|
Sejak dibangun beberapa waktu lalu, areal Pasar Raya Solok tak pernah
bertambah. Masih saja seluas yang ada sekarang. Kalaupun ada perubahan,
itu hanya menyangkut arsitektur, pelaku usaha dan jumlah masyarakat
yang beraktivitas di sana.
Pasar Raya Solok, memang telah bisa menjalankan perannya untuk memfasilitasi aktivitas perekonomian masyarakat dengan baik. Akan tetapi, masalah kemberawutan, ketidaknyamanan bahkan tingginya angka kriminalitas masih saja menjadi ancaman bagi masyarakat yang datang ke Pasar Raya Solok. Pemerintah Kota Solok melalui Kantor Pengelola Pasar Raya Solok, sejak beberapa waktu terakhir harus diakui terus melakukan berbagai upaya untuk lebih “mengatur” areal itu menjadi lebih baik. Namun sayangnya, sejauh ini hasilnya belum juga terlihat maksimal.
Dan malah yang terjadi, kenyamanan pembeli terusik dengan banyaknya warga yang berdagang di emperan dan gang yang ada di kawasan itu. Tak dapat dipungkiri, Pemko Solok harus lebih serius menyikapi, mengatur dan mengelola Pasar Raya Solok. Karena kemajuan zaman dan pertumbuhan pembangunan yang terjadi di daerah tetangga, bukan tidak mungkin bisa mengubur kejayaan Pasar Raya Solok.
Letak Pasar Raya Solok yang strategis ditunjang dengan keberadaan kota mungil ini yang berada di jalur hinterland (perlintasan), sejauh ini masih belum banyak menolong. Warga masyarakat dari daerah tetangga seperti Dharmasraya, Sijunjung, Sawahlunto dan Kabupaten Solok yang diharapkan bisa meramaikan Pasar Raya Solok, saat ini lebih memilih untuk manuka di Kota Padang atau Kota Bukiktinggi.
Kondisi ini tentu tidak sejalan dengan rencana dan keinginan Pemko Solok. Karena upaya mereka untuk “memaksa” warga tetangga untuk mampir tak kunjung terealisir. Dalam hal ini, tentu Pemko Solok dituntut untuk lebih serius membenahi kawasan Pasar Raya Solok. Karena memang hanya ini resep yang ampuh untuk bisa mengembalikan konsumennya yang telah berpindah tempat.
Penataan dan penertiban yang dilakukan Pemko Solok saat ini, sebagai upaya untuk membenahi Pasar Raya Solok secara perlahan pun belum membuahkan hasil maksimal. Sebab masyarakat yang beraktivitas di areal tersebut, hanya patuh dan saat ketika petugas melakukan penertiban. Namun saat petugas berlalu, mereka pun memilih untuk beraktivitas seperti biasa nan ka salamak paruik mereka sendiri.
Rencana Pemko Solok untuk membangun pasar satelit di Simpang Rumbio untuk wilayah selatan dan Tanah Garam di bagian utara, sebenarnya adalah resep yang ampuh untuk menangkal kejenuhan masyarakat. Namun sayangnya, rencana itu tinggal rencana yang tidak kunjung direalisasikan. Sehingga akibatnya, Pasar Raya Solok semakin hari semakin tidak tertib dan semberawut. (***)
|