|
Air Terjun Bayang Sani |
pdf
|
| cetak |
|
|
Minggu, 15 Juni 2008 |
|
Air terjun Bayang Saniimerupakan salah satu objek wisata unggulan
di daerah Pesisir Selatan yang sudah cukup dikenal baik di dalam daerah
maupun di luar daerah Pesisir Selatan. Air terjun ini terletak di
Kampung Kota Baru Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi
Sumatera Barat. Air terjun Bayang Sani terdiri atas tiga tingkatan air
terjun dari Batang Bayang Sani, yang berasal dari hulu yang jauh di
atas bukit.
Objek wisata ini berjarak 60 Km dari Kota Padang dan 20 Km dari Kota Painan dengan lama Perjalanan ± 1,5 jam dan bisa ditempuh dengan kendaraan dua dan empat, serta sangat mudah dijangkau karena hanya berjarak 500 m dari pinggir jalan. Objek wisata ini cukup banyak dikunjungi oleh masyarakat luar daerah dan masyarakat lokal terutama pada saat memasuki bulan Ramadhan . Tradisi balimau ramadhan untuk mandi-mandi, berenang dan bermain di aliran sungai yang jernih. Hawa sejuk perbukitan dan airnya yang sangat bersih menimbulkan suasana alam yang nyaman diselingi kicauan burung dan gemercik pepohonan ditiup angina. Sungguh menimbulkan pengalaman yang tak terlupakan bagi yang mengunjunginya. (***)
Jembatan Akar
Jembatan akar terletak di Kampung Pulut-pulut Kecamatan Bayang Utara Kabupaten Pesisir Selatan. Jarak objek wisata titian jembatan akar ini dari kota Padang ±65 Km dan 24 Km dari Kota Painan. Jembatan akar merupakan objek wisata yang sangat unik dan merupakan salah satu keajaiban dunia karena jembatan ini terbentuk dari penyatuan jalinan akar-akar pohon beringin sehingga membentuk suatu jembatan yang menarik, dibawahnya terbentang Batang Bayang.
Jembatan akar dibuat oleh seorang tokoh masyarakat bernama Pakiah Sokan pada tahun 1916 dengan tujuan untuk menghubungkan dua desa yang terpisah oleh sungai. Kondisi jembatan akar semakin lama semakin kuat karena semakin besarnya akar pohon Beringin yang membentuknya. Disamping itu Dinas Pariwisata dan Seni Budaya Pasisia Selatan melakukan kerjasama dengan pihak Universitas Andalas guna pelestarian dan perawatan serta keutuhan Jembatan Akar tersebut. (***)
Pulau Cingkuak
Pulau Cingkuak adalah pulau yang terletak berhadapan dengan Batu Kureta. Pulau ini termasuk dalam kawasan Objek Wisata Pantai Carocok dan hanya berjarak 400 m dari pantai Carocok. Pulau Cingkuak memiliki luas 4,5 Ha dan merupakan saksi bisu terhadap peninggalan sejarah kolonial di Pasisia Selatan, yang pada masa itu merupakan pusat perekonomian dan pelabuhan Pantai Barat Sumatera. Pada Objek Wisata Pulau Cingkuak dapat dilihat Benteng Portugis dan Prasasti Madame Van Kempen. Pulau Cingkuak ramai dikunjungi wisatawan disamping para pelajar / mahasiswa yang melakukan kegiatan alam seperti kemping, hiking dan juga seringkali dijadikan objek penelitian setiap tahunnya oleh Balai Arkeologi yang berkedudukan di Medan.(***)
|
|
|
|
06.09.2008
JAKARTA, METRO-- Rencana Komisis Pemilihan Umum (KPU) untuk mengadakan membentuk Panitia Pemilihan Luar Negeri ke-14 negara direspons positif…
07.09.2008 | Metro Padang
LUBUAK LINTAH, METRO-- Tradisi Asmara Subuh bagi kalangan remaja di sebagian Kota di Sumbar, merupakan kronologis penyimpangan dari…
|
|