|
Realisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dilakukan enam bank
pelaksana di Sumbar, hingga awal Juni 2008 ini telah mencapai Rp 180
miliar dari target Rp 260 miliar per 2008. Dari enam bank yang ditunjuk
sebagai bank pelaksana, BRI mengucurkan paling besar yaitu Rp 97,3
miliar. Sampai akhir Mei 2008 KUR telah disalurkan kepada 13194 nasabah
yang tersebar di enam bank yang ditunjuk.
Yakni Bank Mandiri sebesar Rp21,7 miliar, BNI sebesar Rp37,7 miliar, Bukopin Rp7,5 miliar, Syariah Mandiri sebesar Rp2,7 miliar dan BTN sebesar Rp3,9 miliar dan BRI paling besar Rp 97,3 miliar. Pelaksanaan KUR ini sesuai dengan instruksi presiden (Inpres) nomor 6/2007 tentang kebijakan percepatan pengembangan sektor dan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah.
Kebijakan ini dikeluarkan untuk memberikan keringanan kepada UKM agar bisa memperoleh kredit tanpa jaminan dari bank. Untuk Sumbar, Mentri Perindustrian dan Perdagangan Fahmi Idris yang mensosialisasikannya saat pembukaan Bursa Kerja Terpadu, 27 Desember tahun lalu. Pemerintah pusat bersama enam bank nasional (BNI, BRI, Mandiri, Mandiri Syariah, BTN, Bukopin) telah menandatangani nota kesepahaman tentang penjaminan kredit bagi UMKM. Melalui program itu pemerintah menyediakan dana Rp 1,4 T di PT Askrindo dan Perum Pengembangan, guna menjamin pengucuran kredit kepada UMKM.
Program penjaminan ini dimaksudkan agar sektor ril dapat bergerak lebih cepat dalam menggerakkan sektor produksi. Dengan adanya kredit dengan penjaminan masalah yang sering dihadapi pengusaha mikro dan menengah seperti agunan bisa diatasi. Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi, Kamis kemarin saat membuka Bursa Kerja Terpadu 2008 mengatakan, realisasi sebesar Rp 180 Miliar ini, meningkat tajam dibandingkan Mei lalu yang hanya Rp 64 miliar. "Minimal Sumbar sudah mencairkan KUR 2 persen dari KUR nasional. Jika rata-rata realisasi KUR nasional 5 persen berarti hampir setengah dari realisasi nasional tersebut telah dilaksanakan Sumbar. Pencairan dana KUR itu cukup besar, karena pengusaha UKM semakin memahami prosedur pengurusannya pada lembaga perbankan,” kata Gamawan Fauzi. (nto)
|