Saat ini ada 1 tamu online
Pengobatan Massal di 3 Kecamatan, Padang Endemis Penyakit Kaki Gajah pdf  | cetak |
Sabtu, 21 Juni 2008
Filariasis atau yang lebih dikenal penyakit kaki gajah merupakan penyakit menu lar yang disebabkan oleh cacing fiilaria—ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan menyebabkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Akibatnya penderita tidak dapat bekerja secara optimal bahkan hidupnya tergantung kepada orang lain.
Kasus kaki gajah di Indonesia tersebar luas hampir di seluruh provinsi. Jumlah penduduk di daerah endemis yang ada dalam risiko tertular filariasis sebanyak 150 juta jiwa. Diperkirakan terdapat 28,5 juta kasus sumber penular filariasis. Pemerintah menargetkan eliminasi penyakit kaki gajah, agar tidak lagi menjadi masalah kesehatan masyarakat Indonesia tahun 2020. Tujuan khususnya untuk menurunkan tingkat mikrofilaria kurang dari satu persen di kabupaten/kota dan mencegah dan membatasi kecacatan karena filariasis. Hasil survey laboratorium, melalui pemeriksaan darah jari, rata-rata Mikrofilaria rate (Mf rate) 3,1 %, berarti sekitar 6 juta orang sudah terinfeksi cacing filaria dan sekitar 100 juta orang mempunyai resiko tinggi untuk ketularan karena nyamuk penularnya tersebar luas.

Di Kota Padang sendiri, kasus kaki gajah ditemukan tahun 2006 lalu.  Hasil survey darah jari yang dilakukan petugas Dinas Kesehatan Kota Padang di 3 kecamatan—Padang Timur, Lubuak Begaluang dan Lubuak Kilangan—Mf rate diatas 1 %. “Jika di satu daerah ada satu orang warga yang positif kaki gajah maka daerah itu dinyatakan endemis filariasis,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Padang Dr H Devi Naswita. Di tiga kecamatan tersebut, sudah ditemukan 21 kasus kaki gajah. Pengobatan secara rutin dilakukan untuk penderita kaki gajah ini untuk mematikan cacing filaria yang sudah menyebar di dalam aliran darah penderita. “Jika sudah terinfeksi kita hanya bisa mencegah perkembangnya cacing filaria di dalam darah penderita. Penyakit kaki gajah tidak bisa disembuhkan,” kata Dr Devi.

Untuk pencegahan filariasis, WHO sudah menetapkan kesepakatan global—The Global Goal of Elimination of Lymphatic Filariasis as a Public Health problem by The Year 2020.  Program eliminasi dilaksanakan melalui pengobatan massal dengan DEC dan Albendazol setahun sekali selama 5 tahun di daerah endemis filariasis.  “Kita akan melakukan pengobatan massal di 3 kecamatan besok, Senin (23/6). Diperkirakan 181.000 orang akan mendapatkan pengobatan kaki gajah. Diharapkan partisipasi seluruh masyarakat untuk mencegah penyakit ini di Padang,” tukasnya. (reni)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

BKD Tolak 830 Lamaran CPNS

20.11.2008 | Metro Padang

M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…



advert-4.jpg

indosat.gif