Saat ini ada 3 tamu online
Bersiaplah, Elpiji Segera Naik pdf  | cetak |
Sabtu, 21 Juni 2008
Keringat rakyat akibat deraan kenaikan harga BBM bersubsidi belum lagi kering, giliran elpiji datang menghadang. Harga bahan bakar yang mulai banyak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari itu bakal naik.  Terimbas kenaikan harga minyak, harga elpiji 12 kilogram pun segera dinaikkan. Hal ini diungkapkan Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina Achmad Faisal. “Harga elpiji perlu dinaikkan karena naiknya biaya angkutan.
Agen elpiji juga minta naik,” ujarnya seperti dilansir inilah.com kemarin. Elpiji dengan tabung 12 kilogram menguasai penjualan elpiji. Data Pertamina menunjukkan, estimasi konsumsi elpiji non-subsidi 2008 untuk ukuran 12 kilogram mencapai 962.000 metrik ton (MT), jauh di atas kemasan 50 kilogram yang tercatat 139.000 MT dan bulk 150.000 MT. Faisal mengatakan, kenaikan harga BBM akhir Mei lalu membuat biaya angkut yang dipikul agen ikut naik. Selain itu, tuntutan kenaikan upah bagi para pekerja juga menguat seiring naiknya harga bahan pokok. Agen pun meminta margin lebih besar untuk menutupi biaya operasionalnya.

Margin agen elpiji dari Pertamina saat ini 9,5%. Pertamina menjual elpiji ke agen Rp 3.879 per kilogram. Agen menjual ke masyarakat Rp 4.250 per kilogram. Margin keuntungan agen berkisar Rp 371 per kilogram. Faisal mengakui, Pertamina memang dalam posisi dilematis dalam bisnis elpiji 12 kilogram ini. Karena tidak masuk dalam skema subsidi pemerintah, Pertamina harus menanggung beban subsidi elpiji 12 kilogram. “Kami selalu rugi,” katanya. Saat ini, harga jual resmi elpiji 12 kilogram Rp 4.250 per kilogram. Untuk elpiji 50 kilogram maupun bulk Rp 7.932 per kilogram. Padahal, menurut Faisal, harga keekonomian elpiji berada di kisaran Rp 9.000 per kilogram.

Harga itu fluktuatif mengikuti contract price (CP) Aramco (harga patokan elpiji dunia) yang berada di kisaran US$ 800 per MT. “Jadi, selisihnya ditanggung sebagai kerugian oleh Pertamina,” kata Faisal. Dengan harga yang berlaku saat ini, pada 2008 Pertamina ditaksir bakal merugi hingga Rp 5,4 triliun dari bisnis elpiji. Karena itulah, lanjut Faisal, Pertamina kini mengkaji strategi untuk menghindari pembengkakan kerugian dari bisnis elpiji 12 kilogram. “Salah satunya melalui evaluasi harga,” ujarnya. Meski demikian, Faisal mengaku belum bisa memberikan gambaran kapan harga elpiji 12 kilogram dinaikkan. Pihaknya masih terus mengkaji berbagai hal terkait rencana itu.

Sementara itu Direktur Utama Pertamina Ari Soemarno, seperti dikutip okezone, mengatakan pemakaian tabung ukuran 12 kilogram jauh di atas kemampuan Pertamina. Sehingga ada indikasi Pertamina akan mengalami kerugian jika tidak menaikkan harga jual tabung 12 kilogram. Membludaknya pengguna tabung 12 kilogram, kata Ari, akibat beralihnya konsumen tabung 3 kilogram dan konsumen kemasan 50 kilogram ke tabung kemasan 12 kilogram. “Tabung 12 kilogram banyak yang pakai, minyak naik terus dan elpiji naik sebanding dengan harga minyak karena adanya peralihan ke gas,” katanya.

SNI Untuk Tabung 3 Kg

PT Pertamina meminta produsen tabung gas konversi elpiji 3 kilogram (kg) mendukung penerapan kewajiban memiliki Standar Nasionalisasi Indonesia (SNI), menyusul adanya kewajiban SNI pada setiap tabung 3 kg yang akan digunakan dalam negeri. Ketua Tim Percepatan Konversi Pertamina Agus Himawan mengatakan, SNI wajib dimiliki oleh setiap produsen agar dapat layak digunakan dan keselamatannya terjamin. “Kita harus dukung,” ujar dia, di Gedung Pertamina, Jakarta Pusat, kemarin. Menurut dia, Pertamina sebagai konsumen sangat menyetujui keputusan Departemen Perindustrian yang mewajibkan pemberlakuan SNI tersebut. (net)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
peristiwa.gif

Kondisi Jalan di Tuapejat Memprihatinkan

20.11.2008

TUA PEJAT, METRO--Saat musim hujan datang, kondisi jalan di Tuapejat mulai KM 0 sampai 9 sangat memprihatinkan. Selain…

banner_padek.gif

metro_padang.gif

BKD Tolak 830 Lamaran CPNS

20.11.2008 | Metro Padang

M YAMIN, METRO--Sebanyak 830 berkas surat lamaran ditolak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Padang. Saat proses pemberkasan dan…



advert-4.jpg

indosat.gif