|
Revitalisasi Kereta Api, Pemerintah Cari Pinjaman |
pdf
|
| cetak |
|
|
Sabtu, 21 Juni 2008 |
|
Pemerintah bakal mencarikan pembiayaan berupa pinjaman dalam dan luar
negeri untuk merevitalisasi kereta api nasional. Hal ini ditujukan
untuk meningkatkan kualitas transportasi masyarakat. “Kebijakan ini,
menjadi salah satu arah kebijakan pemerintah yang akan melakukan
revitalisasi sistem perkeretapian nasional, dan pengembangan akses
kereta api di luar Pulau Jawa,” ujar Meneg PPN/Kepala Bappenas Paskah
Suzetta, seperti dilansir okezone kemarin. Menurut Paskah, komitmen ini
telah diutarakan pemerintah kepada negara-negara donor.
Salah satunya adalah kepada Amerika Serikat. Dalam pertemuan dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Cameron R Hume, Kamis (19/6) lalu, pemerintah menyampaikan komitmen tersebut. “Dan mereka sebetulnya seperti cukup apresiatif dengan keinginan kita. Apalagi setelah kita ungkapkan bahwa pembangunan fasilitas transportasi ini juga berlaku di daerah-daerah luar Jawa,” katanya.
Paskah menuturkan, pemerintah akan mengembangkan sarana umum kereta api di luar Pulau Jawa, yaitu di Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera, selain merevitalisasi sistem perkeretaapian nasional di Pulau Jawa. Menurutnya, kereta api tidak hanya dibutuhkan sebagai sarana transportasi umum bagi penduduk, namun juga sebagai sarana pengangkutan hasil bumi di daerah tersebut.
Pemerintah melalui Departemen Perhubungan memproyeksikan peningkatan jalan kereta api sepanjang 353 kilo meter dengan biaya Rp725,5 miliar pada 2009 di Jawa maupun Sumatera. Selain itu, pemerintah juga akan membangun jembatan kereta api sebanyak 36 unit di kedua pulau dengan total anggaran Rp61,3 miliar.
Peralatan sintelis kereta api di Sumatra dan Pulau Jawa sebanyak 23 paket juga akan ditingkatkan dengan mengalokasikan dana Rp541 miliar. (net)
|
|
|
|
28.09.2008
SOLSEL, METRO-- Kantor Pariwisata, Seni, dan Budaya (Parsenibud) kabupaten Solok Selatan akan mengikuti Fiesta Nusa II di Bali…
11.10.2008 | Metro Padang
SAWAHAN, METRO-- Anggota DPRD Kota Padang menilai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padang, tidak profesional dalam melaporkan…
|
|