|
Padang menuju Kota Sehat 2010 perlu dukungan dari warga dengan
kesadaran menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dari
sosialisasi dan peninjauan petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) 2007, warga
Kota Padang masih kurang peduli dengan perilaku hidup bersih dan sehat.
Kepala Dinas Kesehatan Padang dr Efrida Aziz MKes, kepada POSMETRO,
menilai perilaku warga kota yang masih dibawah standar kesehatan masih
sedikit.
Bahkan dari tahun ke tahun perilaku warga untuk hidup sehat makin menurun. “Sangat disayangkan masyarakat kita yang menjauhi perilaku hidup sehat. Padahal perilaku hidup itu sangat menguntungkan bagi mereka,” katanya. Dinkes telah melakukan sosialisasi dan promosi kesehatan kepada warga. Mulai dari pemberian stiker, pamflet yang berisi pesan dan imbauan kesehatan serta dialog oleh petugas kesehatan yang ada di posyandu dan puskesmas dan rumah sakit. Sosialisasi dan promosi sangat penting agar masyarakat tergerak dan berperilaku sehat dan bersih. “Contoh kecilnya, kebiasaan merokok. Perilaku manusia seperti merokok di tempat umum sekarang sudah biasa.
Orang tidak hanya peduli dengan kesehatan dirinya tapi juga tidak peduli sekitarnya yang menghirup asap rokok,” katanya. Selain itu, penggunaan narkoba, alkohol dan seks bebas dikalangan generasi muda juga makin memiriskan. Dari data Kepolisian Besar (Poltabes) Padang untuk pengungkapan kasus narkoba 2007, Kota Padang menduduki ranking tertinggi dengan 54 kasus. Diantara kasus narkoba tersebut adalah kasus psikotropika, narkotika. “Hal iti mesti jadi perhatian. Karena akan berdampak sangat luas terhadap kesehatan masyarakat,” tukasnya yang menambahkan Padang Sehat 2010 akan sulit dicapai jika tidak ada dukungan dari seluruh masyarakat.
Berdasarkan indikator yang ditetapkan pemerintah pusat melalui Departemen Kesehatan, ada beberapa indikator penilaian suatu kota dinyatakan sehat. Diantaranya, derajat kesehatan yang mengukur angka kematian bayi (IMR), angka ibu hamil atau bersalin yang meninggal dunia di bawah 100 dan umur harapan hidup mencapai 70. Selanjutnya, pencegahan penyakit menular, pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, kesehatan keluarga dan promosi kesehatan. Masalah lingkungan dan prilaku warga, tambah Efrida, merupakan indikator yang penting. Mulai dari ketersediaan air bersih, WC, tempat pembuangan sampah dan pengelolaannya.
Upaya menuju Padang Kota Sehat 2010, Dinas Kesehatan telah menyiapkan kelurahan siaga (Kelsi). Kelsi merupakan daerah yang dijadikan percontohan dan pusat kesehatan. Hingga 2007, telah ada tiga Kelsi terbentuk, yaitu di Kelurahan Tanjung Saba Kecamatan Lubuk Begaluang, Gunuang Sariak dan Sungai Sapih Kecamatan Kuranji. Bahkan melalui Kelsi masyarakat diajak untuk bisa berpartisipasi untuk mewujudkan dan menciptakan daerahnya yang sehat. Diantaranya dengan program Dinas Kesehatan yaitu, Usaha Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM). Dengan program tersebut masyarakat diajak untuk kreatif dengan kesadaran menjaga lingkungan. (ren)
|