain. Saya ingin berbakti untuk bangsa ini, berbakti untuk orang tua dan keluarga,”timpalnya.

Seorang Wendra Yunaldi SH MH yang sering terenyuh melihat penderitaan sanak saudaranya se-Indonesia, berharap suatu saat dia bisa membawa bangsanya ke masa kejayaan, kejayaan yang berpegang teguh pada budaya dan agama. “Saya ingin merubah nasib bangsa ini ke arah yang lebih baik, karena bagaimanapun juga Indonesia, khususnya Ranah Minang adalah tanah kelahiran saya, tempat saya menghabiskan waktu khelak dimasa tua. Akan saya jaga dan bela untuk selamanya. (Benny Okva Della)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Catatan Bapedalda Kota Padang, Batang Arau Paling Parah Tercemar

20.11.2008 | Metro Padang

SUBARANG PALINGGAM, METRO--Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Padang mencatat Batang Arau sebagai sungai yang paling parah…



advert-4.jpg

indosat.gif