|
Lapangan Kerja Minim |
pdf
|
| cetak |
|
|
Sabtu, 21 Juni 2008 |
|
Rektor Universitas Eka Sakti (UNES),Prof Dr H Andi Mustari Pide Sh,
menilai masalah penganguran tidak hanya disebabkan faktor
ketidakmampuan ataupun minimnya keahlian masyarakat tentang suatu
pekerjaan. Tapi jauh dari itu, pengangguran disebabkan karena minimnya
objek maupun lapangan yang akan menampung pekerja itu sendiri. “Kalau
ditilik secara penyetaraan pendidikan.
Masyarakat kita umumnya telah memiliki kemampuan yang mumpuni untuk melakukan sesuatu sebagai wadah penyambung hidup. Tapi kenyatannya, ketatnya persaingan serta menurunnya indeks perusahaan sehabis krisis mendera bangsa ini membuat masyarakat yang mempunyai keahlian tertentu merasa kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan yang cocok dengan apa yang dimilikinya,”ulasnya kepada Tim Telusur disela-sela acara Wisuda Unes.
Universitas sebagai wadah pencetak para “pekerja” yang memiliki potensi dalam suatu bidang tentu dituntut untuk benar-benar serius dalam melaksanakan amanat yang diembannya. Namun kadang kala upaya maksimal yang telah dilakukan perguruan tinggi terasa percuma. Karena memang lapangan pekerjaan itu yang sudah sulit didapatkan. “Acap kali sekarang asumsi masyarakat tentang “kuliah” yang bukan lagi sebagai sarana untuk meretas masa depan namun hanya sebagai penambah wawasan dan merubah pola pikir ke arah yang lebih baik memang benar adanya. Kendati begitu, sebenarnya masalah pekerjaan yang layak ditentukan oleh skill dan kelincahan yang dimiliki oleh para sarjana-sarjana maupun orang yang telah terdidik di bangku kuliah,” terang Andi Pide.
“Kampus hanyalah sebagai wadah “pencetak” pekerja-pekerja yang handal dan tidak sebagai penyalur pekerja. Tapi seharusnya Perguruan tinggi mengevaluasi porses pendidikan yang dilakukan. Apakah memang sudah mencapai tujuan atau hanya sebagai pencetak-pencetak pengangguran intelektual belaka,”tambah Andi Pide. Sekali lagi Andi Pide melanturkan kalau masalah pengangguran bida diatasi kalau saja para pencari pekerjaan memang benar-benar mempunyai skill yang memadai. Tak hanya itu, tanpa campur tangan pemerintah masalah pengangguran hingga kapan pun tak akan pernah terselesaikan. Ribuan sarjana yang lahir tiap tahun dari perguruan tinggi di negara ini. Sementara wadah penampung kemahiran mereka miliki tak memadai. (**)
|
|
|
|
06.09.2008
JAKARTA, METRO-- Rencana Komisis Pemilihan Umum (KPU) untuk mengadakan membentuk Panitia Pemilihan Luar Negeri ke-14 negara direspons positif…
07.09.2008 | Metro Padang
LUBUAK LINTAH, METRO-- Tradisi Asmara Subuh bagi kalangan remaja di sebagian Kota di Sumbar, merupakan kronologis penyimpangan dari…
|
|