|
Indonesia Laboratorium Pendidikan Inklusif |
pdf
|
| cetak |
|
|
Minggu, 01 Juni 2008 |
|
Indonesia dipromosikan menjadi laboratorium hidup pendidikan inklusif.
Ini dilatari budaya, bahasa, agama, serta kondisi alam Indonesia yang
beragam. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo pada
Konferensi Asia Pasifik Pendidikan Inklusif di Hotel Sanur Paradise
Plasa, Denpasar, Bali, Kamis lalu mengatakan, Indonesia adalah
laboratorium terbesar paling menarik menghadapi tantangan pendidikan
inklusif.
“Kita adalah negara kepulauan yang terbesar di dunia dengan jumlah pulau lebih dari 17 ribu,” katanya Pendidikan inklusif bukan hanya ditujukan untuk anak cacat, tetapi juga anak korban HIV/AIDS, anak jalanan, yang di daerah perbatasan dan pulau terpencil, serta mereka yang menjadi korban bencana alam. “Anak-anak ini harus dilayani dengan Pendidikan Layanan Khusus (PLK),” katanya. Menurutnya, menyelenggarakan pendidikan inklusif membutuhkan bermacam tipe guru untuk segmen berbeda.
“Guru-guru semacam itu penting dan tentunya sistem insentif guru juga menjadi sangat penting,” katanya. Pendidikan inklusif merupakan pendekatan strategis mencapai target pendidikan untuk semua atau education for all. Pendidikan inklusif, menjadi isu utama di kawasan Asia Pasifik karena adanya berbagai macam perbedaan dan semakin menguatnya proses demokratisasi termasuk berkembangnya populasi anak-anak dan pemuda. “Perlu diterapkan peraturan yang fleksibel ke dalam sistem lokal sehingga memasukkan anak-anak yang terpinggirkan sekaligus memberikan berbagai macam pilihan untuk mereka,” katanya.(rel)
|
|
|
|
20.11.2008
TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…
20.11.2008 | Metro Padang
SUBARANG PALINGGAM, METRO--Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Hidup (Bapedalda) Kota Padang mencatat Batang Arau sebagai sungai yang paling parah…
|
|