|
“Setiap Sabtu minggu kedua dan ketiga kami melaksanakan gotong royong.
Sebelum masuk kelas, seluruh murid wajib cuci tangan. Lalu ada pula
aktivitas penanaman pohon pelindung, apotik hidup dan taman sekolah
yang juga melibatkan orang tua murid,” sebut Kepala SDN 9 Yusniati
AMaPd. Sebagai tindak lanjut dari pembiasaan ini, pihak sekolah secara
rutin menggelar lomba kebersihan antarkelas sekali 6 bulan.
Di sinilah tolok ukur pembelajaran dan pembiasaan itu dikatakan berhasil. Hasilnya SD ini mendapat juara II lomba sekolah peduli lingkungan 2007 II. Itupun tidak sekali, untuk 2008 ini mereka akan menerima penghargaan yang sama yang akan dibagikan besok (16/6). Untuk individual murid pun, kata Yusniati, murid sekolah ini juga meraih juara III murid berprestasi 2006.
Itu jelas membanggakan bagi sekolah yang kini punya 354 murid yang terbagi atas 12 kelas ini. Pembentukan kepribadian sehat dan bersih disokong pula dengan keberadaan 20 dokter kecil yang mengawal kawan-kawannya untuk hidup sehat. Mereka pun dibina bakat dan minatnya melalui beragam ekstrakurikuler seperti drum band, tari, silat, sempoa, dan kegiataan keagamaan, serupa siraman rohani, hapalan asmaul husna, baca tulis al Quran, dan sebagainya.
Semua kegiatan yang bejibun, disokong penuh oleh komite sekolah yang diketuai Adyetsil Edizar SPd. “Semua kebijakan dan kegiatan komite diambil berdasarkan musyawarah mufakat demi memajukan gerak proses belajar mengajar di sekolah ini,” sebut Adyetsil didampingi Ernita dan Elkas. Komite pun berupaya menjaring bantuan pihak ketiga untuk membantu fasilitas sekolah ini. Hasilnya beberapa bulan lalu mereka mendapat bantuan seperangkat 1 unit komputer dan akse internet Starone dari Indosat. “Keberadaan komputer ini nantinya akan dijadikan program unggulan, berupa pengenalan komputer untuk kelas III, dan internet untuk kelas 5 dan 6. Untuk penambahannya kita mengupayakan 17 komputer lagi,” ucap Adyetsil. (max)
|