Saat ini ada 5 tamu online
Arung Jeram di Batang Tarusan - Pesel, Adu Nyali Pacu Drenalin pdf  | cetak |
Minggu, 01 Juni 2008
HUJAN mengguyur membasahi bumi. Arus sungai berwarna kekuningan. Sedikit demi sedikit mulai bertambah debit airnya.  Hujan malam tadi seolah ditumpahkan dari langit membuat sebagian orang enggan keluar rumah. Tatkala sang surya memancarkan sinar keemasannya usai adzan subuh berkumandang tak banyak yang berada di luar rumah. Dingin masih menyusup.
Tidak demikian adanya dengan penggiat arung jeram (rafter) pagi hari itu. Hujan yang mengguyur merupakan suatu berkah yang sangat ditunggu. Debit air yang semakin tinggi menjadi pemicu semangat tim arung jeram untuk mulai menjajal lintasan di Batang Tarusan ini. Diperkirakan tingkat kesulitan mencapai Kelas III, intermediate. Pada kelas ini aliran dengan riam sedang dan tidak beraturan yang mungkin sulit untuk dihindari akan sering ditemui.

Cipratan air yang terjadi bisa membanjiri perahu. Berhubung harus melakukan manuver yang rumit dalam arus yang deras, perlu pengendalian kapal oleh pendayung mumpuni. Contoh kelas ini adalah Sungai Ayung di Bali dan Citarik di Sukabumi, Jawa Barat, meski ada yang menilainya masuk kelas III plus. Beberapa waktu lalu tim arung jeram Mapala Unand memilih sungai ini sebagai lokasi pemantapan ilmu arung jeram untuk anggota muda. Ketika bertolak dari Padang,  anggota tim tidak lupa mengemasi berbagai perlengkapan yang akan digunakan untuk pemantapan. Selain perahu merk avatar warna biru juga ada perlengkapan navigasi berupa peta, gps, kompas, protactor yang  digunakan untuk pemetaan sungai berikut rute yang dilewati selama berarung jeram. Kawasan arung jeram di Batang Tarusan ini cukup sering dikunjungi. Terutama oleh kelompok penggiat alam bebas maupun masyarakat umum yang datang sekedar mencoba karena terpengaruh tayangan di televisi.

Bagi pemula atau yang belum paham teknik arung jeram disarankan untuk menggunakan jasa guide. Nantinya guide tidak hanya berperan sebagai pemandu tapi juga bisa berbagi ilmu  berarung jeram yang aman dan mengasikan.  Dari segi topografi sungai di Batang Tarusan jarang memiliki belokan dan penyempitan (botleneck). Umumnya ukuran penampang sungai berukuran lebar sehingga bisa dilewati oleh lebih dari dua atau tiga perahu secara berdampingan. Bagi pemula, menikmati jeram di Batang Tarusan bukanlah sebuah pilihan yang sulit. Asalkan perlengkapan memenui Safety Procedure Standart maka jeram demi jeram bisa dilewati dengan aman. Begitu juga dengan hole (arus berputar seperti gasing) dan hidroulik (arus balik karena penurunan dasar sungai) yang menghadang tidak akan mengundang resiko. Keberadaan kapten sangat memberi andil untuk melewati dua tantangan “maut” itu. Oleh sebab itu dalam setiap kegiatan arung jeram, kapten biasanya dipilih dari orang-orang yang sudah paham kondisi medan dan berpengalaman disejumlah lokasi arung jeram yang berbeda.

Titik start di Jorong Taratak, Nagari Taratak Sungai Lundang, Kecamatan Koto XI Tarusan, bisa dijangkau menggunakan kendaraan roda empat. Di perkampungan yang masih awam kegiatan arung jeram ini  tidak akan ditemui kedai maupun toko yang menjual perlengkapan alam bebas (outdoor equipment) atau kususnya perlengkapan arung jeram. Untuk itu seluruh perlengkapan yang dibutuhkan jangan ada yang tertinggal di rumah. Di sepanjang bantaran sungai banyak ditanami warga dengan tanaman palawija seperti jagung, ubi dan kedele. Sesekali juga banyak terlihat ibu-ibu yang sedang mencuci pakaian atau sekedar mandi di pinggiran sungai. Suasana perkampungan terasa cukup kental. Ketika Perahu Karet (rubber boat) diturunkan dari kendaraan, bocah-bocah akan datang menghampiri. Mereka mengagumi perlengkapan utama arung jeram itu. Ditambah dengan beberapa buah pendayung (paddle), tali lempar (trohw bag) dan juga pelampung (life jackets) semakin menarik perhatian para bocah.

Panjang lintasan pengarungan yang ideal di Batang Tarusan ditaksir mencapai 8-10 km. Dimulai dari Jorong Taratak sungai Lundang dan finish di daerah Barung-barung Balantai. Panjang lintasan dinilai berdasarkan bentukan sungai, akses kelokasi dan tingkat kejernihan sungai itu sendiri. Untuk poin terakhir menjadi sangat penting dipertimbangkan karena menyangkut kenyamanan selama berarung jeram. Biasanya kalau sudah banyak pemukiman penduduk dikiri-kanan badan sungai maka air sungai akan terkontaminasi limbah rumah tangga. Kalau sudah begitu biasanya badan akan gatal dan terkadang diare akan menghinggapi penggiat arung jeram (rafter). Mengantisipasi kondisi seperti itu, penggiat alam bebas cukup memulai dengan latihan fisik teratur agar tubuh bugar dan sulit dihinggapi penyakit. Selain itu ada baiknya dibawa obat-obatan semisal, oralit, paracetamol, antibiotik dan sunblock jika diperlukan.

Tantangan seru dan sulit dilupakan selama pengarungan yaitu saat melewati salah satu jeram yang terjadi akibat belokan  menurun dari penampang sungai. Jeram ini oleh para Rafter Mapala Unand dinamakan dengan jeram Goodbye. Mengapa demikian menurut mereka dikarenakan arus tegak (standing wave) yang ada di Good Bye mampu membakar adrenalin siapa saja yang pernah melewatinya. Haluan perahu seakan terangkat dari permukaan air dan selanjutnya hilang diantara cipratan arus yang pecah berantai. Awakpun akan basah kuyup di dalamnya. Menjadi kenangan yang sulit terlupakan. Para rafter biasanya tidak akan menghindari begitu saja jeram satu ini. Bahkan bisa dibilang inilah jeram yang paling dicari, sekaligus menjadi idola bila berkunjung ke Batang Tarusan.

Akses ke lokasi

Dari Pasaraya Padang - Terminal Bingkuang  naik angkot ke terminal dengan ongkos Rp 3.000,- per orang. Sampai di Terminal Bingkuang, langsung naik bus tujuan Tarusan ( Pesisir Selatan) diantaranya PO Bayang Wisata dan PO Painan Indah dengan ongkos Rp 14.000,- per orang. Biasanya Bus menuju Pesisir Selatan kebanyakan berhenti mencari penumpang di simpang By Pass.

Kalau dari Bandara Internasional Minangkabau, kita bisa menaiki bus PO Tranek, dengan ongkos Rp 15.000,- per orang selama 30 menit perjalanan. kemudian berhenti di Pasar Raya Padang dan dilanjutkan dengan menaiki angkot jurusan Pengambiran dengan ongkos Rp 3.000,- per orang selama 30 menit. Turun di simpang By Pass, dilanjutkan dengan menaiki bus jurusan Bayang atau jurusan Pesisir Selatan lainnya, dengan ongkos Rp14.000,- per orang. Banyak objek wisata yang dapat kita lihat selama perjalanan, diantaranya; Pantai Caroline, Pantai Nirvana dan objek wisata lainnya.
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

Catatan Bapedalda Kota Padang, Batang Arau Paling Parah Tercemar

20.11.2008 | Metro Padang

SUBARANG PALINGGAM, METRO--Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Padang mencatat Batang Arau sebagai sungai yang paling parah…



advert-4.jpg

indosat.gif